TikTok Jual Teknologi AI, Ada Peminat Dari Indonesia

Dwi Rahmadani . July 06, 2021

Foto : unsplash

Teknologi.id - ByteDance sebagai induk perusahaan dari TikTok baru-baru ini disantarkan menjual teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk aplikasi pendek tiktok ke perusahaan lain.

Teknologi AI tersebut dijual melalui sebuah divisi anyar di ByteDance yang bernama BytePlus. Byteplus merupakan perusahaan berbasis di Singapura serta Hong Kong dan London. Byteplus juga disebut-sebut telah mendaftarkan pelanggan yang akan membeli alat AI TikTok tersebut.

Mengutip dari The Verge terdapat beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar pembeli  yaitu aplikasi Mode asal  Amerika Serikat Goat, platform game social yang berbasis India GamesApp, situs perjalanan Singapura WeGo, dan yang terakhir aplikasi belanja di Indonesia Chilibeli.

Nantinya, BytePlus akan menawarkan pelangannya layanan akses algoritme rekomendasi menggunakan kecerdasan buatan. Layanan ini bertujuan untuk perosonalisasi di aplikasi dan konsumen pelangannya. Dengan begitu, pelangggan layanan BytePlus bisa menggaet pangsa pasar dengan lebih tepat sasaran.

Software lainnya yang ditawarkan ialah terjemahan teks otomatis dan ucapan, real-time effect, dan rangkaian alat analisis serta manajemen data.


Baca juga: Cara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa Aplikasi


Terlepas dari kabar ini, pihak ByteDance belum memberikan pernyataan resmi mengenai kabar divisi baru dan unit penjualannya itu.

Bytedance dan TikTok termasuk perusahaan berbasis China yang di target serangakain perintah eksekutif di masa pemerintahan presiden AS Donal Trump. Target berupa pemblokiran dan diberi sayarat dikelola oleh perusahaan Amerika dan lepas dari Cina jika mau tetap beroperasi di Negara Amerika.

Donal trump juga sempat membrikan batasan waktu kepada ByteDance untuk menjual operasional TikTok di AS.  Pihak ByteDance pun sempat ingin membentuk TikTok Global untuk operasional di AS. Tapi rencana tersebut dibatalkan karena habisnya masa Jabatan Donal Trump.

Namun pada Juni lalu (9/6), Presiden Joe Biden selaku presiden baru AS menandatangi perintah eksekutif yang mencabut larangan tersebut sekalipun tak melepas pemantauan ketatnya.  

“Pemerintah berkomitmen untuk mempromosikan internet yang terbuka, dapat dioperasikan, andal, dan aman untuk mendukung ekonomi digital global,” ujar seorang pejabat pemerintah AS.

Selain mengembangkan layanan kecerdasan buatan, TikTok berencana akan menambahkan layanan komputasi awan atau Cloud. Dimana sektor tersebut sudah sangat kompetitif saat ini. Can’t wait ya!

 

(DR)



Cara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa AplikasiCara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa Aplikasi

Cara Menghilangkan Watermark TikTok Tanpa Aplikasi

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar