OpenAI Rilis Prism: AI Gratis untuk Menulis Jurnal Ilmiah Akademik

Algis Akbar . January 29, 2026

Foto: tangkapanlayar/openai

Teknologi.id OpenAI secara resmi memperkenalkan inovasi terbaru mereka yang dirancang khusus untuk dunia akademik bernama Prism pada Selasa, 27 Januari 2026. Kehadiran platform ini menjadi langkah besar perusahaan dalam memperluas kegunaan kecerdasan buatan dari sekadar chatbot interaktif menjadi alat bantu produktivitas yang jauh lebih spesifik. Prism hadir sebagai ruang kerja digital terintegrasi yang memungkinkan para peneliti, ilmuwan, dan mahasiswa untuk menyusun jurnal ilmiah dengan dukungan kecerdasan buatan tingkat lanjut secara gratis. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan komunitas akademik akan perangkat yang dapat memfasilitasi penulisan teknis rumit tanpa mengabaikan aspek akurasi dan format standar internasional. 

Apa Itu OpenAI Prism?


Foto: tangkapanlayar/openai

OpenAI Prism adalah platform ruang kerja (workspace) berbasis cloud yang dirancang khusus untuk menangani alur kerja riset ilmiah yang kompleks. Berbeda dengan editor teks konvensional, Prism mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam dokumen, sehingga peneliti tidak perlu lagi menyalin konten antar jendela obrolan yang terpisah. Platform ini dirancang untuk memahami struktur utuh sebuah makalah, mulai dari teks pendukung hingga persamaan matematika, guna menciptakan ekosistem penulisan yang lebih efisien dan terorganisir bagi para akademisi di seluruh dunia.

Baca juga: Gebrakan Baru dari Open AI! Bisa Belanja di ChatGPT Pakai Fitur Instant Checkout

Keunggulan dan Fitur Utama OpenAI Prism



Foto: tangkapanlayar/openai

Melalui Prism, para peneliti dapat mengoptimalkan proses penulisan ilmiah dengan delapan keunggulan utama sebagai berikut:

  • Obrolan dengan GPT-5.2 Thinking

Pengguna dapat mengeksplorasi ide, menguji hipotesis, dan menalar masalah ilmiah yang kompleks dalam konteks riset secara mendalam.

  • Penyusunan Draf Berbasis Konteks Utuh

Kemampuan menyusun dan merevisi makalah dengan mempertimbangkan seluruh dokumen sebagai konteks, termasuk teks pendukung, persamaan, kutipan, hingga gambar.

  • Integrasi Literatur Terkini

Mencari dan memasukkan literatur yang relevan (seperti dari arXiv) langsung ke dalam manuskrip, serta merevisi teks berdasarkan karya ilmiah baru yang ditemukan.

  • Penalaran Elemen Makalah

Melakukan pembuatan, merefaktorisasi, dan penalaran pada persamaan serta kutipan dengan pemahaman AI tentang keterkaitan elemen tersebut di seluruh makalah.

  • Konversi Otomatis ke LaTeX

Mengubah persamaan atau diagram dari papan tulis secara langsung ke format LaTeX, sehingga menghemat waktu dalam memanipulasi perintah TikZ.

  • Kolaborasi Real-Time dengan Penulis Lain

Memungkinkan kolaborasi dengan rekan penulis, mahasiswa, dan pembimbing secara langsung dengan fitur pengeditan, komentar, dan revisi yang transparan.

  • Pengeditan Langsung pada Dokumen

Melakukan perubahan pada dokumen secara instan saat diminta tanpa perlu menyalin konten antar editor atau alat obrolan terpisah.

  • Pengeditan Berbasis Suara (Voice Record)

Tersedia fitur pengeditan suara opsional untuk melakukan perubahan sederhana tanpa harus mengganggu proses penulisan atau peninjauan manual.

Kolaborasi Tanpa Batas dalam Skala Besar

Menyadari bahwa riset ilmiah pada dasarnya bersifat kolaboratif dan sering melibatkan lintas institusi, Prism dirancang untuk mendukung kerja tim dalam skala besar. Platform ini memungkinkan kolaborator tanpa batas untuk bekerja dalam satu dokumen secara real-time, lengkap dengan fitur pengeditan, komentar, dan revisi yang langsung terlihat oleh semua anggota tim. Karena berbasis cloud, tim riset tidak perlu melakukan instalasi LaTeX lokal atau pengelolaan lingkungan teknis yang rumit. Yang tak kalah penting, Prism dirancang untuk memperluas akses. Prism bebas digunakan, dan siapa pun yang memiliki akun ChatGPT dapat mulai menulis dengan segera tanpa harus berlangganan atau batas jumlah pengguna.

Baca juga: Open AI Luncurkan GPT-4 Turbo: Apakah Bisa Pecahkan Semua Tantangan AI?

Transisi Menuju Penulisan Ilmiah yang Lebih Efisien

Peluncuran Prism menandai babak baru dalam integrasi teknologi AI di dunia pendidikan dan riset. Dengan memangkas beban administratif dalam pengaturan format dokumen, para ilmuwan kini dapat mengalihkan fokus mereka sepenuhnya pada kualitas substansi penelitian itu sendiri. Meskipun ditenagai oleh mesin yang sangat cerdas, kendali penuh atas konten tetap berada di tangan penulis, menjadikan AI sebagai asisten teknis yang meningkatkan ketelitian.

Inovasi ini diharapkan mampu mendemokratisasi akses terhadap alat bantu riset berkualitas bagi seluruh akademisi global guna mempercepat berbagai penemuan penting. Bagi para peneliti yang ingin mencoba pengalaman menulis yang lebih terstruktur dan efisien, OpenAI Prism sudah dapat diakses melalui laman resmi Prims OpenAI sebagai solusi cerdas untuk publikasi ilmiah di masa depan.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

Share :