
Foto: Xiaomi
Teknologi.id – Perusahaan teknologi Xiaomi secara resmi memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) terbarunya yang diberi nama Xiaomi MiClaw. Teknologi ini dirancang untuk mengubah telepon seluler pintar (smartphone) menjadi sebuah asisten otonom yang mampu menjalankan berbagai tugas langsung di dalam sistem dan aplikasi.
Pihak Xiaomi menegaskan bahwa MiClaw tidak beroperasi sekadar sebagai chatbot konvensional yang hanya berfungsi menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks. Sistem ini didesain agar mampu menafsirkan niat pengguna, lalu secara mandiri menyelesaikan tugas tersebut dengan berinteraksi menggunakan berbagai fitur yang telah tersedia di dalam ponsel.
Model MiMo dan Siklus "Inference-Execution"

Foto: Mundo Xiaomi
Fondasi utama dari MiClaw dibangun di atas model AI bernama MiMo, sebuah model kecerdasan buatan yang dikembangkan secara independen oleh pihak Xiaomi. Kemampuan otonom AI ini digerakkan oleh sebuah sistem inti yang disebut sebagai "inference-execution loop".
Secara teknis, siklus operasi ini membuat MiClaw mampu menganalisis permintaan pengguna, memilih alat dan parameter yang paling tepat, mengeksekusi tindakan, meninjau hasil eksekusi tersebut, dan melanjutkannya hingga tugas benar-benar selesai. Xiaomi mengklaim bahwa seluruh tahapan proses ini dapat berjalan di latar belakang tanpa memblokir atau mengganggu proses komputasi aplikasi lain yang sedang aktif di ponsel.
Untuk memastikan keamanan dan kontrol, MiClaw diwajibkan untuk meminta izin secara eksplisit dari pengguna sebelum beraksi. Setelah mendapatkan otorisasi, AI ini baru diperbolehkan mengakses layanan pihak ketiga untuk mengeksekusi perintah.
Baca juga: HyperOS 3.1 Siap Rilis, Ini Daftar HP Xiaomi dan Redmi yang Kebagian
Sistem Memori dan Integrasi Terbuka
Guna meningkatkan efisiensi penggunaan jangka panjang, Xiaomi membekali MiClaw dengan sistem memori khusus. Sistem ini dirancang untuk membantu AI belajar dari pola penggunaan yang berulang. Dengan demikian, semakin sering MiClaw digunakan, sistem akan semakin memahami kebiasaan pengguna, terutama saat menangani tugas lanjutan tanpa perlu diberikan instruksi detail dari awal.
Jangkauan operasional MiClaw juga terhubung ke ekosistem perangkat keras Xiaomi yang lebih luas melalui platform Mi Home. Integrasi ini memungkinkan asisten AI untuk membaca status berbagai perangkat rumah pintar (smart home) sekaligus memberikan perintah langsung. Selain itu, sistem di dalam MiClaw telah mendukung Model Context Protocol (MCP), yaitu sebuah standar terbuka yang memungkinkan pihak pengembang luar untuk mengintegrasikan layanan mereka langsung bersama MiClaw.
Baca juga: Tanpa Perlu Kabel, Begini Cara Transfer File dari Xiaomi ke iPad dan Mac
Status Uji Coba dan Kebijakan Privasi Data
Saat ini, MiClaw masih berstatus eksperimen dan dirilis secara terbatas dalam format beta tertutup (hanya bagi penguji yang mendapat undangan). Karena masih dalam tahap penyempurnaan konsistensi dan efisiensi daya, Xiaomi merekomendasikan penguji untuk melakukan pencadangan data (backup) dan tidak menginstal sistem ini di ponsel utama mereka. Untuk sementara, MiClaw baru didukung oleh lima model ponsel premium terbaru, yaitu Xiaomi 17, Xiaomi 17 Pro, Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Ultra, dan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition.
Terkait isu keamanan informasi, Xiaomi menegaskan bahwa data interaksi yang bersifat pribadi tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka, mengingat pelatihan model hanya menggunakan kumpulan data publik atau yang telah diotorisasi. Data pribadi pengguna diklaim hanya dipakai murni untuk memproses perintah secara real-time dan diproses secara lokal di dalam perangkat menggunakan teknologi keamanan "edge-cloud privacy computing".
Baca berita dan artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Komentar