Cincin Saturnus Berusia Lebih Muda dan Misteri Keberadaannya 100 Juta Tahun Mendatang

Zhahra Sahira . January 22, 2019

Cincin Saturnus Berusia Lebih Muda dan Misteri Keberadaannya dalam 100 Juta Tahun Mendatang
Teknologi.id - Peneliti baru-baru ini menemukan informasi baru mengenai interior dari planet indah tata surya, Saturnus. Kabarnya dahulu kala Saturnus tidak memiliki cincin indahnya. Cincin yang sekarang melingkari planet itu diprediksi baru terbentuk di kemudian hari setelah planet itu ada. Para peneliti memperkirakan umur cincin ini tak akan lebih dari 100 juta tahun dan kemungkinan usianya berkisar 10 juta tahun. Sementara umur planet Saturnus sendiri adalah 4,5 miliar tahun. "Perkiraan sebelumnya tentang usia cincin Saturnus membutuhkan banyak pemodelan dan jauh lebih tidak pasti. Tetapi kami sekarang memiliki pengukuran langsung yang memungkinkan kami untuk membatasi usia dengan sangat baik," Luciano Iess dari Universitas Sapienza di Roma, Italia, seperti dilansir dari BBC News.

Baca juga: Apa itu Cincin Saturnus? Mengapa Bisa Diprediksi Akan Segera Hilang?

Setelah sebelumnya informasi mengenai hilangnya cincin planet ini. Dikutip dari CNN Indonesia, dari hasil perhitungan data yang diberikan pesawat antariksa Cassini, serpihan es yang mengelilingi planet itu sedikit demi sedikit tertarik jatuh ke permukaan Saturnus. Sehingga, kemungkinan 100 juta tahun kemudian cincin ini tak lagi ada.

"Bintang Kematian di Film Star Wars"

Cassini pada dasarnya menimbang cincin, dan menemukan massa mereka menjadi 20 kali lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. Sesuatu dengan berat 15.400.000.000.000.000.000.000 ton, atau sekitar dua perlima massa Mimas - bulan Saturnus yang terlihat seperti senjata "Bintang Kematian" di film Star Wars. Dengan mengamati kekuatan gravitasi yang menjaga cincin tetap mengorbit, para peneliti bisa memperkirakan massa cincin itu. Massanya diperkirakan 40 persen dari bulan Saturnus, Mimas. Mimas sendiri sangat kecil, 2000 kali lebih kecil dari Bulan. Sehingga peneliti menduga cincin Saturnus terdiri dari material yang relatif kecil, seperti dikutip dari situs NASA. Terungkapnya massa planet ini membuat peneliti bisa memperkirakan umur cincin itu. Sebelumnya, para peneliti berdebat apakah cincinnya terbuat dari debu es dan terbentuk ketika planet itu ada sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Baca juga: Ilmuwan Eropa Temukan Planet Penuh Batu Permata

Pendapat lain menyebut kalau umur cincin itu lebih muda. Dan terbentuk ketika gravitasi planet ini menangkap komet atau objek Sabut Kuiper dan menghancurkannya sehingga menjadi serpihan yang mengitari planet. "Tidak ada material berukuran masif yang tersembunyi di cincin," jelas Philip Nicholson, ilmuwan planet dari Cornell University dan salah satu penulis studi itu. "Cincin saturnus hampir semuanya murni dari es," jelasnya lagi.

Misi Cassini Selama 13 Tahun

Cincin Saturnus Berusia Lebih Muda dan Misteri Keberadaannya dalam 100 Juta Tahun Mendatang
Perkiraan ini didapat dari hasil observasi terakhir yang dilakukan misi luar angkasa Cassini. Pesawat luar angkasa itu telah 13 tahun mengitari planet indah ini sebelum akhirnya menyelesaikan misi. Dan menjatuhkan diri di permukaan planet itu. Namun, sebelum terjun bebas, Cassini melakukan putaran satu kali diantara planet dan cincinnya. Ilmuwan juga menggunakan data Cassini untuk memahami pemukaan dan komposisi planet ini. Mereka menemukan adanya angin yang bertiup kencang di atmosfer planet. Angin ini sulit diamati dari luar angkasa. Fenomena ini juga yang menjelaskan fluktuasi gravitasi antara planet itu dengna cincinnya.

Baca juga: Apa yang Terjadi Seandainya Bumi Memiliki Dua Bulan?

Awan di sekitar khatulistiwa Saturnus berputar empat persen lebih cepat dari awan yang berada di lapisan di kedalaman sekitar 9.600 kilometer. Peneliti menyebut hal ini bisa menjelaskan lebih jauh tentang interior Saturnus. "Lapisan dalam yang berputar ini adalah temuan yang mengejutkan dan membuka soal struktur dalam planet," jelas Linda Spilker, ilmuwan proyek Cassini, di Laboratorium Propulsion NASA. (ZS)

Share :