
Teknologi.id - Sejumlah pengguna Instagram belakangan dibuat panik karena tiba-tiba menerima e-mail permintaan reset password Instagram, padahal mereka sama sekali tidak pernah mengajukannya. Fenomena ini bukan kejadian sepele. Berdasarkan temuan perusahaan keamanan siber, sekitar 17,5 juta akun Instagram di seluruh dunia diduga terdampak kebocoran data.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Apakah akun Instagram benar-benar sedang diretas? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kenapa Instagram Kirim E-mail Reset Password Tanpa Diminta?
Kasus e-mail reset password misterius ini berkaitan dengan kebocoran data Instagram (data breach) yang baru-baru ini terungkap. Informasi tersebut diungkap oleh perusahaan keamanan siber Malwarebytes, yang menyebut bahwa jutaan data pengguna Instagram bocor dan diperjualbelikan di dark web.

Menariknya, password akun tidak ikut bocor. Namun, data lain yang cukup sensitif berhasil diakses pihak tidak bertanggung jawab.
Data Apa Saja yang Bocor?
Menurut Malwarebytes, data yang tersebar mencakup:
-
Username Instagram
-
Nama lengkap pengguna
-
Alamat e-mail
-
Nomor telepon
-
Alamat fisik (parsial)
-
Detail kontak lainnya
Dengan data tersebut, pelaku kejahatan siber cukup memasukkan username atau e-mail korban ke halaman login Instagram, lalu menekan opsi “Forgot Password”. Akibatnya, sistem Instagram otomatis mengirimkan e-mail reset password ke pemilik akun asli.
Baca juga: Fitur Your Algorithm Dirilis! Ini Cara Setting Reels Instagram Agar Lebih Relevan
Apakah Akun Instagram Bisa Langsung Dibobol?
Tidak. Selama pengguna tidak mengklik tombol reset password di dalam e-mail tersebut, kata sandi akun tidak akan berubah.
Namun, Malwarebytes mengingatkan bahwa data bocor ini tetap berbahaya karena bisa dimanfaatkan untuk:
-
Impersonation attack (menyamar sebagai korban)
-
Phishing atau penipuan berkedok verifikasi akun
-
Upaya pencurian kredensial melalui tautan palsu
Diduga Bocor dari API Lama Instagram
Malwarebytes menduga dataset ini berasal dari kebocoran API Instagram lama yang terjadi pada 2024. Data tersebut kemudian dipublikasikan ulang oleh pihak anonim di dark web pada 7 Januari 2026.
Dataset disebut berisi lebih dari 17 juta data pengguna, tersimpan dalam format JSON dan TXT, dengan target pengguna dari berbagai negara. Struktur data yang rapi dan konsisten menguatkan dugaan bahwa informasi tersebut berasal dari celah API, integrasi pihak ketiga, atau konfigurasi sistem yang tidak aman sebelum 2025.
Cara Aman Jika Dapat E-mail Reset Password Instagram
Jika kamu menerima e-mail reset password tanpa merasa memintanya, lakukan langkah berikut:
-
Jangan klik tombol “Reset Password” di e-mail tersebut
-
Gunakan opsi “Laporkan” jika tersedia di e-mail Instagram
-
Ganti kata sandi secara manual langsung dari aplikasi Instagram
-
Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA)
Aktifkan 2FA agar Akun Lebih Aman
Autentikasi dua faktor (2FA) membuat akun Instagram jauh lebih aman. Dengan fitur ini, setiap percobaan login dari perangkat asing akan memerlukan kode tambahan, sehingga hacker tidak bisa masuk meski punya data pribadi pengguna.
Walau masih bersifat opsional, 2FA sangat disarankan untuk diaktifkan demi mencegah pembobolan akun.
Cara Cek Apakah E-mail Kamu Termasuk Data Bocor
Malwarebytes juga menyediakan layanan Digital Footprint Scan gratis. Melalui layanan ini, pengguna bisa mengecek apakah alamat e-mail mereka pernah masuk dalam dataset kebocoran data di internet.
Caranya cukup mudah:
-
Masukkan alamat e-mail yang terhubung ke Instagram
-
Sistem akan menampilkan laporan apakah data tersebut pernah bocor atau tidak
Baca juga: Instagram Rilis Fitur Watch History, Permudah Pencarian Riwayat Tontonan Reels
Kesimpulan
E-mail reset password Instagram yang muncul tanpa diminta bukan berarti akun langsung diretas, tetapi menjadi tanda bahwa data pengguna berpotensi disalahgunakan. Selama tidak mengklik tautan reset dan sudah mengaktifkan 2FA, akun relatif aman.
Namun, kewaspadaan tetap penting. Jangan sembarangan klik e-mail, rutin ganti password, dan pastikan fitur keamanan akun selalu aktif.
Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.
(dwk)

Tinggalkan Komentar