Muhammad Arkaan Izhraqi, Mahasiswa yang Ciptakan Sistem Pendeteksi Kecelakaan Laut

 

Halo Sobat Teknologi! Pada segment #SosokTeknologi di #KamisInspirasi kali ini, Teknologi.id mewawancarai sosok mahasiswa inovatif dan kreatif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, yakni Muhammad Arkaan Izhraqi atau biasa disapa Arkaan. Arkaan, bersama teman-teman satu tim nya diantaranya, Nyoman Abiwinanda dan Adinda Sekarwangi berhasil menciptakan cara baru dalam mendeteksi korban kecelakaan di laut yang dinamakan Human Detection System (HDS).

HDS merupakan gabungan dari teknologi Machine Learning dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Arkaan menuturkan, bahwa HDS diciptakan semata-mata untuk membantu pencarian korban kecelakaan di laut, mengingat begitu banyak terjadi kecelakaan di laut dan pencarian korban yang saat ini kerap kali dihadapi oleh berbagai hambatan.

Yuk, langsung saja kita simak hasil wawancara Teknologi.id dengan Arkaan mengenai alat HDS ciptaannya, sistem kerja, dan minat teknologi dan lain sebagainya!


Halo, boleh perkenalkan diri dan kegiatan apa yang sekarang sedang Arkaan kerjakan?

Nama saya Muhammad Arkaan Izhraqi, biasa dipanggil Arkaan, dari Depok, Jawa Barat. Sekarang ini saya adalah mahasiswa tingkat akhir di S1 Teknik Elektro ITB. Kesibukan saya sekarang adalah sedang menyelesaikan project Tugas Akhir yang sedang dibuat serta mencari kesempatan intern, exchange, atau studi lanjutan.

Arkaan pernah menciptakan sistem pendeteksi kecelakaan di laut bersama rekan-rekan Arkaan yang lain, bisa ceritakan apa yang mendorong Arkaan untuk menciptakan alat tersebut?

Berawal dari topik tugas akhir yang kami pilih, saya bersama tim yang terdiri dari saya sendiri, Nyoman Abiwinanda, dan Adinda Sekarwangi di bawah bimbingan dosen Teknik Elektro ITB, yakni Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.d. dan Muhammad Iqbal Arsyad, S.T., M.T melakukan pendeteksian objek berbasis video, tim kami melihat permasalahan bahwa salah satu sarana untuk mengaplikasikan teknologi atau sistem pendeteksian adalah untuk proses penanggulangan bencana. Dari hal tersebut, tim kami menentukan untuk membuat sistem pendeteksian manusia untuk pencarian korban bencana di laut. Alasan kami memilih ini dikarenakan proses pencarian korban yang ada sekarang masih manual, apalagi dalam proses pencarian korban bencana di laut terdapat beberapa konstrain, antara lain konstrain waktu serta konstrain keselamatan, konstrain waktu karena semakin lama korban berada di laut maka semakin kecil peluang korban hidup, dan konstrain keselamatan karena tim pencari memiliki banyak hambatan dalam proses pencarian korban di laut baik karena gangguan cuaca maupun gangguan hewan laut. Oleh karena itu dengan menggunakan UAV yang telah disematkan sistem pendeteksian manusia diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah proses pencarian korban bencana di laut.
Arkaan bersama teman-teman satu tim pencipta HDS. (dari kiri ke kanan, Arkaan, Adinda Sekarwangi, Nyoman Abiwinanda).

Bisa ceritakan secara singkat prinsip kerja dari sistem Human Detection System (HDS) yang Arkaan dan rekan-rekan ciptakan?

Prinsip kerja HDS adalah dengan menggunakan UAV yang disematkan kamera serta sistem transmisi video sehingga frame-frame video dari kamera dapat dikirimkan ke komputer pengguna, saat frame video diterima oleh komputer pengguna, frame akan dimasukkan kedalam algoritma pendeteksian manusia yang nantinya manusia yang terdeteksi akan diberi penanda (diberi kotak dan label manusia) yang kemudian frame video hasil pemrosesan algoritma deteksi tadi akan ditampilkan pada layar pengguna, selain itu pada layar pengguna juga akan ditampilkan koordinat posisi UAV berada sehingga dapat langsung diketahui posisi terakhir dari UAV dan korban yang ditemukan, fitur lain dari aplikasi HDS adalah saat manusia terdeteksi akan dibunyikan alarm sehingga pengguna tidak harus selalu standby pada layar komputer. Frame-frame hasil pendeteksian juga dapat disimpan menjadi file video sehingga dapat diarsipkan.
Foto alat (sumber: itb.ac.id).

Selain menciptakan HDS, apakah Arkaan pernah mengerjakan proyek-proyek IT lainnya? Jika iya, bisa ceritakan tentang proyeknya?

Proyek-proyek yang pernah dilakukan masih tergolong kecil sekaligus dalam rangka megaplikasikan pembelajaran mata kuliah yang didapat, seperti Sistem Pengereman Otomatis pada Sepeda Anak-Anak Menggunakan Arduino dan Implementasi Sistem Neural Network untuk Mengenali Tulisan Tangan Karakter Hiragana Jepang pada AP-SoC. 

Teknologi apa yang menjadi minat dan fokus Arkaan saat ini? Sertakan apa alasan memilih teknologi tersebut?

Minat teknologi saya adalah seputar Image Processing, Remote Sensing, dan Artificial Intelligence. Minat saya ini dikarenakan pengimplementasian teknologi-teknologi diatas karena masih belum banyak dikembangkan di Indonesia selain itu juga dapat mempermudah pekerjaan manusia khususnya dalam pekerjaan yang membutuhkan waktu pemilihan keputusan yang cepat serta fokus yang tinggi untuk waktu yang lama. 

Terakhir, apa rencana Arkaan ke depannya?

Rencana saya kedepannya adalah mencari program exchange atau studi lanjutan untuk memperdalam ilmu yang telah saya dapat sesuai dengan minat saya, sehingga nantinya saya dapat memberikan terobosan teknologi baru dalam rangka meningkatkan kualitas penggunaan teknologi khususnya di Indonesia.

Sekian hasil wawancara Teknologi.id dengan Arkaan, salah satu mahasiswa pencipta Human Detection System (HDS) yakni cara baru dalam pencarian korban dalam kecelakaan laut. Nah, bagaimana dengan kalian Sobat Teknologi? Apa inovasi yang ingin kalian ciptakan? (nks)

Baca jugaFata El Islami, Founder Islamify, Media Dakwah Kreatif yang Menemani Ramadhanmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *