Makin Mirip IG Stories! WhatsApp Luncurkan Fitur Close Friend di Status

Algis Akbar . May 21, 2026


Foto: wabetainfo.com

Teknologi.id – Aplikasi pesan instan terpopuler di dunia, WhatsApp, kembali menghadirkan inovasi besar untuk memanjakan para penggunanya. Anak perusahaan Meta ini dilaporkan mulai menggulirkan fitur Close Friend (Teman Dekat) khusus untuk platform WhatsApp Status. Kehadiran pembaruan ini dinilai semakin mendekatkan karakteristik fungsionalitas WhatsApp Status dengan saudaranya, Instagram Stories, yang sudah bertahun-tahun mengadopsi formula serupa.

Berdasarkan laporan mendalam dari laman WABetaInfo, inovasi privasi ini sudah mulai unjuk gigi pada versi WhatsApp Beta untuk Android (v2.26.19.11) serta iOS (v26.19.10.72). Kehadiran fitur ini menjadi jawaban bagi para pengguna yang sering kali merasa sungkan atau risih saat ingin membagikan momen pribadi mereka kepada seluruh daftar kontak telepon.

Keunggulan Custom Lists yang Lebih Canggih dari Instagram


Foto: wabetainfo.com

Meskipun mengadopsi mekanisme kerja dasar yang serupa dengan Instagram Stories, WhatsApp tampaknya melangkah satu kaki lebih maju dalam urusan fleksibilitas. Jika Instagram hanya membatasi pengguna untuk memiliki satu daftar Close Friend tunggal, WhatsApp memahami kompleksitas sosial penggunanya dengan menghadirkan sistem Custom Lists (Daftar Kustom).

Melalui pembaruan ini, pengguna tidak hanya bisa membuat satu lingkaran pertemanan saja. Anda diberikan kebebasan untuk menyusun beberapa kelompok audiens yang berbeda sekaligus secara spesifik. Pengguna bisa membuat 'Daftar Keluarga' untuk membagikan momen hangat di rumah, 'Daftar Rekan Kerja' untuk urusan profesional, hingga 'Daftar Teman Dekat' untuk sekadar seru-seruan tanpa perlu repot mengubah pengaturan privasi kontak secara manual setiap kali ingin mengunggah status baru.

Baca juga: WhatsApp Rilis Fitur Obrolan Incognito dengan Meta AI, Chat Lebih Privat dan Aman

Identifikasi Visual Cincin Ungu dan Jaminan Kerahasiaan


Foto: inet.detik.com

Sistem visual dari fitur baru ini juga dirancang secara interaktif. Setiap kali pengguna mendistribusikan pembaruan status kepada kelompok Close Friend atau daftar kustom yang telah dibuat, unggahan tersebut akan ditandai dengan kemunculan cincin lingkaran berwarna ungu yang mengelilingi foto profil status mereka. Tampilan penanda lingkaran ungu ini berfungsi layaknya lingkaran hijau ikonik yang ada pada fitur Close Friend Instagram.

Di sisi lain, WhatsApp juga memastikan bahwa kenyamanan bersosialisasi secara digital tetap terjaga dengan aman. Proses penambahan atau penghapusan anggota di dalam daftar dipastikan berjalan sepenuhnya secara rahasia. Sistem WhatsApp tidak akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan apa pun kepada kontak yang bersangkutan ketika mereka dimasukkan maupun dikeluarkan dari daftar lingkaran terdekat tersebut.

Peningkatan Pengalaman Pengguna dan Fleksibilitas Privasi

Langkah WhatsApp dalam merilis fitur ini menegaskan pentingnya fleksibilitas kontrol data di era modern, yang juga selaras dengan arah kemajuan teknologi di Indonesia. Dengan tingginya intensitas penggunaan WhatsApp di tanah air baik untuk keperluan personal maupun profesional, pemisahan audiens ini menjadi krusial agar ruang digital masyarakat tetap sehat dan terjaga batasan privasinya.

Ketika merancang daftar baru, pengguna cukup mengetuk opsi instan di laman privasi sebelum status diunggah, menentukan nama kelompok, serta menyematkan simbol emoji unik agar daftar lebih mudah diidentifikasi secara visual. Fleksibilitas edit ini dapat dilakukan kapan saja, namun perubahan daftar tersebut tidak berlaku surut (retroaktif) bagi status yang sudah terlanjur diunggah sebelumnya.

Baca juga: WhatsApp Web Sempat Down, Pengguna Kebingungan karena Dialihkan ke Facebook

Kesadaran Privasi Jadi Benteng Utama Akun Digital

Uji coba fitur Close Friend ini memperlihatkan bahwa raksasa teknologi seperti Meta kian serius dalam mengaburkan batas antara aplikasi pesan instan murni dan media sosial berbasis konten multimedia. Personalisasi audiens kini menjadi standar baru yang wajib dimiliki demi mengakomodasi kenyamanan psikologis pengguna dalam mengekspresikan diri di ruang publik virtual.

Meskipun saat ini ketersediaan fitur kustomisasi status tersebut masih terbatas bagi segelintir penguji coba (beta tester), distribusinya diprediksi akan diperluas ke seluruh pengguna global secara merata dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan ke depan. Memanfaatkan fitur proteksi audiens ini sejak dini akan menjadi langkah bijak dalam mengamankan portofolio kehidupan personal Anda di jagat siber.

Baca berita dan artikel lainnya di Google News



(AA/ZA)

Share :