Lanjutkan Proyek Pesawat Tempur KF-X, Prabowo ke Korsel

Fabian Pratama Kusumah . April 07, 2021

Foto: Kabar24

Teknologi.id – Korea Selatan mengundang Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto agar hadir dalam peluncuran jet tempur KF-X (IF-X).

Dikutip dari Airspace Review, Menhan Prabowo bersama rombongan telah berangkat ke Korsel untuk menghadiri peluncuran KF-X yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 09 April.

Pihak Korea Selatan juga telah memastikan bahwa Menteri Pertahanan RI telah berangkat meninggalkan Jakarta pada hari Selasa menuju Korea Selatan.

KFX/IFX sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4.5 atau jet tempur semi siluman. Dibandingkan dengan KF-16, KF-X akan memiliki radius tempur 50% lebih besar.

Baca juga: 4 Tank Terkuat di Dunia Saat ini, Ada Milik Indonesia?

Selain itu juga jarak tempuh 34% lebih lama, avionik yang lebih baik termasuk radar AESA yang diproduksi di dalam negeri (oleh Elta), perang elektronik yang lebih baik, IRST, dan kemampuan datalink.

Dengan muatan maksimum 7.700 kilogram, pesawat tempur ini mampu memasang 10 pod untuk rudal dan barel bahan bakar.

Pesawat tempur ini juga dapat membawa beberapa jenis rudal udara-ke-udara (air-to-air missiles), seperti IRIS-T Jerman dan Rudal Meteor dipandu radar aktif pengembang Eropa MBDA.

Menurut Pusat Pengembangan dan Aplikasi Konsep Teknologi Senjata Universitas Konkuk, KF-X ditujukan untuk menggantikan pesawat F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger II milik Korsel.

Sebelumnya pemerintah Indonesia telah menyanggupi untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan pesawat tempur KF-X yang totalnya mencapai 8,8 triliun won atau sekitar Rp113,45 triliun.

Baca juga: 10 Pesawat Tempur Termahal di Dunia, Ada Milik Indonesia?

Foto: Mylesat

Korsel kukuh meneruskan program KF-X dan berharap Indonesia akan berpartisipasi secara aktif di seluruh tahap pengembangannya.

Sempat dikabarkan juga Indonesia ingin mengurangi secara drastis jumlah pesawat tempur yang akan dibeli.

Rencana semula 48 unit menjadi separuhnya atau bahkan bisa lebih sedikit lagi, sementara Korsel akan membeli sekitar 150 unit KF-X.

Lalu, dikatakan bahwa Indonesia menuntut pula produksi KF-X bisa dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, beserta hak untuk menjual pesawat.

Namun, dalam proyek ini, Indonesia masih memiliki kewajiban yang tertunggak sebesar 604,4 miliar won atau sekitar Rp7,8 triliun yang telah jatuh tempo pada semester kedua tahun 2017 lalu.

(fpk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar