Foto: News Directory
Teknologi.id - Invasi Rusia ke Ukraina saat ini masih terus berlangsung, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan pengiriman
bantuan keamanan dan persenjataan besaran-besaran kepada Ukraina.
Banyaknya bantuan persenjataan AS
untuk Ukraina ini pun tak main-main. Disebutkan bantuan persenjataan mencapai
senilai US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun).
"Ini merupakan transfer
langsung peralatan dari Departemen Pertahanan kita kepada militer Ukraina untuk
membantu mereka melawan invasi ini," Ucap Biden, dikutip dari Detik.
Apa saja senjata yang dikirim AS
untuk bantu Ukraina? Berikut selengkapnya
Drone Kamikaze Switchblade
Amerika Serikat dikabarkan
berencana mengirimkan drone Switchblade atau yang biasa disebut pesawat nirawak
kamikaze untuk membantu Ukraina melawan agresi Rusia.
Drone kamikaze atau bunuh diri memiliki
kelebihan mampu menabrak target dengan
hulu ledak daya hancur besar.
Rudal Javelin
Rudal anti tank Javelin
dikirimkan Amerika Serikat ke Ukraina sekitar 300 unit di tahap awak dan ada sumbangan juga dari Estonia dan
Inggris.
Sesuai namanya, rudal ini
kegunaan utamanya adalah menghancurkan tank musuh.
Rudal Anti Pesawat Stinger
AS dan anggota NATO telah
mengirimkan sekitar 2.000 unit misil
FIM-92 Stinger ke pihak Ukraina
Sebagian rudal itu sudah
digunakan, kabarnya telah merontokkan helikopter militer Rusia di dekat Kyiv
hingga terbakar api.
Misil ini dapat menembak jatuh
helikopter, tapi bisa pula mengincar pesawat yang terbang rendah, drone, sampai
misil yang ditembakkan oleh musuh.
Baca juga: Spesifikasi Jet Tempur Rusia Sukhoi Su-25 yang Tahan Rudal
Rudal Anti Pesawat S-300
S-300 merupakan unit peluncur
radar dan radar berbasis darat yang sepenuhnya otomatis.
S-300 juga dapat mendeteksi, melacak, dan menembak
sejumlah ancaman udara sekaligus yang masuk pada jarak jauh.
Senjata, Amunisi, dan Pelindung Tubuh
AS juga memberikan 7.000 senjata
anti-armor, ribuan mesin senjata, senapan dan peluncur granat.
Selain itu ada 20 juta butir
amunisi senjata ringan standar Rusia dan NATO, serta 25 ribu set pelindung
tubuh dan helm.
(fpk)