KAI Rilis KMT Virtual dan Aplikasi Pendeteksi Gerbong Kosong

Lutfiyah Fathiyani . November 26, 2023

Foto: Penumpang KAI


Teknologi.id - Saat ini, tercatat setidaknya terdapat 1 juta orang yang menggunakan jasa transportasi kereta PT KAI sebagai pilihan transportasi hariannya. Pengguna terbesar kereta PT KAI terpusat di sekitar wilayah Jabodetabek dengan total 950.000 pengguna yang didominasi oleh pekerja, Sedangkan untuk luar kota tersebut, dalam catatan PT KAI setidaknya terdapat 170.000 orang memilih kereta sebagai sarana transportasi untuk berangkat kerja. Sedangkan untuk perjalanan dari wilayah Jabodetabek ke luar kota di hari libur, penumpang dapat mencapai 700.000 orang dalam satu harinya.

Dengan melihat besarnya animo masyarakat yang memilih menggunakan transportasi kereta tersebut, KAI Commuter berencana akan meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) virtual yang nantinya akan mengakomodir penggunaan Commuter Line di area Jabodetabek.

Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artiviyanto mengatakan, kehadiran KMT virtual akan semakin memudahkan para pelanggannya dalam menggunakan layanan KAI dan tidak perlu lagi membawa KMT fisik tersebut.

Saat ini, KMT memang hadir hanya dalam bentuk fisik, sehingga jika hilang atau tertinggal di rumah, pengguna tidak bisa menggunakannya untuk naik kereta api. Tentu saja hal ini dapat merepotkan penumpang dan Commuter ingin menghindari situasi ini.

Dalam konferensi pers Ado mengatakan, “Jadi, nantinya para pengguna yang ketinggalan KMT-nya di kantor, atau di rumah, tidak perlu lagi khawatir. Karena dari gawai mereka juga sudah bisa, dan fungsinya juga sama dengan yang fisik.”

Ia juga menyampaikan, KMT virtual juga sebagai bentuk aksi mendukung pemerintah dalam mewujudkan program cashless society atau masyarakat yang bertransaksi menggunakan uang dalam bentuk non-tunai.

Pada kesempatan yang sama, EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto mengatakan, KAI bersama KAI Commuter juga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui inovasi berbasis teknologi yakni aplikasi "Access By KAI" dan "C-Access".

Baca juga: Hadirnya Aplikasi Temu, Peluang atau Justru Ancaman untuk UMKM?

Aplikasi tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi dan peningkatan layanan KAl Group sekaligus sebagai wujud nyata sinergi BUMN guna memberikan nilai lebih kepada masyarakat pengguna transportasi kereta api.

Dalam aplikasi C-Access, nantinya akan terdapat fitur-fitur baru yang memudahkan pengguna KRL dalam menggunakan jasa KAI. 

Nantinya akan ada fitur "journey planner" dimana pengguna dapat dengan mudah mendapatkan lokasi dan informasi terkait stasiun, serta merencanakan perjalanan menggunakan KRL

Tidak hanya itu, fitur tersebut juga memberikan informasi terkait kepadatan penumpang di stasiun terdekat. Fitur ini bisa menunjukkan gerbong mana yang sedang kosong atau sedang tidak penuh penumpang sehingga pengguna tidak perlu memeriksa gerbong satu persatu.

Baca berita dan artikel yang lain di Google News

 

(LF)

 

 



Share :