
Teknologi.id – Huawei resmi meluncurkan Mate XT2 Ultimate Design di China pada 7 September 2026. Smartphone ini menjadi penerus Huawei Mate XT dan kembali membawa konsep tri-fold, yaitu ponsel dengan layar yang bisa dilipat dua kali hingga berubah menjadi perangkat berukuran seperti tablet.
Bukan cuma mengandalkan layar lipat tiga, Huawei juga memberikan sejumlah peningkatan pada Mate XT2, mulai dari chipset, kamera, baterai, hingga ketahanan bodi.
Harga Huawei Mate XT2 di China dibanderol mulai 19.999 yuan atau sekitar Rp52,7 juta. Sementara varian paling tinggi dengan penyimpanan 2 TB dan aksesori stylus dibanderol 29.999 yuan, yang jika dikonversikan mencapai sekitar Rp79 juta.
Penjualan perdana Huawei Mate XT2 dijadwalkan berlangsung di China pada 12 September 2026. Sampai saat ini, Huawei belum mengumumkan jadwal peluncuran global maupun ketersediaannya di Indonesia.
Baca juga: Harga iPhone Lipat Bocor, Varian 1 TB Disebut Tembus Rp60 Juta
Huawei Mate XT2 Punya Layar 10,2 Inci

Salah satu daya tarik utama Huawei Mate XT2 adalah desain tri-fold. Dalam kondisi tertutup, ponsel ini memiliki layar OLED LTPO berukuran sekitar 6,5 inci dengan resolusi 2.442 x 1.140 piksel.
Ketika dibuka seluruhnya, dua lipatan pada bodinya terbentang dan menghasilkan layar berukuran 10,2 inci dengan resolusi 2.232 x 3.184 piksel.
Dengan ukuran tersebut, Mate XT2 dapat digunakan seperti tablet ketika layar dibuka sepenuhnya. Pengguna juga bisa memakainya dalam beberapa mode sesuai kebutuhan.
Layar bagian luar mendukung refresh rate adaptif hingga 120 Hz. Untuk layar utama, versi standar mendukung refresh rate hingga 90 Hz, sedangkan varian dengan privacy screen dapat mencapai 120 Hz.
Bodinya Tipis Meski Punya Tiga Layar
Huawei Mate XT2 memiliki desain yang cukup ekstrem untuk sebuah smartphone.
Saat layar dibuka, ketebalan masing-masing bagian berada di kisaran 3,5-4 mm. Sementara ketika perangkat dilipat sepenuhnya, ketebalannya sekitar 12,3 mm.
Bobotnya berada di kisaran 299 gram.
Huawei juga menggunakan sistem lipatan baru yang membuat layar lebih terlindungi ketika perangkat ditutup. Layar fleksibel menggunakan ultra-thin glass (UTG), sedangkan layar bagian luar dilindungi kaca Kunlun.
Huawei mengklaim ketahanan jatuh layar luar meningkat hingga 30 kali dibanding generasi sebelumnya. Ketahanan benturan layar bagian dalam juga meningkat hingga 200 persen, sementara ketahanan engsel diklaim naik 90 persen.
Mate XT2 juga memiliki sertifikasi IP58 dan IP59 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Ditopang Chipset Kirin 9050 Pro
Untuk performa, Huawei Mate XT2 menggunakan chipset terbaru Kirin 9050 Pro.
Chipset tersebut dipadukan dengan RAM 16 GB dan beberapa pilihan penyimpanan internal, mulai dari 256 GB hingga 2 TB.
Smartphone ini menjalankan HarmonyOS 7.0.
Huawei juga mengembangkan arsitektur LogicFolding pada Mate XT2 untuk meningkatkan efisiensi performa dan konsumsi daya.
Kamera Utama 50 MP dengan Aperture Variabel
Huawei tidak hanya menjadikan desain lipat sebagai nilai jual Mate XT2. Sektor kamera juga mendapatkan perhatian.
Di bagian belakang terdapat tiga kamera, yaitu:
- Kamera utama 50 MP RYYB
- Kamera ultrawide 40 MP
- Kamera telefoto periskop 50 MP
Kamera utama menggunakan sensor berukuran 1/1,28 inci, OIS, serta aperture variabel f/1.49 hingga f/4.0.
Sementara kamera telefoto periskop 50 MP memiliki aperture f/2.2 dan dilengkapi OIS.
Huawei juga membekali kamera Mate XT2 dengan teknologi warna Red Maple generasi ketiga untuk membantu menghasilkan reproduksi warna yang lebih akurat.
Baterai 5.600 mAh dan Fast Charging 66W
Meski memiliki layar yang jauh lebih besar ketika dibuka, Huawei Mate XT2 dibekali baterai 5.600 mAh.
Pengisian dayanya mendukung teknologi Huawei SuperCharge hingga 66W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Ponsel ini juga mendukung reverse wireless charging, sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat lain yang kompatibel.
Baca juga: Huawei Nova 16s Series Resmi Rilis Global, Bawa Kamera 200 MP dan Baterai 7.000 mAh
Ada Fitur EKG untuk Memantau Sinyal Jantung
Salah satu fitur yang cukup menarik pada Mate XT2 adalah dukungan elektrokardiogram (EKG).
Untuk menggunakannya, pengguna dapat membuka perangkat dan memegang kedua sisi frame selama sekitar 30 detik. Sistem kemudian merekam sinyal listrik jantung dan menghasilkan laporan elektrokardiogram.
Fitur ini menjadi salah satu tambahan yang membedakan Mate XT2 dari smartphone lipat biasa.
Harga Huawei Mate XT2 di China
Huawei menawarkan Mate XT2 dalam beberapa konfigurasi. Berikut daftar harganya:
| Varian | Harga |
|---|---|
| 16 GB + 256 GB | 19.999 yuan atau sekitar Rp52,7 juta |
| 16 GB + 512 GB | 21.999 yuan atau sekitar Rp58 juta |
| 16 GB + 1 TB | 23.999 yuan atau sekitar Rp63,2 juta |
| 16 GB + 1 TB Privacy Screen | 24.999 yuan atau sekitar Rp65,9 juta |
| 16 GB + 2 TB Special Edition + stylus | 29.999 yuan atau sekitar Rp79 juta |
Huawei juga menawarkan M-Pen 3 Mini Stylus Set dengan harga 1.199 yuan atau sekitar Rp3,2 juta. Sementara aksesori Mobile Imaging Kit dibanderol 1.499 yuan atau sekitar Rp3,9 juta.
Perlu dicatat, konversi ke rupiah di atas hanya berdasarkan perkiraan kurs dan bukan harga resmi untuk pasar Indonesia.
Huawei Mate XT2 Belum Dipastikan Masuk Indonesia
Untuk saat ini, Huawei baru mengumumkan peluncuran Mate XT2 di China.
Perusahaan belum mengungkap apakah Huawei Mate XT2 akan dirilis secara global, termasuk apakah smartphone tri-fold tersebut nantinya tersedia secara resmi di Indonesia.
Peluncuran Mate XT2 juga datang menjelang acara besar Apple pada 9 September 2026. Kehadiran ponsel tri-fold baru Huawei semakin menarik karena persaingan smartphone layar lipat premium kini semakin ketat.
Huawei sendiri masih menjadi pemain dominan di pasar ponsel lipat China. Reuters melaporkan Huawei menguasai sekitar 68 persen pasar foldable China pada kuartal II 2026.
Dengan layar 10,2 inci, chipset Kirin 9050 Pro, tiga kamera belakang, baterai 5.600 mAh, hingga opsi penyimpanan 2 TB, Huawei Mate XT2 menjadi salah satu smartphone lipat paling ekstrem yang dirilis tahun ini.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)