Artificial Intelligence Battle Royale: OpenAI vs Stability AI

Hayuni Alfiana P. . April 03, 2023

Artificial Intelligence Battle Royale. Foto: Analytics India Magazine

Teknologi.id - Stability AI sedang mencari dana besar guna mendukung dan mengembangkan alat AI-nya untuk melawan popularitas OpenAI yang melonjak drastis berkat kehadiran ChatGPT.

Baru-baru ini, OpenAI dan Stability AI menjadi topik pembicaraan hangat dalam dunia teknologi. Banyak orang mengetahui tentang tambahan terbaru di Alverse, yaitu ChatGPT, yang menjadi viral setelah diluncurkan pada akhir tahun 2022. Sekarang, kedua perusahaan tersebut sedang mengalami perkembangan signifikan dalam bidang kecerdasan buatan. Kabarnya, OpenAI sedang dalam perjalanan untuk meningkatkan pendanaan besar-besaran dalam upaya melawan musuh bebuyutannya.

Sekarang ini, OpenAI dapat dikatakan unggul atas pesaing terdekatnya, Stability AI, terutama karena popularitas ChatGPT yang begitu melejit. Sejak diluncurkan, ChatGPT memang menjadi perbincangan hangat. Di satu sisi, teknologi ini menciptakan gelombang kejutan di seluruh dunia karena kemungkinan adanya chatbot AI yang bisa mengambil alih pekerjaan manusia di masa depan.

Baca Juga: Manfaatkan AI Jadi Peluang Bisnis: 5 Ide Bisnis Baru Menggunakan GPT-4 OpenAI

Namun dengan berlalunya waktu, orang mulai menyadari bahwa hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Sebab, AI tidak dapat menawarkan kreativitas dan pemikiran kritis. 

Popularitas yang melonjak, membuat masyarakat berpikir bahwa OpenAI bisa bersantai sejenak sembari menikmati keuntungan dari ChatGPT. Sayangnya tidak begitu, sebab pesaing mereka Stability AI kembali menantang hegemoninya. Apalagi pertarungan keduanya semakin sengit dengan penggunaan teknologi yang ditingkatkan.

Yap, dalam dunia teknologi selalu ada pengembangan yang terus ditingkatkan membuat para pengusaha dibidang tersebut harus kembali memikirkan kreativitas apa untuk mempertahankan kredibilitas mereka. Sama halnya dengan OpenAi dan Stability AI, keduanya menunjukkan bahwa tak ada yang unggul dan mengungguli, hanya perihal waktu saja yang menentukan produk mana yang kembali melonjak. Dan untuk saat ini, ChatGPT lah pemenangnya. 

Belum cukup rasanya untuk berpuas diri, OpenAI sedang merencanakan pengembangan baru yang akan disebut ChatGPT Plus. Versi Plus tersebut akan menarik pembayaran alias tidak gratis. Lonjakan ChatGPT juga menjadi topik yang meningkat di internet, banyak pencarian di Google perihal "Bagaimana cara menggunakan ChatGPT?" dan "Penggunaan terbaik ChatGPT". Hal itu menunjukkan antusian masyarakat dalam menyambut teknologi baru dari OpenAI.

Selain ChatGPT, Dall-E 2 dari OpenAI juga banyak diminati. Dall-E 2 dapat membuat gambar realistis dan seni dari deskripsi dalam bahasa alami, menunjukkan peningkatan yang lebih baik ketimbang Stable Diffusion dari Stability AI, yang sama-sama dikhususkan untuk membuat gambar digital.

Baca Juga: Ini 10 Generator Seni AI Terbaik Edisi Maret 2023

Selalu melakukan pengembangan, pada Januari lalu OpenAI telah menandatangani kesepakatan investasi multi-tahun baru dengan Microsoft, yang memungkinkannya untuk memperkuat kekuatannya dan semakin mengonsolidasikan kepemimpinannya atas Stability AI. 

Namun, dalam upaya baru untuk menimbulkan tantangan seriun bagi OpenAI dan menyeretnya kembali dari posisi terdepan, Stability AI yang berbasis di London telah memutuskan untuk melakukan penggalangan dana besar-besaran dengan penilaian 4 miliar dolar AS. Bagi yang belum mengetahui, perusahaan AI ini berhasil mencapai status unicorn setelah mengumpulkan 101 juta dolar AS dari pasar dengan waktu beberapa bulan saja. Tentu Stability AI menjadi pesaing yang sulit ditaklukan.

Kemudian pada bulan Oktober lalu, perusahaan tersebut masih bernilai 1 miliar dolar AS. Oleh karena itu, hanya dalam waktu hampir lima bulan, penilaian Stability AI telah melonjak empat kali lipat. Perolehan tersebut cukup mencengangkan sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di dunia AI pada tahun ini jauh lebih kejam dan sengit.

Sekadar informasi, Stability AI sudah mempunyai sejumlah investor yang kuat, seperti Coatue Management dan Lightspeed Venture Partners. Meskipun OpenAI berhasil menggandeng Microsoft, namun dua investor tersebut jelas tidak bisa dianggap angin lalu.

Pada Januari kemarin, Bloomberg membocorkan informasi bahwa perusahaan raksasa teknologi Microsoft telah menyetujui langkah besar untuk berinvestasi sebesar 10 miliar dolar AS di OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT. Lain halnya dengan Stability AI yang berencana meluncurkan "Blitzkrieg" dengan mencari dana baru lewat penilaian pemasukan dana yang empat kali lebih tinggi pada lima bulan lalu. 

Stability AI juga terus mengembangkan produknya, Stable Diffusion, yang memungkinkan orang untuk mendapatkan gambar realistis atau surealistik hanya dengan mengetik deskripsi gambar, lebih baik daripada yang lain (Dall-E dan Dall-E 2). 

Baca Juga: Cara Membuat Gambar dari Bing dengan AI DALL-E 2 Gratis, Gampang Banget!

Dall-E diluncurkan pada Januari 2021, sedangkan Dall-E 2 hadir setahun kemudian dengan pengembangan yang sudah disempurnakan untuk menghasilkan gambar yang lebih realistis dan akurat lewat resolusi yang ditawarkan 4x lebih besar. Menariknya, nama Dall-E di ambil berdasarkan karakter robot animasi Pixar Wall-E dan seniman surealis terkenal, Salvador Dali.

Memang masih perlu ditinjau bagaimana Stable Diffusion berhasil mengubah dirinya dalam gaya, mempertanyakan supermasi Dall-E, juga bagaimana pengaruhnya terhadapa persamaan keseluruhan AI-verse. Karena pertarungan OpenAI vs Stability AI sudah memasuki level serius. Akankah Stability AI dapat mendobrak pencapaian OpenAI? 

Sementara itu, di sisi lain ada Alphabet, Amazon.com, dan Meta Platforms yang sedang berusaha keras untuk membuat terobosan serius ke dunia AI. Tapi saat ini, tentu saja jelas OpenAI vs Stability AI masih sulit ditembus atau bahkan masih butuh usaha yang serius untuk bergabung dalam pertarungan mereka.

(hap)

Share :