Yoseph Chriisli, Founder dan CEO Chillax: Tebar Kebermanfaatan Bagi Banyak Orang Melalui Pariwisata

Halo Sobat Teknologi!

Pada segment #SosokTeknologi di #SelasaMoodbooster kali ini, Teknologi.id mewawancarai Yoseph Chriisli selaku Founder dan CEO dari Chillax. Chillax adalah startup di bidang pariwisata berupa platform yang memungkinkan penggunanya (traveller) mencari pemandu wisata lokal ketika sedang berlibur. Dengan Chillax, pengguna bisa menentukan jadwal wisata secara bebas dan sudah mendapatkan transportasi dari pemandu wisata. Saat ini, Chillax telah melayani pemesanan untuk permintaan wisata di pulau Bali dan Flores dan berencana untuk menambah jangkauan layanannya ke wilayah lain di Indonesia.

Yuk! Langsung saja kita simak isi dari wawancara Teknologi.id dengan Yoseph Chriisli, mengenai bagaimana proses dalam mendirikan Chillax, ide serta motivasi pendirian bisnis, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!


Halo, bisa ceritakan awal mula ide mendirikan bisnis Chillax?

Kebetulan kami para founder memang hobi travelling, dan saat kita travelling kita menyadari salah satu masalah di dunia pariwisata itu kurangnya keterlibatan dari orang-orang lokal. Kita selama ini sudah bisa mandiri dalam travelling dan dapat mengandalkan searching dari internet, namun tentunya travelling mandiri kerap kali membuat bingung terlebih jika tempat yang dikunjungi merupakan tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.
Alangkah lebih mudah dan asik jika kita bisa mengunjungi tempat-tempat wisata dengan dipandu langsung oleh warga lokal yang tentunya sudah tahu betul lokasi-lokasi recommended dari tempat wisata. Oleh karena itu kami mendirikan Chillax, sebagai platform yang memungkinkan penggunanya untuk mencari pemandu wisata lokal ketika sedang berlibur, agar liburan bisa menjadi lebih nyaman, aman dan menyenangkan.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder memvalidasi ide ke dalam kondisi real di pasar/industri Indonesia?

Founder Chillax adalah teman-teman SMA saya dan teman-teman semasa kuliah dulu. Untuk validasi ide, kita survey ide ke sekitar 300 orang, dan setelah itu kita buat prototipenya untuk kita coba apakah ada pasarnya, dan ternyata ada. Setelah kita develop lagi aplikasinya dan akhirnya sampailah seperti sekarang.

Apakah tujuan, visi dan misi dari di bangunnya Chillax?

Visi dan misi kita yang pasti ingin memudahkan travellers untuk travelling kemana-mana dengan bantuan warga lokal. Jadi dari segi transportasi, local knowledge dan segala macam sudah bisa di dapat dari warga lokal.

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan Chillax?

Rintangan yang paling berkesan yaitu masalah trust. Konsumen sebenarnya senang akan ide dari Chillax dan juga butuh akan jasanya, tapi konsumen seringkali kurang mempercayai perusahaannya oleh karena itu kita harus branding perusahaan kita agar menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Bagaimana cara para founder dan rekan-rekan melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun bisnis Chillax hingga sekarang?

Kita fokus pada apa yang konsumen inginkan. Lalu jika ada saran dan improvement dari konsumen langsung kita eksekusi dan menjadi fokus kita, apa yang konsumen sarankan akan langsung kita fixing sehingga konsumen dapat langsung merasakan bahwa sarannya terpakai. Dengan begitu lama kelamaan kepercayaan akan terbangun dengan sendirinya.

Kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh founder untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

Mungkin saat ini dampak dari Chillax baru terasa seperti small steps for human kind, tapi kita percaya jika kita sudah running lebih jauh dan trust dari konsumen sudah lebih terbangun, Chillax pasti akan bisa memiliki dampak besar yang bisa memberi kebermanfaatan bagi orang banyak terlebih dalam bidang pariwisata.


Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Yoseph Chriisli, Founder dan CEO dari Chillax. Dari wawancara ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ide bisnis yang bermanfaat bisa datang dari mana saja termasuk dari kegiatan favorit kita. Seperti Yoseph yang gemar travelling dan peka terhadap permasalahan industri pariwisata hingga akhirnya ia mampu menciptakan inovasi sebagai solusi untuk mempermudah para traveller-traveller lainnya saat sedang berlibur. Semoga dengan adanya Chillax ini dapat memberikan dampak besar yang bisa memberi kebermanfaatan bagi orang banyak terlebih dalam bidang pariwisata. Salam teknologi!

Baca juga: Muhammad Arkaan Izhraqi, Mahasiswa yang Ciptakan Sistem Pendeteksi Kecelakaan Laut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *