Google Chrome Terapkan Fitur Keamanan Baru: Pemindaian File Terenkripsi

Zoyabelle Ratu Arbian . July 26, 2024

Google Chrome Terapkan Fitur Keamanan Baru: Pemindaian File Terenkripsi
Foto: 108 ideaspace

Teknologi.id - Google Chrome baru-baru ini mengeluarkan peringatan baru kepada pengguna terkait praktik pemindaian file yang dienkripsi. Peringatan ini muncul setelah Google memutuskan untuk memperbarui sistem perlindungan "Safe Browsing" mereka.

Pembaruan ini mencakup pemindaian file yang dilindungi kata sandi, sebuah langkah yang memicu perdebatan mengenai privasi dan keamanan data pengguna.

Pembaruan Sistem Safe Browsing

Dalam artikel yang diterbitkan oleh Ars Technica, dijelaskan bahwa Google telah merombak sistem Safe Browsing mereka dengan tujuan meningkatkan keamanan pengguna. Pembaruan ini memungkinkan Chrome untuk memindai file yang dilindungi kata sandi dan file terenkripsi lainnya. Langkah ini diambil untuk mendeteksi ancaman yang mungkin tersembunyi dalam file-file tersebut, seperti malware atau perangkat lunak berbahaya lainnya.

Google mengeklaim bahwa peningkatan ini adalah bagian dari upaya mereka untuk melindungi pengguna dari serangan siber yang makin canggih. Dengan memindai file yang dilindungi kata sandi, Google berharap dapat mencegah penyebaran malware yang menggunakan enkripsi sebagai metode untuk menyembunyikan diri dari pemindaian tradisional.

Sebagai tim dari Google, Jasika Bawa, Lily Chen, Daniel Rubery, mengungkapkan bahwa tidak semua deep scan dilakukan secara otomatis. Pencurian cookie biasanya dikemas dalam arsip terenskripsi seperti file .zip, .7z, atau .rar, yang dilindungi oleh kata sandi, yang menyembunyikan konten file dari deteksi Safe Browsing. Dengan itu mereka menciptakan dua mekanisme perlindungan yang disesuaikan dengan Safe Browsing yang dipilih pengguna Chrome. 

Baca Juga : Meski Bisa Diakses Gratis, Ternyata Begini Cara Google Maps Dapatkan Cuan

Penyerang siber sering menyediakan kata sandi untuk arsip terenkripsi di tempat unduhan atau dalam nama file unduhan. Bagi pengguna Enhanced Protection, unduhan arsip terenkripsi yang mencurigakan akan meminta pengguna memasukkan kata sandi file dan mengirimkannya bersama file ke Safe Browsing untuk pemindaian mendalam. File yang diunggah berikut dengan kata sandi akan dihapus setelah pemindaian, lalu data tersebut digunakan oleh Safe Browsing untuk meningkatkan perlindungan unduhan ke depannya.

Dalam mode Standar Protection Chrome, jika pengguna mengunduh arsip terenkripsi yang mencurigakan, mereka akan diminta memasukkan kata sandi file. Namun, dalam mode ini, file dan kata sandi tetap berada di perangkat lokal, dan hanya metadata arsip yang diperiksa oleh Safe Browsing.

Perlindungan tetap ada jika Safe Browsing telah mengidentifikasi dan mengkategorikan malware sebelumnya.Implikasi KeamananPembaruan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas perlindungan kata sandi dan enkripsi. Jika Google dapat memindai file yang dilindungi kata sandi, apakah ini berarti enkripsi tersebut tidak seaman yang diharapkan? Para ahli keamanan mengingatkan bahwa enkripsi masih merupakan alat yang sangat efektif untuk melindungi data, namun penting untuk selalu memperbarui metode dan praktik keamanan yang digunakan.

Selain itu, pengguna diingatkan untuk selalu waspada terhadap file yang mereka terima, terutama yang berasal dari sumber yang tidak dikenal. Meskipun Google berupaya melindungi pengguna dari ancaman, langkah-langkah pencegahan tambahan seperti memverifikasi sumber file dan menggunakan perangkat lunak keamanan tambahan tetap sangat dianjurkan.

Peringatan baru dari Google Chrome mengenai pemindaian file yang dienkripsi menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara keamanan dan privasi. Sementara tujuan utama dari langkah ini adalah untuk melindungi pengguna dari ancaman yang makin canggih, kekhawatiran mengenai privasi tidak bisa diabaikan.

Pengguna diharapkan untuk tetap waspada dan memahami implikasi dari pembaruan ini, serta mengambil langkah-langkah tambahan untuk melindungi data mereka. Pada akhirnya, keputusan Google untuk memindai file yang dilindungi kata sandi menunjukkan betapa pentingnya terus mengembangkan dan memperbarui praktik keamanan dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Baca berita dan artikel lainnya di : Google News

Share :