
Foto: webmaxy
Teknologi.id – Keamanan data digital menjadi prioritas mutlak bagi para pengguna aplikasi pesan instan. Aplikasi WhatsApp saat ini mendominasi sebagai platform komunikasi digital paling populer di dunia. Popularitas masif ini sayangnya ikut menarik perhatian para peretas dan penipu daring (online). Mereka terus mencari berbagai celah untuk mencuri data pribadi para pengguna.
Pihak pengembang aplikasi sebenarnya tidak pernah tinggal diam dalam menghadapi ancaman siber tersebut. Mereka secara rutin menambahkan berbagai lapisan keamanan baru di dalam sistem operasi. Namun, letak sejumlah fitur keamanan canggih ini sering kali cukup tersembunyi. Pengguna awam jarang menyadari keberadaan opsi perlindungan ekstra ini di dalam menu pengaturan (settings).
Kabar baiknya, terdapat tiga langkah perlindungan mudah untuk langsung meningkatkan pertahanan privasi Anda. Ketiga fitur ini dirancang secara khusus untuk menangkal pelacakan dan pesan sampah (spam).
Blokir Otomatis Pesan Tak Dikenal

Foto: express photo
Fitur perlindungan pertama berkaitan erat dengan sistem penyaringan pesan masuk. Fitur baru ini diberi nama blokir pesan akun tak dikenal (block unknown account messages). Fungsi sistem utamanya adalah menyaring pesan mencurigakan dari nomor telepon asing. Nomor asing ini merujuk pada kontak yang memang belum pernah Anda simpan di buku telepon.
Pesan dari nomor tidak dikenal ini sangat sering membawa niat jahat. Konten pesannya biasanya berkaitan erat dengan modus penipuan daring hingga taktik pencurian data (phishing). Pengaktifan fitur ini akan memberikan wewenang penuh kepada sistem WhatsApp. Sistem kecerdasan buatan dapat membatasi hingga memblokir total pesan dari akun dengan pola aktivitas mencurigakan.
Pemblokiran otomatis ini berjalan sangat efektif jika pesan tersebut dikirimkan secara massal. Pengguna tidak akan lagi merasa terganggu oleh rentetan notifikasi pesan yang tidak penting. Risiko kebocoran data pribadi akibat menekan tautan jebakan juga bisa ditekan secara drastis.
Cara mengaktifkan fitur ini sangatlah mudah dan ringkas. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi WhatsApp di perangkat masing-masing. Selanjutnya, pilih ikon menu pengaturan atau profil (settings/profile). Klik pada opsi privasi (privacy) di dalam daftar menu tersebut. Pilih menu lanjutan (advanced) lalu geser tombol pengaktifan pada opsi terkait.
Baca juga: WhatsApp Uji Fitur Terjemahan Otomatis di Chat, Bisa Dipakai Offline
Pelindung Alamat IP Panggilan
Fitur andalan kedua berfokus penuh pada keamanan jalur komunikasi suara. Fitur ini berfungsi menjaga kerahasiaan privasi pengguna saat melakukan panggilan telepon di dalam aplikasi. Pada pengaturan dasar bawaan pabrik (default), panggilan WhatsApp terhubung secara langsung antar perangkat pengguna. Jalur koneksi langsung ini rupanya memiliki celah kerawanan tersendiri.
Koneksi langsung tersebut berpotensi mengekspos alamat protokol internet (Internet Protocol atau IP) perangkat keras Anda. Alamat IP ini memuat informasi sensitif terkait perkiraan lokasi geografis pengguna. Pengaktifan fitur pelindung ini akan langsung mengubah sistem jalur perutean panggilan tersebut.
Panggilan Anda nantinya akan dialihkan terlebih dahulu melalui peladen (server) pusat milik perusahaan pengembang. Mekanisme ini membuat alamat IP asli Anda tersamar dengan sempurna. Pihak lawan bicara tidak akan bisa melacak jejak lokasi Anda secara digital. Meskipun begitu, proses pengalihan peladen ini bisa sedikit memengaruhi tingkat kejernihan panggilan suara Anda.
Cara menyalakan tuas perlindungan ini sangat mirip dengan metode penyaringan pesan sebelumnya. Anda cukup masuk kembali ke menu pengaturan privasi. Cari dan ketuk kembali menu opsi lanjutan. Terakhir, nyalakan opsi pelindung alamat IP dalam panggilan (protect IP address in calls).
Baca juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Parental Control: Orang Tua Bisa Tinjau Pesan Orang Asing
Matikan Pratinjau Tautan Web
Langkah keamanan ketiga melibatkan intervensi pada pengaturan pratinjau tautan situs web (link preview). Anda mungkin sering mengirim atau menerima sebuah tautan alamat situs dari kolega. Aplikasi biasanya akan secara otomatis menampilkan cuplikan berupa judul artikel dan gambar keluku (thumbnail).
Penampilan elemen cuplikan ini ternyata membutuhkan proses interaksi pengambilan data secara langsung dari situs web terkait. Proses penarikan data di latar belakang inilah yang membuka peluang bagi skema pelacakan. Pihak pengelola situs web nakal bisa merekam jejak alamat IP perangkat Anda.
Oleh karena itu, tindakan mematikan fitur pratinjau ini menjadi langkah preventif yang sangat cerdas. Proses pengambilan data dari pihak ketiga tidak akan pernah diizinkan lagi. Privasi selancar digital Anda akan jauh lebih terjaga dari ancaman mesin pelacak. Pemutusan pratinjau otomatis ini juga membantu menekan insiden terbukanya tautan situs berbahaya secara tidak sengaja.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)