.jpg)
Foto: siakapkeli.my
Teknologi.id – Raksasa teknologi Apple baru saja mengalami kendala teknis yang cukup serius pada sejumlah layanan digital utamanya. Sejak beberapa waktu terakhir, para pengguna perangkat iPhone, iPad, hingga Mac di berbagai belahan dunia melaporkan adanya gangguan akses massal yang membuat layanan populer seperti App Store tidak dapat digunakan secara normal. Masalah ini pun dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, di mana para pengguna mengeluhkan kegagalan sistem saat mencoba mengunduh aplikasi maupun melakukan transaksi digital.
Gangguan ini tidak hanya terjadi secara lokal di Indonesia, namun dilaporkan melanda pengguna secara global. Keluhan mulai bermunculan ketika pengguna mendapati pesan error saat membuka etalase aplikasi digital milik Apple tersebut. Mengingat ekosistem Apple yang sangat terintegrasi, lumpuhnya satu layanan utama sering kali berdampak domino pada fungsionalitas perangkat lainnya, yang kemudian memicu kekhawatiran terkait stabilitas server penyedia layanan asal Cupertino tersebut.
Kronologi Lumpuhnya Akses Digital pada Perangkat Apple
Berdasarkan pantauan pada situs pemantau layanan digital, DownDetector, laporan kendala mulai melonjak drastis saat pengguna secara serentak mendapati layanan App Store mendadak lumpuh dan tidak bisa memuat konten sama sekali.
Pengguna yang mencoba mengakses layanan tersebut sering kali hanya mendapati layar kosong dengan ikon pemuatan (loading) yang lama atau muncul notifikasi berbunyi "Cannot Connect to App Store". Pesan error ini muncul secara konsisten baik saat pengguna menggunakan koneksi data seluler maupun jaringan Wi-Fi.
Baca juga: Resmi! Apple Gandeng Google, Gemini Bakal Jadi Otak AI Baru Siri
Gangguan massal ini terpantau dimulai pada jam-jam sibuk, yang tentu sangat berdampak bagi para pengembang aplikasi yang sedang meluncurkan pembaruan, maupun bagi pengguna harian yang membutuhkan akses cepat ke aplikasi pendukung produktivitas.
Dalam pantauan di media sosial, banyak pengguna yang awalnya mengira bahwa masalah tersebut bersumber dari koneksi internet pribadi atau kerusakan pada perangkat mereka. Namun, seiring dengan banyaknya keluhan serupa dari berbagai negara yang muncul secara bersamaan, dapat dipastikan bahwa kendala berada pada sisi server pusat milik Apple.
Dampak pada Ekosistem Apple dan Status Pemulihan Layanan
.png)
Foto: tangkapanlayar/apple.support.systemstatus
Lumpuhnya App Store ternyata hanyalah puncak dari gunung es. Gangguan ini berdampak luas pada berbagai layanan dalam ekosistem Apple lainnya. Tercatat layanan seperti Apple Music, Apple TV+, Apple Arcade, hingga Apple Books ikut mengalami perlambatan akses atau bahkan terhenti total.
Selain layanan hiburan, fitur fungsional seperti sinkronisasi data pada iCloud dan layanan Find My juga dilaporkan tersendat, yang sempat menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data dan pelacakan perangkat.
Bahkan, beberapa layanan administratif seperti Apple Business Manager dan Apple School Manager turut terdampak, sehingga mengganggu alur kerja di sektor perkantoran dan pendidikan yang menggunakan perangkat Apple secara kolektif.
Melalui laman resmi Apple System Status, indikator yang biasanya berwarna hijau sempat berubah menjadi kuning dan merah pada banyak poin layanan, yang menandakan terjadinya outage atau pemutusan layanan secara signifikan di infrastruktur Apple.
Baca juga: Siap-siap! Apple Bakal Perbanyak Iklan di App Store Mulai Tahun Depan
Namun, bagi para pengguna yang masih merasa khawatir, kabar baik datang pada hari ini. Kamis, 22 Januari 2026 pukul 14.38 WIT, Apple mengonfirmasi bahwa seluruh kendala teknis yang terjadi pada server mereka telah berhasil ditangani sepenuhnya.
Melalui pembaruan di laman dukungannya, status semua layanan kini telah kembali normal dengan indikator berwarna hijau. Pengguna kini sudah bisa kembali mengunduh aplikasi, melakukan sinkronisasi iCloud, serta menikmati layanan streaming tanpa kendala pesan error seperti yang terjadi sebelumnya.
Antisipasi Menghadapi Gangguan Sistem Global
Gangguan pada App Store dan sejumlah layanan Apple lainnya memberikan pengingat bahwa ketergantungan pada layanan berbasis cloud memiliki risiko gangguan teknis yang tidak terduga, seberapa pun besarnya perusahaan tersebut. Meskipun Apple dikenal dengan keandalan sistemnya, insiden ini membuktikan bahwa pemeliharaan infrastruktur global merupakan tantangan yang kompleks dan bisa berdampak luas pada produktivitas pengguna.
Dengan pulihnya seluruh layanan pada hari ini, pengguna dapat kembali beraktivitas secara normal. Namun, sangat disarankan bagi para pemilik perangkat Apple untuk selalu memantau laman resmi Apple System Status secara mandiri jika menemukan kendala serupa di masa mendatang agar tidak terburu-buru melakukan factory reset pada perangkat. Keamanan dan kestabilan data dalam ekosistem digital kini menuntut pengguna untuk lebih literat terhadap informasi gangguan server pusat agar penanganan masalah menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)