
Foto: The Verge
Teknologi.id – Panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali dikejutkan oleh inovasi cerdas yang menyasar para pecinta anabul (anak bulu). Perusahaan teknologi FrontierX secara resmi memperkenalkan Vex, sebuah robot pendamping pintar yang dirancang khusus untuk mengisi kekosongan saat pemilik hewan peliharaan sedang tidak berada di rumah. Berbeda dengan kamera pengawas statis tradisional, Vex adalah robot otonom yang mampu berinteraksi, mengikuti, hingga mengolah konten video berkualitas tinggi tanpa campur tangan manusia.
Kehadiran Vex menandai babak baru dalam industri pet-tech. Di era di mana konten media sosial hewan peliharaan memiliki audiens jutaan orang, Vex hadir bukan hanya sebagai alat keamanan, melainkan sebagai produser konten otomatis yang mampu menangkap momen-momen paling murni dan lucu dari keseharian hewan peliharaan.
Desain Futuristik dan Kemampuan Otonom
Secara visual, Vex mengusung desain yang sangat ramah dan menggemaskan. Berbentuk bola kecil berwarna putih yang ringkas, robot ini mudah digenggam dengan satu tangan. FrontierX memberikan sentuhan personalisasi dengan menambahkan elemen seperti lengan dan telinga kecil yang bisa dihiasi aksesori warna-warni, membuatnya terlihat seperti karakter robot dari film animasi ketimbang sebuah perangkat elektronik kaku.
Namun, di balik tampilan imutnya, Vex menyimpan kecanggihan teknologi pengenalan visual tingkat lanjut. Robot ini tidak hanya bergerak secara acak; Vex dilengkapi dengan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengidentifikasi hewan peliharaan tertentu. Misalnya, jika Anda memiliki beberapa ekor kucing atau anjing di rumah, Vex dapat diprogram untuk mengikuti satu hewan tertentu secara konsisten. Kemampuan ini memastikan bahwa robot tetap fokus pada targetnya, bahkan saat hewan tersebut berpindah-pindah ruangan atau bersembunyi di bawah furnitur.
Baca juga: 10 Robot Berbasis AI yang Mencuri Perhatian di CES 2026
Videografi dari Sudut Pandang Hewan (Low-Angle)
Salah satu fitur paling revolusioner dari Vex adalah kemampuannya dalam mengambil gambar. FrontierX menyadari bahwa video hewan peliharaan yang paling menarik adalah yang diambil sejajar dengan mata mereka. Oleh karena itu, Vex dirancang untuk merekam video dari sudut rendah (low-angle).
Sudut pandang ini memberikan perspektif yang unik dan intim, seolah-olah penonton sedang berada di dalam dunia sang hewan. Rekaman yang dihasilkan terasa jauh lebih hidup dibandingkan kamera CCTV yang biasanya dipasang di sudut plafon rumah. Vex mengikuti pergerakan lari, lompatan, hingga momen saat anjing atau kucing Anda sedang tertidur lelap dengan presisi sinematik.

Foto: FrontierX
AI Editor: Dari Rekaman Mentah Jadi Konten Viral
Kekuatan utama Vex terletak pada apa yang terjadi setelah proses perekaman selesai. Mayoritas pemilik hewan peliharaan seringkali memiliki ribuan foto dan video mentah di galeri ponsel mereka yang tidak pernah sempat diedit. Vex menyelesaikan masalah ini dengan Sistem Editor AI Terintegrasi.
Setelah mengumpulkan rekaman sepanjang hari, sistem kecerdasan buatan Vex akan memilah momen-momen terbaik—seperti saat hewan peliharaan sedang beraksi lucu, mengejar mainan, atau berinteraksi dengan lingkungan. AI tersebut kemudian melakukan pemotongan (cutting), pengaturan transisi, bahkan bisa menambahkan musik latar yang sesuai secara otomatis. Hasil akhirnya adalah sebuah video pendek berkualitas tinggi yang siap diunggah langsung ke platform media sosial seperti TikTok, Instagram, atau YouTube. Pengguna tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di depan aplikasi pengeditan video; Vex melakukan semuanya saat Anda masih bekerja di kantor.
Aura: Pendamping Manusia dengan Empati AI
Selain Vex, FrontierX juga memamerkan "kakak" dari robot tersebut yang bernama Aura. Jika Vex ditujukan untuk hewan, Aura dirancang sebagai pendamping manusia. Aura memiliki bodi bola yang lebih besar dan dilengkapi dengan layar melingkar yang berfungsi sebagai wajah digital.
Aura tidak hanya mengikuti pengguna, tetapi juga mampu membaca bahasa tubuh dan ekspresi wajah manusia untuk memahami suasana hati (mood). Didukung oleh model bahasa besar (Large Language Model/LLM), Aura bisa diajak bercakap-cakap secara verbal, memberikan pengingat jadwal, hingga memberikan dukungan emosional melalui interaksi suara dan ekspresi wajah di layarnya. Kombinasi Vex dan Aura di ajang CES 2026 menunjukkan ambisi FrontierX untuk menciptakan ekosistem rumah pintar yang benar-benar hidup dan interaktif.
Baca juga: Solusi Mager? LG CLOi, Robot Multifungsi yang Bisa Masak dan Lipat Baju
Ketersediaan dan Proyeksi Masa Depan
Meskipun telah memukau para pengunjung di CES 2026, Vex dan Aura saat ini masih dalam tahap pengembangan akhir. FrontierX belum merilis secara resmi harga eceran maupun tanggal peluncuran ke pasar global. Namun, perusahaan telah mengumumkan bahwa sistem pemesanan awal (pre-order) ditargetkan akan dibuka dalam waktu enam bulan ke depan, atau sekitar pertengahan tahun 2026.
Analis industri memprediksi bahwa kesuksesan Vex akan sangat bergantung pada seberapa cerdas AI-nya dalam menghindari rintangan di dalam rumah dan seberapa baik kualitas pengeditan otomatisnya. Namun satu hal yang pasti, Vex telah memberikan jawaban bagi para "budak anabul" yang selalu merasa bersalah meninggalkan peliharaan mereka sendirian. Dengan Vex, jarak antara pemilik dan hewan peliharaan seolah terpangkas lewat layar video harian yang dikirimkan sang robot ke ponsel mereka.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(WN/ZA)

Tinggalkan Komentar