.jpg)
Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi
Teknologi.id - Smartphone kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari urusan pekerjaan, belanja online, hingga transaksi uang. Karena fungsinya yang sangat penting, perangkat ini menyimpan segudang data sensitif seperti kontak, detail akun, hingga informasi login bank. Namun, tingginya aktivitas online juga membuat perangkat ini rentan terhadap serangan virus, yaitu sejenis malware yang mampu mereplikasi diri dan menyebar ke seluruh sistem.
Dampaknya tidak main-main. Virus tidak hanya mengganggu kinerja perangkat, tetapi juga membahayakan informasi pribadi Anda demi keuntungan finansial para peretas. Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme virus ini merusak HP kita dari dalam?
Mekanisme Infeksi: Bagaimana Virus Masuk dan Menetap?
Proses masuknya virus dimulai dari celah-celah keamanan yang sering diabaikan pengguna. Biasanya, virus masuk melalui link mencurigakan di email atau SMS, aplikasi yang tidak terverifikasi, atau jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman. Begitu berhasil masuk, virus akan mengeksploitasi kerentanan pada sistem operasi atau aplikasi yang terpasang.
Setelah menempel pada sistem, virus mulai melakukan proses "integrasi". Mereka menggandakan diri dan memodifikasi bagian-bagian tertentu software agar bisa mengakses berbagai fitur HP tanpa diketahui. Proses ini sering kali terjadi di latar belakang (background processes), sehingga pengguna tidak langsung menyadari perangkatnya sedang dimanipulasi.
Baca juga: Ingin Libur dan Cuti Tenang? Simak 7 Tips Agar WhatsApp Tak Terlihat Aktif!
Perbedaan Ancaman pada iOS dan Android

Foto: DEV
Setiap sistem operasi memiliki cara berbeda dalam menangani ancaman malware. iPhone (iOS) dikenal memiliki pertahanan tinggi karena desain sistemnya yang membatasi interaksi antar-aplikasi, sehingga ruang gerak virus menjadi sangat sempit. Namun, keamanan ini akan hancur jika pengguna melakukan jailbreak (proses eksploitasi kelemahan perangkat) untuk memasang aplikasi pihak ketiga.
Sebaliknya, Android lebih sering menjadi target karena sifatnya yang terbuka (open-source). Meskipun dirancang dengan keamanan siber yang mumpuni, kebebasan pengguna Android untuk memasang aplikasi dari toko aplikasi selain Google Play Store memberikan peluang lebih besar bagi virus untuk menyusup ke dalam sistem.
Jenis Virus dan Gejala yang Muncul
Terdapat berbagai jenis ancaman yang harus diwaspadai, mulai dari Adware yang membombardir iklan, Spyware yang mengintip aktivitas penjelajahan, hingga Ransomware yang mengunci data pribadi untuk meminta uang tebusan. Ada pula Trojan yang secara licik menyamar sebagai aplikasi bermanfaat untuk mengambil alih kendali perangkat.
Pengguna dapat mengenali infeksi virus melalui tujuh tanda utama:
- Munculnya Iklan Pop-up atau Aplikasi Asing: Jika Anda tiba-tiba melihat aplikasi yang tidak pernah diunduh atau iklan yang muncul secara berlebihan, segera hapus aplikasi tersebut.
- Suhu HP Menjadi Sangat Panas: Malware memaksa perangkat bekerja lebih keras di luar kapasitas normal, sehingga menyebabkan komponen internal mengalami overheating.
- Pesan Misterius ke Kontak: Jika kontak Anda menerima pesan scam atau link mencurigakan dari akun Anda, tandanya virus telah mengakses data kontak.
- Performa Sangat Lambat: Perangkat merespons dengan lamban karena sumber daya sistem dikuras untuk menjalankan aktivitas virus di latar belakang.
- Transaksi Keuangan Mencurigakan: Adanya tagihan kartu kredit atau transaksi yang tidak dikenali merupakan indikasi bahwa data finansial Anda telah bocor.
- Lonjakan Penggunaan Data: Virus menggunakan koneksi internet Anda untuk mengirim data keluar ke server hacker, yang menyebabkan kuota internet cepat habis.
- Baterai Boros secara Tidak Wajar: Energi baterai terkuras habis untuk memenuhi kebutuhan aktivitas virus yang berjalan tanpa henti.
Baca juga: Jangan Sampai Rusak! Berikut Tips Jaga Gadget di Musim Hujan
Langkah Deteksi dan Pembersihan
Untuk mendeteksi ancaman, pengguna iPhone bisa mengecek penggunaan baterai dan penyimpanan di pengaturan untuk melihat aktivitas aplikasi yang mencurigakan. Sedangkan pengguna Android dapat memanfaatkan fitur Google Play Protect untuk memindai aplikasi atau melakukan reboot ke Safe Mode guna menonaktifkan aplikasi pihak ketiga yang bermasalah.
Jika virus ditemukan, segera lakukan pembersihan total. Hapus aplikasi asing, bersihkan cache browser, dan hapus pesan teks sensitif. Dalam beberapa kasus berat, pengguna mungkin perlu melakukan Factory Reset untuk mengembalikan HP ke pengaturan awal, namun pastikan data penting sudah dicadangkan di cloud. Setelah HP bersih, segera buat kata sandi baru yang kuat dan gunakan bantuan password manager.
Tips Melindungi Perangkat dari Serangan
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pastikan Anda hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya seperti Google Play Store atau Apple App Store. Selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi Anda karena pembaruan tersebut sering kali berisi security patches terhadap ancaman terbaru.
Selain itu, bersikaplah waspada sebelum mengklik link apa pun dan batasi izin akses (permission) aplikasi hanya pada data yang benar-benar dibutuhkan. Hindari menyimpan informasi login otomatis di browser dan selalu gunakan VPN saat terpaksa menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Dengan menjaga kebersihan digital, smartphone Anda akan tetap menjadi alat yang aman untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(yna/sa)