Vtube, Aplikasi Bisnis Penipuan Berkedok Periklanan

Muhammad Iqbal Mawardi . January 20, 2021

Vtube: Aplikasi Bisnis Penipuan Berkedok Periklanan

Teknologi.id - Di situasi pandemi saat ini, banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Berbagai perusahaan banyak yang memberlakukan PHK kepada para karyawannya. Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran semakin tinggi dan orang-orang bingung harus melakukan apa demi mendapatkan uang.

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar Full Stack Developer, Front End React, Flutter Mobile Development, Back End Python, dan Data Science bersama tech expert dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Dari situasi tersebut, muncul sebuah kesempatan bisnis yang hanya bermodalkan nonton iklan untuk dapat menghasilkan uang. Bisnis tersebut adalah Vtube. Iming-iming hasil yang fantastis dan cara yang mudah menjadi senjata utama Vtube dalam menggaet member bisnis mereka.

Namun, banyak dari masyarakat yang kurang kritis dalam membaca model bisnis dari Vtube itu sendiri. Jika kita membaca skema bisnis dari Vtube lebih seksama lagi, maka kita akan menemukan jika skema bisnis yang dilakukan oleh Vtube sendiri adalah Skema Ponzi. Namun sebetulnya apa itu Skema Ponzi?

Skema Ponzi

Skema Ponzi adalah skema bisnis di mana seseorang mendapatkan hasil uang investasi melalui uang yang berasal dari member atau investor lain, bukan berasal dari profit atau keuntungan perusahaan. Skema Ponzi dapat digolongkan sebagai jenis investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor melalui uang yang ditanamkan oleh investor lain.

Mengapa model bisnis Vtube dapat tergolong sebagai Skema Ponzi? Hal tersebut dikarenakan member dari Vtube dapat memperoleh uang melalui poin yang kita kumpulkan. Namun, poin tersebut baru bisa dikonversikan menjadi uang ketika ada member lain yang membeli.

Baca juga: 50 Perusahaan Terinovatif di Tahun 2020 oleh Teknologi.id

Lalu, bagaimana jika tidak ada member baru yang membeli? Jawabannya, poin kita tidak akan bisa dikonversi menjadi uang. Maka dari itu, mencari member baru menjadi sebuah keharusan jika kita ingin mengkonversikan poin kita.

Lantas, apa bahayanya jika bisnis Skema Ponzi ini tidak dihentikan? Jika suatu waktu promotor atau penyedia layanan menghilang, maka ia akan mengambil sisa keuntungan dengan meninggalkan kerugian bagi para membernya. Atau semisal investasi dari bisnis tersebut melambat, maka promotor akan kesulitan untuk membayar investasi membernya karena Skema Ponzi ini mengandalkan investasi berkesinambungan dari para membernya.

Dari penjelasan sebelumnya, maka yang ditakutkan dari model bisnis yang ditawarkan oleh Vtube sendiri adalah ketika aplikasi kolaps akibat uang investasi yang diambil oleh promotor Vtube itu sendiri.

Baca juga: 7 Platform Gratis Ini Bisa Bikin Aplikasi Tanpa Coding!

Dapat dikatakan sebagai bisnis penipuan karena Vtube mengatakan jika para membernya akan mendapat uang dari hasil mereka menonton iklan. Padahal, uang yang didapatkan oleh membernya bukan berasal dari iklan yang mereka tonton.

Hal tersebut diperkuat oleh berbagai perusahaan yang telah menyatakan bahwa mereka tidak pernah beriklan di Vtube, namun iklan perusahaan mereka ditayangkan di aplikasi tersebut. KFC memberitahukan hal tersebut melalui edaran resmi yang mereka keluarkan.

Jika sudah terlanjur masuk ke dalam bisnis aplikasi Vtube, Satgas Waspada Investigasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau untuk segera melakukan penarikan uang. Karena cepat atau lambat, member akan segera dirugikan akibat investasi bodong yang ditawarkan oleh aplikasi Vtube.

(MIM)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler