Ada Opsi 0 Menit, Fitur Shorts Daily Time Limit Beri Orang Tua Kendali Penuh

⁠Adimas Herviana . January 20, 2026


Foto: Mashable

Teknologi.id - YouTube menghadirkan fitur Shorts Daily Time Limit sebagai langkah strategis dalam merespons kekhawatiran orang tua terhadap kebiasaan anak yang terlalu lama menonton video pendek. Fitur ini pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 dengan pilihan waktu 15 hingga 120 menit. Kini, hadirnya opsi 0 menit menjadi terobosan yang memungkinkan orang tua menutup akses Shorts sepenuhnya. 

Inovasi ini menjadi komitmen YouTube untuk memberikan kendali penuh kepada orang tua. Dengan fleksibilitas pengaturan, keluarga dapat menyesuaikan aturan sesuai kondisi, misalnya saat liburan anak diberi waktu 60 menit, sementara pada jam tidur akses dapat ditutup total.

Baca Juga: Jangan Terkecoh! Ini Caranya Bedakan Foto Asli dengan Foto Hasil AI!

Mengapa Opsi 0 Menit Menjadi Penting?

Kebiasaan menggulir layar tanpa henti di Shorts sering kali membuat anak kehilangan kendali atas waktu. Opsi 0 menit hadir sebagai solusi preventif yang memungkinkan orang tua menghentikan akses sepenuhnya. Selain itu, fitur ini dilengkapi dengan Bedtime Reminder dan Take a Break, yang berfungsi sebagai pengingat agar anak memahami kapan harus berhenti menonton. Dengan kombinasi ini, orang tua tidak hanya membatasi, tetapi juga mendidik anak untuk lebih sadar terhadap penggunaan waktu dan membangun disiplin digital sejak dini.

Rekomendasi yang Lebih Sehat untuk Remaja

YouTube tidak berhenti pada pembatasan waktu. Mereka juga memperbarui sistem rekomendasi khusus bagi pengguna di bawah 18 tahun. Sistem ini dirancang untuk menampilkan konten yang lebih edukatif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan usia remaja. 

Pembaruan ini dikembangkan bersama lembaga pendidikan dan psikologi di Amerika Serikat, seperti Youth Advisory Committee, Center for Scholars & Storytellers (UCLA), serta American Psychological Association. Tujuannya adalah memastikan remaja tidak hanya mengonsumsi hiburan, tetapi juga konten yang memberi nilai positif bagi perkembangan mental, sosial, dan emosional mereka. 

Melawan “Doomscrolling”

Fenomena doomscrolling yakni kebiasaan menonton video pendek tanpa henti menjadi salah satu alasan utama YouTube menghadirkan pembatasan ini. Desain feed Shorts yang terus memunculkan konten baru membuat pengguna mudah terjebak dalam siklus konsumsi berlebihan. 

Dengan adanya batas harian, termasuk opsi 0 menit, YouTube berupaya mendorong kebiasaan menonton yang lebih sadar, terkontrol, dan sehat. Langkah ini sekaligus menempatkan YouTube dalam posisi kompetitif melawan platform lain seperti TikTok dan Instagram Reels, yang belum memiliki fitur pembatasan seketat ini.

Dampak bagi Orang Tua dan Anak

Bagi orang tua, fitur ini menjadi alat efektif untuk menjaga keseimbangan digital anak. Mereka tidak lagi harus mengawasi secara manual, melainkan cukup mengatur batas waktu di aplikasi. Anak-anak pun belajar memahami bahwa konsumsi digital memiliki aturan yang jelas. 

Selain itu, pembaruan rekomendasi konten remaja memberi jaminan bahwa anak tidak hanya terpapar hiburan semata, tetapi juga konten yang mendukung pembelajaran, kreativitas, dan perkembangan sosial. Dengan demikian, fitur ini tidak hanya melindungi, tetapi juga mendidik.

Upaya YouTube sebagai Pionir Kendali Konsumsi Digital

Foto: Social Media Today

Langkah YouTube menghadirkan opsi 0 menit dalam Shorts Daily Time Limit menandai era baru dalam pengelolaan konsumsi digital. Fitur ini bukan sekadar pembatasan, melainkan bentuk pendidikan digital yang mengajarkan anak tentang pentingnya mengatur waktu dan memilih konten yang bermanfaat. Inovasi ini juga menjadi standar baru di industri video pendek, karena platform lain belum memberikan kendali seketat ini. Dengan demikian, YouTube memperkuat posisinya sebagai pionir dalam menghadirkan fitur yang berorientasi pada kesehatan digital keluarga. 

Baca Juga: Begini Cara Cek YouTube Music Recap, Baca Selengkapnya!

Edukasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Meski fitur ini dianggap revolusioner, tantangan tetap ada. Tidak semua orang tua memahami cara mengatur fitur digital dengan baik, sehingga edukasi mengenai penggunaan fitur ini menjadi penting. Selain itu, anak-anak yang semakin cerdas dalam teknologi mungkin mencari cara untuk menghindari pembatasan. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan platform digital diperlukan agar pengawasan lebih menyeluruh. Harapannya, fitur ini menjadi awal dari ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab dan mendukung perkembangan generasi muda. 

Menuju Ekosistem Digital yang Seimbang dan Mendidik

Pembaruan ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana mendidik dan melindungi. Orang tua kini memiliki kendali penuh untuk memastikan anak-anak mereka tidak terjebak dalam konsumsi berlebihan. Dengan hadirnya opsi 0 menit dan sistem rekomendasi yang lebih sehat, YouTube membuka jalan menuju pengalaman digital yang lebih seimbang, aman, dan mendidik.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)


Share :