Jangan Beli Baru! Panduan Mudah Ganti Baterai Apple AirTag Sendiri dalam 2 Menit

Wildan Nur Alif Kurniawan . February 05, 2026


Foto:  Eraspace

Teknologi.id 
Apple AirTag telah menjadi penyelamat bagi banyak orang pelupa di seluruh dunia. Mulai dari kunci motor, dompet, hingga koper saat traveling, benda kecil berbentuk koin ini memastikan barang berharga kita selalu terlacak. Namun, seperti semua perangkat elektronik, AirTag memiliki "nyawa" yang terbatas—baterainya.

Biasanya, setelah satu tahun penggunaan, pengguna iPhone akan mulai mendapatkan notifikasi yang berbunyi: "AirTag Battery is Low" (Baterai AirTag Lemah). Banyak pengguna awam yang panik, mengira perangkat mereka rusak, atau bahkan berpikir untuk membeli AirTag baru seharga ratusan ribu rupiah.

Tunggu dulu! AirTag dirancang dengan sangat brilian agar baterainya bisa diganti sendiri oleh pengguna (user-replaceable) dengan biaya kurang dari Rp 20.000. Berikut adalah panduan komprehensif cara melakukannya dengan aman dan benar.

1. Persiapan: Mengenal Jenis Baterai (Peringatan Penting!)


Foto: lithium Battery

Sebelum Anda mulai membuka cangkang AirTag, Anda harus membeli baterai pengganti yang tepat. AirTag menggunakan baterai koin lithium standar tipe CR2032 3-volt. Baterai ini sangat umum ditemukan di minimarket atau toko jam.

Peringatan Krusial (Soal Lapisan Pahit): Di tahun-tahun belakangan ini, produsen baterai (seperti Duracell) menambahkan lapisan "bitterant coating" (lapisan berasa pahit) pada baterai koin CR2032. Tujuannya mulia: mencegah anak kecil menelan baterai tersebut karena rasanya yang tidak enak.

Namun, Apple secara resmi memperingatkan bahwa baterai CR2032 dengan lapisan pahit mungkin TIDAK BERFUNGSI di AirTag. Lapisan pelindung tersebut sering kali menghalangi konduktivitas listrik antara kutub baterai dan terminal kontak di dalam AirTag.

  • Tips: Saat membeli baterai, cari kemasan yang tidak mencantumkan label "Baby Secure" atau "Bitter Taste". Atau jika terlanjur membeli yang berlapis, Anda mungkin perlu membersihkan permukaannya dengan alkohol isopropil terlebih dahulu, meskipun ini tidak selalu menjamin keberhasilan.

Baca juga: Apple AirTag 2 Resmi Rilis! Ini 5 Fitur Canggih yang Bikin Kamu Wajib Upgrade

2. Langkah Demi Langkah: Operasi Bedah AirTag


Foto: iFixit

Mengganti baterai AirTag tidak memerlukan obeng atau alat khusus. Desainnya murni mengandalkan mekanisme putar-dan-kunci (twist-and-lock).

Langkah 1: Posisi yang Benar Pegang AirTag dengan sisi besi mengkilap (stainless steel) menghadap ke atas, dan sisi putih plastik menghadap ke bawah. Pastikan tangan Anda kering dan tidak berminyak agar tidak licin saat memutar.

Langkah 2: Tekan dan Putar Gunakan dua jempol Anda. Tekan penutup besi tersebut ke bawah secara merata, lalu sambil tetap menekan, putar penutup tersebut berlawanan arah jarum jam (counter-clockwise). Anda hanya perlu memutar sedikit hingga penutup terasa lepas dari kuncinya.

Langkah 3: Lepaskan Baterai Lama Angkat penutup besi dan sisihkan. Anda sekarang akan melihat baterai CR2032 yang lama. Congkel baterai tersebut keluar. Ini adalah saat yang tepat untuk membersihkan bagian dalam AirTag dari debu halus menggunakan kain mikrofiber kering, tapi hati-hati jangan sampai merusak komponen elektronik di dalamnya.

Langkah 4: Masukkan Baterai Baru Ambil baterai CR2032 baru yang sudah disiapkan. Masukkan ke dalam slot dengan posisi Sisi Positif (+) menghadap ke atas (ke arah Anda). Biasanya sisi positif ini adalah sisi yang ada tulisannya.

Langkah 5: Dengarkan "Nyanyian" Kehidupan Ini adalah indikator paling penting. Begitu baterai menyentuh kontak di dasar AirTag, perangkat akan mengeluarkan bunyi "Ting!" yang khas.

  • Penting: Jika tidak ada suara, berarti baterai tidak terpasang dengan benar, baterai tersebut mati, atau lapisan pahitnya menghalangi arus listrik. Jangan lanjutkan menutup cover jika belum ada bunyi ini.

Langkah 6: Tutup Kembali Pasang kembali penutup besi. Pastikan tiga kaki kecil pada penutup sejajar dengan tiga slot pada badan AirTag. Tekan ke bawah hingga merata, lalu putar searah jarum jam (clockwise) sampai terkunci rapat dan tidak bisa diputar lagi.

3. Memverifikasi Status Baterai di iPhone

Setelah fisik AirTag tertutup rapat, saatnya mengecek secara digital. Buka aplikasi Find My (Lacak) di iPhone Anda.

  1. Masuk ke tab Items (Barang).

  2. Pilih nama AirTag yang baru saja Anda ganti baterainya.

  3. Periksa indikator baterai. Jika ikon baterai merah (Low Battery) sudah hilang, selamat! Anda berhasil.

4. Menjaga Ketahanan Air (Water Resistance)

Satu hal yang sering dilupakan adalah soal ketahanan air. AirTag memiliki sertifikasi IP67 (tahan cipratan air dan debu). Saat Anda membuka dan menutup kembali penutup baterai, pastikan Anda menekannya dengan cukup kuat hingga benar-benar rapat. Jika penutupnya longgar, segel karet di dalamnya tidak akan bekerja maksimal, dan AirTag Anda berisiko rusak jika kehujanan atau tercebur ke genangan air.

Baca juga: Cara Menggunakan Find My AirTag iPhone dengan Ormo Cart Smart

5. Limbah Baterai: Jangan Buang Sembarangan

Sebagai pengguna teknologi yang bijak di tahun 2026, kita harus peduli lingkungan. Baterai koin lithium adalah limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Jangan membuangnya di tempat sampah dapur biasa karena bisa memicu kebakaran di tempat pembuangan akhir atau mencemari tanah. Kumpulkan baterai bekas Anda dan serahkan ke tempat pengumpulan limbah elektronik (e-waste) yang kini sudah banyak tersedia di pusat perbelanjaan atau toko elektronik besar.

Mengganti baterai AirTag adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap pengguna Apple. Hanya dengan modal baterai seharga Rp15.000-Rp25.000 dan waktu dua menit, Anda bisa memperpanjang usia perangkat pelacak Anda selama satu tahun lagi. Tidak perlu antre di pusat servis, dan tidak perlu membeli unit baru.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(WN/ZA)

Share :