.jpg)
Foto: metrodaily.jawapos.com
Teknologi.id – CEO Meta kembali memberikan pandangan visioner mengenai arah perkembangan perangkat keras personal yang akan mendominasi pasar global. Dalam pernyataan terbarunya pada akhir Januari 2026, Zuckerberg meramalkan bahwa era kejayaan ponsel pintar atau smartphone akan segera digantikan oleh kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI glasses). Menurutnya, transisi teknologi ini merupakan evolusi alami dari cara manusia berinteraksi dengan informasi digital secara lebih organik. Kacamata AI diprediksi tidak lagi hanya menjadi aksesori tambahan, melainkan pusat kendali komputasi utama yang akan menggeser peran ponsel yang telah mendominasi selama dua dekade terakhir.
Pernyataan ini muncul seiring dengan pesatnya pengembangan perangkat wearable yang semakin ringan dan canggih. Zuckerberg menekankan bahwa fungsionalitas utama sebuah ponsel kini mulai dipindahkan ke dalam bingkai kacamata. Tren ini dianggap sebagai pergeseran paradigma besar, di mana layar fisik yang harus digenggam akan mulai ditinggalkan demi kenyamanan akses informasi langsung di depan mata tanpa menghalangi pandangan terhadap lingkungan sekitar.
Alasan Smartphone Akan Tergantikan
Perubahan yang diramalkan Zuckerberg didasarkan pada matangnya teknologi komputasi spasial yang lebih manusiawi. Alasan utama smartphone mulai ditinggalkan adalah masalah "kehadiran" atau presence. Saat menggunakan ponsel, perhatian pengguna sering kali terputus dari dunia fisik karena mata harus menatap layar di genggaman.
Sebaliknya, kacamata AI memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan lingkungan nyata sambil mengakses notifikasi, navigasi, hingga menerjemahkan bahasa secara langsung lewat lensa transparan.
Baca juga: Xiaomi Rilis Redmi Buds 8 Lite dan Kacamata Mijia, Ini Harga dan Spesifikasinya!
Selain itu, integrasi asisten AI yang mampu melihat dan mendengar apa yang dialami pengguna membuat kacamata ini lebih unggul. Perangkat ini dapat memberikan bantuan konteks secara real-time tanpa perlu mengeluarkan perangkat dari saku.
Dengan perkembangan sensor pelacak gerakan tangan dan mata, interaksi digital di masa depan tidak lagi memerlukan layar sentuh, melainkan cukup melalui perintah suara atau gerakan alami yang lebih efisien.
Akurasi Ramalan Mark Zuckerberg
Foto: tekno.sindonews
Melihat rekam jejak industri teknologi, ramalan Zuckerberg ini dinilai memiliki landasan yang kuat namun memerlukan waktu transisi. Investasi besar-besaran yang dilakukan Meta dan raksasa teknologi lainnya pada perangkat keras mikro menunjukkan bahwa pengecilan komponen untuk masuk ke dalam bingkai kacamata standar sudah hampir mencapai titik sempurna.
Zuckerberg yakin bahwa kacamata AI akan mengikuti pola adopsi yang sama dengan ponsel pintar, di mana awalnya hanya digunakan untuk tugas sederhana sebelum akhirnya menjadi perangkat wajib bagi setiap orang.
Baca juga: HTC VIVE Eagle: Kacamata Canggih yang Bebaskan Pilih AI dan Pas di Wajah Asia
Namun, akurasi ramalan ini juga bergantung pada kemampuan industri dalam menyelesaikan tantangan desain dan kenyamanan baterai. Agar kacamata AI benar-benar menggantikan smartphone, perangkat tersebut harus terlihat seperti kacamata biasa dan nyaman dipakai sepanjang hari.
Jika tantangan teknis ini teratasi, maka visi Zuckerberg tentang dunia tanpa layar genggam kemungkinan besar akan menjadi kenyataan, mengingat kecenderungan manusia yang selalu mencari cara paling praktis dalam mengakses teknologi.
Tantangan Privasi dan Etika
Namun ramalan ini tidak datang tanpa kekhawatiran. Kacamata dengan kamera dan AI yang selalu aktif menimbulkan pertanyaan privasi. Apakah orang akan merasa diawasi terus menerus. Apakah data visual akan disimpan dan dianalisis.
Meta sudah berkali kali menghadapi isu privasi di masa lalu. Maka kepercayaan publik menjadi tantangan besar. Jika kacamata AI ingin diterima luas, transparansi penggunaan data harus jelas. Teknologi yang terlalu invasif akan mendapat penolakan sosial. Ini menjadi ujian serius bagi Zuckerberg dan Meta.
Babak Baru Interaksi Digital
Jika ramalan ini terwujud, industri teknologi akan mengalami pergeseran besar dari layar fisik menuju sensor optik mikro. Perubahan ini juga berdampak pada cara manusia mengelola data, di mana keamanan menjadi lebih krusial karena perangkat akan merekam lingkungan secara berkelanjutan. Zuckerberg menegaskan bahwa teknologi terbaik adalah yang tidak menghalangi manusia berinteraksi satu sama lain, dan kacamata AI adalah jembatan untuk mencapai hal tersebut di masa depan.
Meskipun smartphone tidak akan hilang dalam sekejap, arah teknologi menunjukkan bahwa perangkat genggam mulai bergerak menuju peninggalan masa lalu. Masyarakat kini mulai bersiap menyambut era baru di mana akses ke dunia digital hanya memerlukan satu kedipan mata atau perintah suara sederhana. Transisi ini menandai dimulainya masa depan komputasi yang lebih menyatu dengan kehidupan sehari-hari tanpa batasan layar fisik di telapak tangan.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)

Tinggalkan Komentar