Iklim Mulai Kacau, 15.000 Ilmuan Teriak Bumi Akan Segera Kiamat

Azriel Agustian . March 01, 2024

bumi kiamat

Foto : magazine.alumni.ubc.ca

Teknologi.id - Ilmuwan telah memperkirakan Bumi berumur 4,54 miliar tahun atau kurang lebih 50 juta tahun. Usia tersebut di bawah separuh usia Galaksi Bima Sakti yang sekitar 11-13 miliar tahun dan sekitar sepertiga usia Alam Semesta (10-15 miliar tahun), sebagaimana dikutip dari laman BBC Science Focus.

Diketahui, bentuk kehidupan paling awal muncul di Bumi antara 3,77 miliar hingga 4,28 miliar tahun yang lalu.

Selama 450 juta tahun, Bumi pernah mengalami "kiamat" atau kematian massal 5 kali. Itulah yang dipahami selama ini. Dalam publikasi di Geological Society of American Bulletin, ilmuwan mengatakan, ada satu lagi peristiwa yang bisa disebut kematian massal, yaitu peristiwa Capitanian yang terjadi 262 juta tahun lalu.

David Bond dari University of Hull dan timnya melakukan penelitian di Spitsbergen, pulau pada jarak 890 km dari pulau utama Norwegia, untuk membuktikan adanya "kiamat" keenam itu.

Perubahan iklim jadi salah satu yang menakutkan saat ini. Bahkan sekitar 15 ribu ilmuwan memperkirakan bencana global akan terjadi.

BACA JUGAKesulitan Setup Laptop Windows, Elon Musk Minta Bantuan Bos Microsoft

Pendapat Para Ilmuan 

Menurut mereka yang berasal dari 161 negara, bencana akan terjadi akhir abad ini. Kehidupan Bumi juga terancam karena perubahan iklim yang terjadi dengan cepat.

Peneliti pascadoktoral Oregon State University (OSU) dan salah satu penulis utama studi, Christopher Wolf, mengungkapkan sejumlah potensi risiko yang mengancam kehidupan Bumi. Termasuk ancaman kekurangan makanan dan air bersih.

Penelitian yang dilakukan Wolf dan timnya menemukan banyak data mengejutkan soal perubahan iklim. Misalnya rekor iklim yang pecah dengan margin besar terjadi tahun lalu.

Mereka juga menyinggung kebakaran hutan di Kanada yang terjadi tahun 2023. Kejadian itu jadi titik kritis untuk rezim baru.

Selain itu kekhawatiran juga diungkapkan salah satu penulis penelitian dan profesor kehutanan terkemuka di OSU, William Ripple. Menurutnya ada pola mengkhawatirkan karena manusia tak berbuat banyak untuk memperbaiki masalah tersebut.

"Kami juga hanya menemukan sedikit kemajuan yang bisa dilaporkan terkait upaya umat manusia dalam memerangi perubahan iklim," kata Ripple dalam pernyataannya.

Banyak alasan bencana tersebut terjadi. Misalnya industri bahan bakar fosil dan juga insentif yang diberikan pemerintah.

Para peneliti memberikan pandangan cara mencegah bencana tersebut semakin mengkhawatirkan. Salah satunya mengajak masyarakat beralih tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil.

Mereka juga memberikan pesan khusus pada golongan orang kaya. Yakni untuk tidak lagi melakukan konsumsi yang berlebihan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(aa)

Share :