Fata El Islami, Founder Islamify, Media Dakwah Kreatif yang Menemani Ramadhanmu!

Halo Sobat Teknologi! Pada segment #SosokTeknologi di #KamisInspirasi kali ini, Teknologi.id mewawancarai sosok mahasiswa inovatif dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, yakni Fata El Islami. Fata El Islami atau biasa di sapa Fata adalah founder dari Islamify, yaitu media dakwah digital yang ditujukan untuk para pengguna Line agar dapat mengakses Al-Qur’an berupa audio ayat dan terjemahan kapan saja dan dimana saja, diikuti dengan fitur-fitur yang sering dibutuhkan seperti cek jadwal sholat, kalender hijriyah, juz amma, serta kajian dan informasi seputar lokasi kajian.

Bersama Islamify ciptaannya pula, Fata pernah mendapatkan juara 1 di kompetisi Line Creativate 2017 untuk kategori Chatbot. Kompetisi tersebut diadakan oleh layanan pesan singkat Line dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam rangka mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk go international.

Yuk, langsung saja kita simak hasil wawancara Teknologi.id dengan Fata mengenai pengalaman dan motivasinya mendirikan Islamify!


Halo Fata, boleh perkenalkan diri dan kegiatan apa yang sekarang sedang Fata kerjakan?

Nama saya Fata EL Islami, saya latir di Purwakarta pada tanggal 12 Oktober 1997. Saat ini status saya adalah seorang mahasiswa semester 4 di UNIKOM Bandung jurusan Teknik Informatika. Hobi saya adalah bermusik dan berinovasi di bidang teknologi. Kesibukan saya selain kuliah saat ini sedang aktif sebagai founder di startup KostLab.Id dimana visi komunitas tersebut menghimpun dan memfasilitasi seluruh anak kostan di indonesia agar turut aktif dan produktif dalam bidang yang mereka minat terutama dalam bidang teknologi, dan saat ini bidang yang sedang difokuskan adalah bidang teknologi. Selain itu saya juga sedang aktif sebagai developer di beberapa perusahaan yang dilakukan secara remote dan aktivitas freelance lainnya.

Fata merupakan Founder dari Line Bot Islamify, bisa ceritakan awal mula ide dan motivasi mendirikan Line Bot tersebut?

Islamify dibuat di bulan April tahun 2017 dan awal saya membuat Islamify sebenarnya untuk mencuri start mata Julia pemrograman yang sedang saya ikuti pada saat itu, ketika mencoba melakukan explore terhadap matkul tersebut, saya menemukan Line Messaging API/chatbot yang satu frame dengan matkul tersebut, dimana saya langsung bisa mencoba implementasi semua point yang ada pada mata kuliah itu, dan kebetulan lingkungan chat saya kebanyakan di LINE jadi itu cukup menjadi alasan yang kuat saya mengambil chatbot di LINE.

Saat pertama kali Islamify di rilis fiturnya pun masih sederhana hanya ada 2, yaitu Al-Quran dan jadwal sholat, setelah coba share ke teman-teman dengan cara bot tersebut di invite ke grup kelas dan angkatan saya melihat respon dan feedback yang sangat positif sekali kebetulan juga saat itu mendekati bulan Ramadhan. Selain itu ada satu kalimat yang sangat besar menjadi pendorong Islamify dibuat yaitu “Sebaik baiknya manusia ialah dia yang bermanfaat untuk orang lain” darisitu saya mulai terpikirkan untuk scale up chatbot tersebut dengan menambah fitur-fitur islami lainnya yang bermanfaat untuk teman-teman saya dalam menyambut Ramadhan dan menjadikan Islamify sebagai media dakwah kreatif.

Setelah memasuki bulan Ramadhan dengan fitur-fitur yang terus dikembangkan, spontan Islamify mendapatkan 50K Adders pertama dalam 1 bulan tanpa melalui paid promote dan sebagainya dan berdiri tanpa tim. 

Setelah itu mulailah saya tertarik dengan dunia chatbot sampai sekarang dan alhamdulillah Islamify masih aktif menemani Ramadhan, melayani semua pengguna di Indonesia maupun luar Indonesia.

