25 Tahun Jadi Engineer Adobe, Kena PHK dan Kini Banting Setir Jadi Sopir Bus

Teknologi.id . August 27, 2026


Teknologi.id – Setelah sekitar 25 tahun berkarier di industri teknologi, James Strawn kini memulai pekerjaan yang jauh berbeda dari profesinya sebagai engineer.

Mantan Senior Software Quality Engineer Adobe tersebut memilih banting setir menjadi sopir bus sekolah setelah lebih dari setahun kesulitan mendapatkan pekerjaan baru di industri teknologi.

Strawn yang tinggal di Colorado, Amerika Serikat, sebelumnya menghabiskan sebagian besar kariernya di industri teknologi, termasuk sekitar 25 tahun di Adobe. Ia terkena PHK pada Agustus 2025.

Setelah kehilangan pekerjaan, ia mencoba mencari posisi baru di bidang teknologi. Namun, pencarian tersebut berlangsung lebih dari satu tahun tanpa hasil yang diharapkan.

Baca juga: Beli HP Xiaomi Second? Tanpa Struk, Garansi Tambahan Bisa Tak Berlaku

Sulit Mendapatkan Pekerjaan Baru Setelah PHK

Dalam unggahan di LinkedIn, Strawn menceritakan pengalaman sulitnya mencari pekerjaan setelah terkena PHK.

Ia mengatakan proses tersebut membuatnya merasa terpuruk dan merasa didiskriminasi oleh industri teknologi.

Strawn juga mengkritik proses perekrutan yang ia alami. Menurut pengalamannya, sejumlah lamaran disaring secara otomatis, pertanyaan yang ia kirimkan kepada perekrut tidak mendapat respons, bahkan ada pihak yang tidak hadir dalam wawancara.

Ia berharap industri teknologi dapat memperbaiki proses perekrutan dan memperlakukan pencari kerja dengan lebih baik.

Kini Jadi Sopir Bus Sekolah

Setelah lebih dari setahun mencari pekerjaan di bidang teknologi, Strawn akhirnya memilih jalur karier yang berbeda.

Pada Agustus 2026, ia memulai pekerjaan sebagai sopir bus sekolah di distrik sekolah setempat di Colorado.

Pekerjaan tersebut tentu berbeda jauh dari profesinya sebagai software quality engineer. Dari sisi penghasilan pun, Strawn mengakui bahwa gajinya jauh lebih rendah dibandingkan pekerjaan sebelumnya.

Namun, ia justru mengatakan menikmati pekerjaan barunya.

Strawn menyebut pekerjaan tersebut menyenangkan. Ia juga menilai sebagian besar anak yang diantarnya baik dan menggambarkan rekan-rekan kerjanya sebagai orang-orang yang peduli, baik, dan rendah hati.

Tetap Berterima Kasih kepada Mantan Rekan Kerja

Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, Strawn juga menyampaikan terima kasih kepada mantan rekan kerja dan koneksi LinkedIn yang memberikan dukungan kepadanya.

Menurutnya, dukungan tersebut membuatnya tetap menghargai perjalanan karier panjang yang telah ia jalani di Accolade dan Adobe.

Ia juga menyampaikan pandangannya terhadap pihak-pihak di perusahaan sebelumnya yang menurutnya telah melewatkan, menjatuhkan, hingga akhirnya memberhentikannya.

Meski kecewa, Strawn memilih melihat PHK tersebut dari sisi berbeda. Ia menganggap pengalaman itu justru membawanya menuju masa depan yang baru.

Baca juga: Komdigi Panggil Meta, Ini Penyebab Akun WhatsApp Diblokir Massal

Kritik Strawn terhadap Perekrutan di Industri Teknologi

Strawn juga menggunakan unggahannya untuk menyampaikan kritik terhadap proses perekrutan yang ia alami setelah PHK.

Ia mengaku menghadapi lamaran yang tersaring secara otomatis, tidak mendapat balasan dari perekrut meski sudah menghubungi secara langsung, hingga pengalaman ketika pewawancara tidak hadir dalam jadwal wawancara.

Pengalaman tersebut membuatnya berharap industri teknologi dapat kembali memberikan perlakuan yang lebih baik kepada para pencari kerja.

Unggahannya kemudian mendapat banyak respons di LinkedIn. Sejumlah pengguna ikut membagikan pengalaman mereka menghadapi sulitnya mencari pekerjaan di tengah kondisi industri teknologi yang berubah.

Memulai Babak Baru Setelah 25 Tahun di Dunia Teknologi

Perjalanan James Strawn menunjukkan bagaimana PHK dapat mengubah arah karier seseorang secara drastis.

Setelah sekitar seperempat abad bekerja di industri teknologi dan menghabiskan sekitar 25 tahun di Adobe, ia kini menjalani pekerjaan sebagai sopir bus sekolah.

Meski harus menerima penghasilan yang lebih rendah, Strawn mengatakan dirinya menikmati pekerjaan baru tersebut dan menyambutnya sebagai babak baru dalam hidupnya.

Bagi Strawn, kehilangan pekerjaan di industri teknologi bukan menjadi akhir perjalanan karier. Ia memilih mengambil kesempatan lain dan memulai kembali dari bidang yang sama sekali berbeda.

Kisahnya juga menjadi gambaran tentang tantangan yang bisa dihadapi pekerja berpengalaman ketika harus kembali ke pasar kerja setelah terkena PHK.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar