Canggih! Alat Seukuran PS5 Ini Bawa Internet 25Gbps Lewat Pancaran Cahaya

Wildan Nur Alif Kurniawan . February 25, 2026


Foto: Taara Connect

Teknologi.id – Industri telekomunikasi global kembali dikejutkan dengan sebuah terobosan revolusioner yang berpotensi mengubah lanskap infrastruktur internet masa depan secara radikal. Sebuah perangkat inovatif berukuran ringkas, yang diklaim hanya sebesar konsol permainan PlayStation 5 (PS5), baru saja diperkenalkan dengan janji mampu memberikan konektivitas internet super cepat berkapasitas 25Gbps. Menariknya, alih-alih menggunakan kabel fisik konvensional atau jaringan satelit, perangkat ini mengandalkan pancaran cahaya yang tak kasat mata untuk mentransmisikan data.

Perangkat canggih yang diberi nama Taara Beam ini secara langsung diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi layanan internet satelit Starlink milik miliarder Elon Musk. Dikembangkan oleh Taara, sebuah inisiatif yang lahir dan dibesarkan dari proyek ambisius mantan divisi Google Moonshot (kini berada di bawah naungan Alphabet) perangkat ini hadir untuk menuntaskan kerumitan instalasi kabel dan mengatasi keterbatasan jaringan nirkabel tradisional.

Kecepatan Setara Serat Optik Tanpa Kabel Fisik


Foto: Taara Connect

Selama bertahun-tahun, penyediaan akses internet berkecepatan tinggi yang stabil selalu diidentikkan dengan proses instalasi yang melelahkan. Hal ini umumnya melibatkan gulungan kabel Ethernet yang berserakan atau proses penggalian tanah yang memakan biaya masif untuk menanam kabel serat optik (fiber optic). Taara Beam menawarkan jalan keluar yang sepenuhnya berbeda dari pendekatan tradisional tersebut.

Perangkat ini memanfaatkan teknologi komunikasi optik ruang bebas yang memancarkan berkas cahaya langsung antar-perangkat (titik ke titik). Meski menggunakan medium cahaya, Taara memastikan bahwa teknologi ini sepenuhnya aman dan cahayanya dirancang agar tidak terlihat oleh mata telanjang (invisible to the naked eye). Dengan demikian, operasional perangkat ini dipastikan tidak akan menyebabkan polusi cahaya atau mengganggu penglihatan masyarakat yang melintas di sekitarnya.

Dari segi performa, spesifikasi Taara Beam sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Perangkat ini diklaim mampu menyalurkan kecepatan transfer data hingga 25 Gigabit per detik (Gbps). Angka fantastis ini dengan mudah menyamai, dan dalam berbagai kasus bahkan melampaui, standar kecepatan tertinggi yang ditawarkan oleh koneksi kabel serat optik kelas komersial saat ini.

Baca juga: Starlink Disebut Bakal Masuk Bisnis Smartphone, Ini Bocorannya

Menghancurkan Latensi Starlink secara Telak

Salah satu keunggulan paling mematikan dari Taara Beam terletak pada tingkat latensinya yang sangat rendah. Dalam keterangan resminya, Taara mengungkapkan bahwa perangkat pemancar cahaya ini memiliki latensi hanya sekitar 100 mikrodetik (μs).

Sebagai perbandingan teknis, layanan internet satelit orbit bumi rendah (Low Earth Orbit/LEO) seperti Starlink yang saat ini dianggap sebagai solusi mutakhir untuk area yang sulit dijangkau masih memiliki latensi di kisaran puluhan milidetik. Keunggulan latensi ekstrem yang nyaris tanpa jeda ini menjadikan Taara Beam sangat ideal untuk memproses transfer data masif yang membutuhkan respons seketika (real-time).

Solusi untuk Rintangan Geografis dan Logistik

Dalam ekosistem infrastruktur telekomunikasi, masalah terbesar sering kali bukan pada cara menciptakan internet yang cepat, melainkan bagaimana mengantarkan internet tersebut ke lokasi tujuan tanpa harus merombak tata kota. Pembangunan kabel serat optik membutuhkan izin penggalian parit (trenching) yang memakan waktu lama dan biaya yang membengkak. Di daerah dengan halangan fisik seperti sungai lebar, rel kereta api, jalan tol, atau tanah berbatu, menarik kabel fisik secara harfiah tidak masuk akal secara ekonomi.

Melalui rilis persnya, pihak Taara secara tegas menyatakan bahwa Taara Beam dirancang khusus untuk membawa "kecepatan setara serat optik ke lingkungan di mana infrastruktur tradisional terlalu lambat, terlalu mahal, atau tidak praktis untuk dibangun." Dengan ukuran sebesar PS5, perangkat ini mudah dipasang di atap gedung atau menara telekomunikasi. Selama terdapat garis pandang langsung tanpa halangan di antara dua perangkat, koneksi raksasa dapat langsung terjalin di udara.

Baca juga: Bulan Terancam Jadi Kuburan Satelit Rusak, Peneliti Ingatkan Bahaya Sampah Antariksa

Eksklusif untuk Segmen Komersial

Kendati spesifikasinya sangat menggiurkan bagi para gamer atau pengguna internet rumah yang mendambakan koneksi dewa, konsumen ritel harus menahan ekspektasi mereka. Taara secara eksplisit mengonfirmasi bahwa Taara Beam saat ini tidak ditujukan untuk penggunaan perumahan (home use).

Fokus pasar dari perangkat ini ditargetkan secara eksklusif untuk pelanggan korporasi dan institusional skala besar. Pangsa pasar utamanya meliputi penyedia layanan jaringan (network providers), fasilitas pusat data (data centers), serta area kampus pendidikan yang sangat luas. Dalam skenario penerapannya, perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan Taara Beam sebagai "jembatan" utama (backhaul) untuk menyeberangkan koneksi internet berkapasitas raksasa melewati rintangan geografis, yang nantinya akan dipecah dan didistribusikan kepada masyarakat umum melalui menara pemancar seluler (5G) atau jaringan Wi-Fi lokal.



Baca berita dan artikel lainnya di Google News


(wn/sa)

Share :