Saat ini Islamify mendapat dukungan creator dan team kreatif dari berbagai kampus di Bandung.

Fata juga pernah menjuarai lomba chatbot dari Line, bisa ceritakan pengalaman Fata saat mengikuti lomba tersebut?

Yaps, saat itu saya mencoba submit Islamify ke LineCreativate2017 dengan kategori chatbot, dan saat awal saya membuat saya tidak tahu ada kompetisi ini jadi memang chatbot ini tidak ditujukan untuk kompetisi asalnya hehe 😀

Alhamdulillah saat itu 17.000 karya di submit ke LineCreativate2017 dari berbagai kategori, dan Islamify terpilih sebagai juara 1 kategori chatbot di LineCreativate2017 dan mewakili submiters Jawa Barat. Untuk artikelnya bisa dilihat di sini:

https://tekno.kompas.com/read/2017/10/28/07381787/line-creativate-2017-digelar-dorong-pelaku-kreatif-go-international

Fata El Islami, pemenang kategori chatbot di LineCreative2017.

Pengalamannya sangat banyak sekali saya bertemu dengan teman teman dari seluruh Indonesia, terutama finalis-finalis yang masuk ke top 3 Line Creativate dengan berbagai pengalaman berbeda.

Para pemenang kompetisi Line Creativate 2017.

Apakah Fata pernah mengerjakan proyek-proyek IT lainnya? Jika iya, bisa ceritakan tentang proyeknya?

Pengalaman menjadi Back End Developer di Sicepatcom melalui startup dosen saya saat itu, dan menjadi Website Developer di beberapa yayasan dan sekolah di kota saya, Purwakarta. Proyek yang saya kerjakan kebanyakan remote karena saya masih berstatus mahasiswa, dari pengalaman tersebut saya mendapati banyak sekali ilmu yang belum diajarkan di kuliah saya, terutama tentang project management, dimana kita mengerjakan sesuatu bukan secara individu tetapi secara tim, dan alhamdulillah banyak senior disetiap proyekan yang saya ikuti sehingga memberi kesempatan untuk saya menambah wawasan dari mereka.

Teknologi apa yang menjadi minat dan fokus Fata saat ini? Sertakan apa alasan memilih teknologi tersebut?

Chatbot with Machine Learning dan Natural Language Programming.

Pertama yang saya rasakan saat ini untuk pengguna teknologi smartphone di Indonesia sangat pekat dengan kultur chatting/conversation, sehingga cukup berpotensi rasanya jika kita bisa membuat sebuah sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan mereka melalui chatbot, terlebih di dalam chatbot kita tidak perlu memikirkan market pengguna dan interface, karena chatbot menempel dalam sebuah messenger. Sehingga tidak perlu mengharuskan penggunanya untuk menginstall sebuah aplikasi baru agar dapat menggunakan fitur-fitur yang telah dibuat, dan dengan Machine Learning lah yang sedang saya fokuskan agar bisa membuat sebuah chatbot yang benar benar bisa belajar dari pengalaman penggunanya dalam melayani kebutuhan kebutuhan lainnya.

Terakhir, apa rencana Fata ke depannya?

Rencana saya mengembangkan terus Islamify agar makin menjadi Muslim Personal Assistant dimanapun dan kapanpun dengan ilmu ilmu yang terus saya dapatkan dimasa kuliah ini.

Serta saya berharap dengan komunitas Kostlab lah saya bisa membantu menggali potensi potensi mahasiwa kost lainnya yang nantinya bisa turut membuat sebuah aplikasi yang sangat bermanfaat untuk banyak orang.


Sekian hasil wawancara Teknologi.id dengan Fata, mahasiswa berprestasi yang aktif berinovasi menciptakan karya teknologi di bidang artificial intelligence atau kecerdasan untuk menebar kebermanfaatan bagi orang banyak. Nah, bagaimana dengan kalian Sobat Teknologi? Apa minat teknologimu? (nks)

Baca juga: Daniel Rannu, Founder dan CEO Jendela360: Passion Paired with a Humble Heart, Will Eventually Beat Talent!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *