Bukan Sekadar Suara, Bos OpenAI Kembangkan Speaker Pintar yang Punya Mata AI

Algis Akbar . February 24, 2026

Foto: sopasti.com

Teknologi.id – Setelah sukses mendominasi dunia perangkat lunak melalui ChatGPT, OpenAI kini mulai melebarkan sayapnya ke sektor perangkat keras (hardware). Perusahaan besutan Sam Altman ini dilaporkan tengah mengembangkan sebuah speaker pintar revolusioner yang dilengkapi kamera terintegrasi. Ambisi ini menandai pergeseran besar strategi perusahaan untuk menyatu langsung ke dalam kehidupan fisik pengguna, melampaui batasan layar digital yang selama ini kita kenal. Ambisi besar ini menandai transisi OpenAI dari sekadar penyedia layanan kecerdasan buatan menjadi pemain kunci di industri elektronik konsumen.

Langkah berani ini tidak muncul begitu saja. Sinyal kuat ekspansi ke pasar hardware sudah terlihat sejak Mei 2025, saat OpenAI mengakuisisi startup perangkat keras io yang dipimpin oleh mantan desainer legendaris Apple, Jony Ive. Akuisisi bernilai fantastis, yakni US$6,4 miliar atau sekitar Rp108 triliun, menjadi fondasi utama bagi OpenAI untuk melahirkan lini produk fisik seperti wearable, ponsel pintar, hingga perangkat audio pintar. Integrasi keahlian desain papan atas dengan otak AI tercanggih saat ini diprediksi akan menciptakan standar baru dalam interaksi antara manusia dan mesin di masa depan.

Mata Baru AI: Mengenali Lingkungan dan Pengguna


Foto:geekflare.com

Salah satu keunggulan utama dari speaker pintar OpenAI ini adalah keberadaan kamera canggih yang mampu "melihat" dan memahami dunia. Berbeda dengan speaker pintar konvensional yang hanya merespons perintah suara, perangkat ini didesain dengan kemampuan pengenalan objek, pengguna, serta konteks lingkungan sekitar secara real-time.

Dengan teknologi ini, speaker pintar tersebut dapat memahami situasi visual di ruangan, seperti mengenali benda di atas meja atau aktivitas yang sedang berlangsung. Tak hanya itu, kamera terintegrasi ini juga difungsikan untuk autentikasi wajah, sebuah fitur yang serupa dengan Face ID milik Apple untuk mempermudah transaksi atau pengaturan profil pengguna secara aman dan personal.

Baca juga: Open AI Bikin Chip untuk Sora, Masa Depan Video Generatif & Revolusi Industri Film

Interaksi Alami Tanpa "Wake Word"

OpenAI juga dikabarkan tengah menyempurnakan cara manusia berinteraksi dengan mesin. Laporan menunjukkan bahwa perangkat ini mampu melacak dan memahami percakapan di sekitarnya tanpa perlu menunggu kata kunci aktivasi atau wake word (seperti "Hey Siri" atau "OK Google"). Hal ini memungkinkan interaksi yang jauh lebih alami karena AI tersebut hampir selalu aktif memantau konteks pembicaraan.

Namun, kemampuan "selalu mendengarkan" dan "selalu melihat" ini memicu perdebatan serius mengenai privasi dan keamanan data. Meskipun OpenAI telah menugaskan lebih dari 200 orang untuk mengembangkan lini perangkat ini, mekanisme perlindungan data yang konkret masih menjadi tanda tanya besar bagi para pakar keamanan siber dunia.

Jadwal Rilis dan Estimasi Harga

Bagi para penggemar teknologi yang sudah tidak sabar, perangkat ini dipastikan tidak akan meluncur dalam waktu dekat. Target perilisan paling cepat adalah pada awal tahun 2027. Terkait harga, speaker pintar OpenAI diperkirakan akan dibanderol di kisaran US$200 hingga US$300 atau sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta, menempatkannya di kelas premium untuk bersaing langsung dengan jajaran produk dari Google dan Amazon.

Selain speaker pintar, peta jalan (roadmap) perangkat keras OpenAI mencakup:

  • Earbuds AI 'Dime': diprediksi meluncur pada September 2026 sebagai perangkat audio pertama.
  • Kacamata Pintar AI: direncanakan hadir menyapa publik pada tahun 2028.
  • Wearable (Pin AI): Masih dalam tahap pengembangan tanpa jadwal rilis yang pasti.

Baca juga: Pena AI: Hardware Pertama OpenAI Garapan Jony Ive Segera Hadir, Ini Bocorannya!

Babak Baru Persaingan AI Global

Masuknya OpenAI ke pasar perangkat keras menunjukkan bahwa persaingan AI tidak lagi terbatas di balik layar komputer atau ponsel. Dengan menggabungkan kecerdasan otak GPT yang mumpuni dan desain perangkat fisik dari tim Jony Ive, OpenAI berpotensi mengubah total cara kita berinteraksi dengan rumah pintar (smart home).

Meskipun tantangan privasi masih membayangi, inovasi ini menjadi angin segar bagi industri teknologi yang mendambakan perangkat yang lebih intuitif dan kontekstual. Akankah OpenAI berhasil menggulingkan dominasi pemain lama seperti Alexa dan Google Home di tahun 2027 nanti? Keberhasilan proyek ini akan menjadi pembuktian apakah kecerdasan buatan benar-benar mampu menjadi asisten personal yang fungsional sekaligus menyatu secara harmonis dalam ruang privasi kita. Waktu yang akan menjawab seiring dengan semakin dekatnya kita pada era di mana AI memiliki "tubuh" fisiknya sendiri.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.



(AA/ZA)

Share :