Benarkah Akibat Sindiran Najwa Shihab untuk Polisi Membuat Medsos Tim Narasi Diretas?

Lusita Amelia . September 26, 2022

foto: YouTube Narasi 

Teknologi.id - Upaya peretasan yang terjadi belakangan ini ternyata tidak berhenti begitu saja. Upaya peretasan kepada beberapa pejabat dan tokoh-tokoh terkenal lainnya pun dilakukan dengan berbagai upaya. Beberapa hari lalu, terjadi peretasan secara massal yang dialami oleh tim redaksi media Narasi yang dimiliki oleh Najwa Shihab. Para hacker ini berusaha untuk mengambil alih akun media sosial Narasi, seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Telegram. Simak artikel di bawah ini untuk informasi lebih lanjut!

Kronologi Peretasan

Zen R.S, Pemimpin Redaksi Narasi, mengatakan bahwa belasan karyawan redaksi Narasi mengalami upaya peretasan oleh hacker tersebut. Zen juga mengatakan jika upaya peretasan ini pertama kali diketahui pada hari Sabtu, 24 September 2022. Sang hacker meretas nomor WhatsApp milik produser atau redaktur Narasi Newsroom, Akbar Wijaya alias Jay Akbar. Dirinya menerima pesan teks dari orang tak dikenal pada pukul 15.29 WIB. Pesan itu berisi tautan yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya dan merasa tidak pernah berhubungan dengan tautan tersebut. 

Zen juga melanjutkan bahwa Jay tidak mengeklik pesan berisi tautan tersebut. Namun, secara tiba-tiba usai pesan itu dibaca, Jay kehilangan kendali atas akun atau nomor WhatsApp-nya. Zen mengatakan bahwa "Hingga kini, bukan hanya akun Whatsapp tersebut saja yang belum bisa diakses oleh Jay, bahkan nomor teleponnya sendiri belum bisa dikuasai pemiliknya."

Baca juga: Kominfo-Portugal Bahas Peluang Kerja Sama Keamanan Siber

Beberapa jam berikutnya, akun-akun lain diusahakan untuk diretas oleh sang hacker. Beberapa akun berhasil diretas dan diselundupi, tetapi tidak lama kemudian kembali berhasil dikuasai oleh pemilik. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata upaya peretasan oleh hacker ini sudah diupayakan sejak hari Jumat. 

Pelaku Peretasan 11 Karyawan Narasi Diduga Orang yang Sama

Dilansir dari Viva, Zen mengatakan bahwa pelaku yang menyerang kurang lebih 11 karyawan Narasi itu diduga adalah orang yang sama. Hasil pemeriksaan internal menunjukkan bahwa IP Address itu menggunakan salah satu ISP lokal. Diketahui bahwa founder Narasi, Najwa Shihab belakangan ini tengah jadi sorotan usai menyindir polisi yang gajinya tak sepadan dengan gaya hedonnya. Masyarakat mencurigai bahwa upaya peretasan ini adalah buntut dari sindiran Najwa terhadap polisi yang dianggap tidak relevan.

Kendati demikian, Najwa dan tim Narasi mendapat dukungan dari masyarakat mengenai upaya peretasan ini. Sejauh ini, belum ada terlihat motif resmi dari sang hacker mengenai tujuannya melakukan upaya peretasan. Dilansir dari Bisnis.com, Zen mengatakan bahwa "Kami belum tahu apakah ini terkait kerja-kerja jurnalistik yang kami lakukan atau bukan, tetapi cukup jelas usaha peretasan ini dilakukan secara serentak sehingga berpola dan berasal dari pelaku yang kemungkinan besar sama," katanya. 

Baca juga: Tanggapan Polri soal Pria yang Terkait dengan Bjorka dan Ponselnya Dibeli oleh Polisi

Netizen dan masyarakat mengatakan bahwa apabila ini merupakan bentuk kekecewaan seorang hacker mengenai pernyataan dari tim Narasia, tentu sudah terlihat pola dan tujuan utamanya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa upaya peretasan ini adalah ulah dari kelompok kasus Sambo dan Nikita Mirzana. Tentu tidak dapat dipastikan apakah benar tujuannya adalah terkait permasalahan yang disebutkan atau tidak. 

Zen mengimbau, jika ada yang dihubungi oleh awak redaksi Narasi, dan meminta hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kerja-kerja jurnalistik, agar diabaikan. Pihak Narasi sekarang sedang melakukan langkah-langkah pencegahan dan respons terkait serangan ini. Zen menyebut juga akan meminta pihak-pihak terkait, termasuk provider dan platform, bersedia membantu tim Narasi untuk menelisik rentetan kejadian tersebut. Upaya peretasan ini cukup disayangkan karena mengingat peretasan yang dilakukan secara serentak tersebut. 

Walaupun sudah terbentuk undang-undang yang mengatur mengenai keamanan data, ternyata masih banyak hacker yang masih berusaha untuk meretas akun orang lain untuk kepentingan tertentu. Tentunya hal ini sangat disayangkan karena mengganggu privasi dan kenyamanan orang lain. Tim Narasi masih terus memantau perkembangan dari pengusutan kasus peretasan ini. Masyarakat pun diajak untuk memantau dan melaporkan apabila ada kemungkinan mengetahui siapa dibalik hacker yang meretas tersebut.

Tetap utamakan kenyamanan dan privasi sesama kita agar tidak ada yang saling dirugikan. Tegakkan keamanan siber dan dukung upaya untuk pengurangan kejahatan siber yang marak terjadi belakangan ini. Bagaimana menurutmu mengenai upaya peretasan ini?

(LA) 

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar