5 Tips Menjaga Privasi dari Google!

Amanda Rayta Putri . September 09, 2022

Foto: Unsplash

Teknologi.id - Salah satu tugas startup yaitu, bertanggung jawab terhadap keamanan dan kerahasiaan data. Seperti, data perusahaan dan data para masyarakat yang menggunakan aplikasi buatan startup tersebut. Sebagai, platform yang kerap untuk menjaga keamanan privasi penggunanya, Google membagi tips untuk menjaga privasi kepada semua pihak. Terutama, para perusahaan startup.

Google membagi tipsanya pada saat dalam event G20 Digital Innovation Network di Bali pada Sabtu, 3 September 2022. Pada event tersebut Google bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengadakan seminar dengan perusahaan startup yang merupakan anggota Gerakan Nasional 1000 Startup dan Startup Studio Indonesia.

Putri Alam yang merupakan Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia, mengatakan bahwa "G20 Digital Innovation Network di Bali menggarisbawahi bahwa pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara global digital platforms, startups, dan pemangku kepentingan lain dalam menciptakan transformasi digital yang membawa kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat,"- Kata Putri seperti yang dikutip dari idntimes.com.

Tak hanya itu, Google Safety Engineering Center (GSEC) juga berkerja sama dengan Google for Startups datang untuk menyediakan pelatihan seputar privasi yang diikuti lebih dari 30 perusahaan startup dan mitra lokal Tanah Air.

Menurut  GSEC, ada tiga hal yang perlu diperhatikan semua perusahaan dalam menjaga privasi data pengguna, antara lain:

  • Secure by Default: Wajib adanya keamanan untuk membuat data tetap terjaga privasinya. Pastika data di Google tidak bisa diakses oleh pihak luar.
  • Private by Design: Perusahaan harus memikirkan aspek privasi dari awal pengembangan  produk/layanan dengan memikirkan cara untuk tidak mengumpulkan data sensitif pengguna.
  • You're in Control: Bukan hanya sekadar  menghapus data saja, Google harus memberi kuasa kepada pengguna untuk menentukan siapa yang bisa mengakses data

Baca Juga: Kapasitas Penyimpanan iPhone Penuh? Ini Cara Membersihkannya!

5 Tips Jaga Privasi dari Google

1. Minimalkan data

Minimalkan data sendiri maksudnya perusahaan sebaiknya mengunpulkan data yang dianggap perlu saja. Untuk data yang diperlukan sebenarnya hanya sampai data informasi negara saja. Tidak perlu sampai alamat IP dan lokasi pengguna. Untuk alternatifnya, Sebaiknya data yang dikumpulkan dianonimkan. Bahkan, GSEC menyarankan untuk menghapus data yang sudah tidak diperlukan.

2. Harus adanya transparansi Kepada Pengguna

Rata-rata perusahaan kerap memberlakukan syarat layanan yang rumit untuk pengguna awam. Jadi, sebaiknya perusahaan harus bisa memikirkan cara agar pengguna bisa melihat dan memahami layanan yang digunakan, data yang dikumpulkan, dan penggunaannya. GSEC juga megatakan bahwa startup dan perusahaan lainnya harus mulai memikirkan bagaimana perusahaan bisa memberikan transparansi, dalam arti kapan, di mana, dan bagaimana perusahaan menggunakan data pengguna. Selanjutnya, ada 3 hal yang wajib dipertimbangkan, yaitu:

  • Data apa saja yang dikumpulkan?
  • Setelah data terkumpul, apa yang akan  bakal terjadi pada data tersebut?
  • Bagaimana pengguna bisa mengerti pilihan privasi beserta pilihannya?

3. Menawarkan solusi untuk kontrol data

Setiap, perusahaan pasti sudah memiliki pedoman dan peraturan tersendiri mengenai privasi. Tapi, GSEC juga menyarankan startup agar mau menawakan kontil dan sarana yang mudah digunakan untuk pengguna. Sebab, dengan kontrol dan sarana tersebut, pengguna bisa memilih pengaturan privasi sesuai kenyamanan mereka dan memilih data apa yang dirasa nyaman untuk dibagikan serta kepada siapa dibagikan. Selain itu, GSEC juga menyarankan untuk kontrol menghapus atau mengekspor data pengguna.

4. Enkripsi Data

Tujuan Enkripsi untuk melindungi data dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Baik saat data harus berjalan saat data yang disimpan "saat istirahat" atau "saat dalam perjalanan".

5. Siap untuk skalabilitas dengan anotasi data

Karena, semakin banyaknya ancaman siber. Seperti, salah satunya mengenai privasi data. Maka dari itu, GSEC menyarankan untuk anotasi data agar dapat menangani permintaan , transfer, dan penghapusan data secara efisien. Anotasi data ini tujuannya tak lain  memungkinkan perusahaan mengotomatiskan penghapusan atau proses serupa berdasarkan jenis dan penggunaan data.

Yuk, untuk para perusahaan terapin tips yang telah diberikan oleh Google terkait dengan privasi data. Tujuannya, tak lain untuk kebaikan dan kenyamanan perusahaan dan para penggunannya.

(arp)

Share :