Bahaya, Situs WHO Diincar Hacker dan Nyaris Dibobol

Sutrisno Zulikifli . March 25, 2020

Sumber foto: Dok WHO


Teknologi.id - Situs resmi World Health Organization (WHO) nyaris dibobol penjahat siber (hacker). Informasi ini disampaikan oleh Chief Information Security WHO, Flavio Aggio.

Padahal, WHO belakangan cukup sibuk menangani pandemi Covid-19 yang telah menyerang 189 negara di dunia. Kejadian itu dilaporkan terjadi pada awal Maret. Beruntung, serangan hacker elite itu tidak berhasil.

Flavio mengatakan, meski peretasan tidak berhasil, namun identitas hacker tersebut masih belum diketahui. Parahnya, frekuensi percobaan peretasan terhadap WHO dan mitranya telah melonjak signifikan sejak virus corona mewabah dimana-mana.

Di sisi lain, percobaan untuk meretas sistem WHO pertama kali dilihat oleh Alexander Urbelis, seorang ahli keamanan siber yang melacak aktivitas registrasi domain internet yang mencurigakan. Pada 13 Maret lalu, Urbelis menemukan sekelompok hacker yang ia ikuti telah mengaktifkan situs yang meniru sistem email internal WHO.

BACA JUGA: WHO Rilis Chatbot WhatsApp yang Bisa Ditanya Soal COVID-19

"Saya menyadari dengan cukup cepat bahwa ini merupakan serangan aktif terhadap World Health Organization di tengah pandemi," papar Urbelis dilaporkan Reuters, yang dilansir Suara.com, pada Rabu (25/3/2020).

Sayangnya, Urbelis tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi dua sumber yang mengetahui isu ini mencurigai keterlibatan kelompok hacker elite yang dikenal dengan nama DarkHotel.

Aggio kemudian memastikan situs yang dilihat Urbelis telah digunakan untuk mencoba mencuri password yang digunakan staf dari beberapa agensi. Ia mengatakan, serangan terhadap WHO memang meningkat beberapa waktu belakangan.

BACA JUGA: WHO Sebut Lockdown Saja Takkan Mampu Lawan Corona

"Tidak ada angka pasti, tapi percobaan serangan terhadap kami dan digunakannya situs yang meniru WHO untuk menargetkan orang lain telah melonjak lebih dari dua kali lipat," imbuh Aggio.

Atas kejadian ini, para ahli keamanan siber telah memperingatkan bahwa hacker akan memanfaatkan pandemi virus corona untuk mencari keuntungan. Menurit estimasi Urbelis, ada ribuan situs terkait virus corona yang menyimpan malware berbahaya.

"Sekitar 2.000 situs per hari. Saya tidak pernah melihat lonjakan besar seperti ini," tandas Urbelis. (sz)

Share :