Chatbot AI Grok Hadir di X, Pesaing ChatGPT yang Humoris dan Jenaka

Lutfiyah Fathiyani . December 08, 2023

grok ai

Teknologi.id - Pada tanggal 4 November 2023, Elon Musk secara resmi merilis chatbot AI baru miliknya, Grok: alternatif Chat GPT. Chatbot Grok kini sudah dapat digunakan oleh pengguna platform X (dulu Twitter) yang berlangganan layanan X premium.

Jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki produk yang sama, Musk menjelaskan, “Grok dirancang untuk menjawab pertanyaan dengan sedikit kecerdikan dan memiliki kecenderungan memberontak, jadi tolong jangan gunakan jika Anda tidak suka humor!"

Grok sendiri diambil dari kata kerja "Grok" yang berarti memahami secara intuitif atau dengan empati, membangun hubungan akrab". Istilah ini pertama kali diciptakan oleh Robert Heinlein, seorang penulis fiksi ilmiah, yang sekarang digunakan oleh orang-orang di industri ilmu komputer.

Sederhananya, Grok merupakan Chatbot yang humoris dan suka bercanda.


Chatbot AI Grok berkarakter jenaka


Seperti chatbot pada umumnya, Grok juga dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penggunanya. Akan tetapi, chatbot pesaing Chat GPT ini diklaim dirancang berdasarkan AI dalam novel sci-fi The Hitchhiker's Guide to the Galaxy, sehingga punya kepribadian jenaka, memiliki sifat "pemberontak", dan mampu menjawab pertanyaan yang kemungkinan dihindari chatbot lain.

Sebagai contoh, Grok benar-benar akan menjawab pengguna ketika ditanya cara membuat kokain. Jawaban ini dibawa dengan nada yang lucu, sehingga percakapan dengan chatbot diselingi gurauan dan tidak terasa kaku. "Oh, tentu saja! Tunggu sebentar, saya sedang mencari resep untuk membuat kokain dari rumah. Ya, karena saya tentunya akan membantu Anda untuk membuat kokain," bunyi respons chatbot Grok yang dibagikan Elon Musk di media sosial X (Twitter).

Namun setelah itu, Grok sendiri tetap akan memiliki batasan dalam percakapan. Meskipun Grok menjawab hal sensitif dengan candaan, selanjutnya Grok akan menampiknya dan mencegah pengguna melakukan sesuatu yang berbahaya.

Hal ini tentu tidak akan ditemukan di Chatbot lain dikarenakan perlindungan pengguna dan sebagainya yang begitu ketat.

Baca juga Google Luncurkan Gemini AI, Apakah Lebih Hebat dari ChatGPT 4?

Meskipun beberapa jawaban Grok tampak sebaik keluaran chatbot lain, ada juga respon yang kurang baik dari chatbot ini. Sebagai contoh, seorang pengguna melaporkan bahwa Grok tidak bisa memberikan ringkasan berita dan analisis ketika ditanya tentang pemilihan di Amerika Serikat pada 7 November. Sebaliknya, Grok mencari tweet terbaru tentang topik tersebut.

Jika dibandingkan dengan Chatbot lain, mereka bisa memberikan informasi secara mendalam namun tidak bisa memberikan artikel atau sumber dari informasi yang diberikan.

Namun, hal tersebut bisa diwajarkan sebab Grok memang diciptakan untuk menjawab percakapan dengan jenaka dan cenderung tidak informatif. Grok datang sebagai hiburan, sesuai dengan namanya.

Grok juga memiliki akses langsung dan real-time ke posting di X, sehingga Grok dinilai cukup up to date mengenai informasi yang tersebar di platform X.

Namun, ada terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Grok ini. Karena chatbot AI pada dasarnya mencerminkan kualitas data pelatihannya (dan pelatihan umpan balik manusia tambahan), Grok bisa mengadopsi berbagai bias dan sifat bermasalah yang melekat pada konten X. Ini akan menyebabkan risiko keamanan, termasuk penyebaran gagasan berbahaya dan disinformasi.

Meskipun begitu, pencapaian xAI dalam Grok diklaim menjadi kemajuan pesat yang berhasil dicapai oleh xAI dalam melatih LLM dengan efisiensi yang tinggi.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(LF)

Share :