Daniel Rannu, Founder dan CEO Jendela360: Passion Paired with a Humble Heart, Will Eventually Beat Talent!

Halo Sobat Teknologi!

Pada segment #SosokTeknologi di #SelasaMoodBooter kali ini, Teknologi.id mewawancarai Daniel Rannu selaku Founder dan CEO dari Jendela360. Jendela360 adalah sebuah startup yang bergerak di bidang penyewaan dan penjualan apartemen. Startup ini memiliki kelebihan dibandingkan perusahaan penyewaan dan penjualan apartemen lainnya, yaitu, Jendela 360 menggunakan teknologi untuk mempermudah proses sewa apartemen sehingga proses menjadi lebih cepat dan aman. Jendela360 memiliki website yang komprehensif, mudah dinavigasi serta dilengkapi dengan 360 virtual tour sehingga calon penyewa/pembeli dapat mengunjungi dan melihat dengan detail calon apartemen baru seluruhnya secara online.

Yuk! Langsung saja kita simak isi dari wawancara Teknologi.id dengan Daniel Rannu, mengenai bagaimana proses Daniel dalam mendirikan Jendela360,  ide serta motivasi pendirian bisnis, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!

Halo, Daniel! Bisa ceritakan awal mula ide mendirikan bisnis Jendela360?

Jendela360 dibuat untuk menjawab 2 masalah di dunia sewa apartemen, yang pertama dari sisi pemilik apartemen (owner) dan penyewa apartemen (customer). Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai pemilik apartemen, sebetulnya ada 2 pilihan di sini, yang pertama beriklan sendiri di classified ads, hanya masalah utama disini adalah waktu, bayangkan kalau kita beraktivitas di Tangerang sedangkan nanti sore ada customer yang lihat unit kita yang berada di Jakarta! Nah kan bisa tua di jalan, mana belum tentu juga orang yang melihat unitnya pasti jadi menyewa juga kan, nah yang opsi kedua adalah menitipkan ke beberapa local agent di sekitaran apartemen tersebut. Anggaplah di Kalibata City, disana ada lebih dari 25 agen properti. Tapi mengenai hal ini akan ada 1 satu pertanyaan yang selalu muncul, yakni apakah aman menitipkan ke agen-agen individual sendiri? Karena berkaca dari pengalaman pribadi sewaktu menitipkan apartemen di Kalibata, salah satu oknum agen bukannya memasarkan unit saya, namun memakai unit saya untuk tempat tidur dia sendiri. Dan saya yakin saya tidak sendirian disini. Oleh sebab itu saya berpikir andai saja ada institusi yang trustworthy untuk saya menitipkan beberapa apartemen saya yang tersebar di Jakarta, apalagi kalau bentuknya bukan personal, tapi perusahaan, pasti saya tanpa ragu menitipkan unit saya kesana.

Yang kedua dari sisi penyewa apartemen (customer), sebetulnya sederhana aja. Rata-rata orang jaman now untuk mencari apartemen akan do their research melaui internet. Nah masalahnya ‘solusi’ yang ditawarkan saat ini benar-benar serampangan, foto-foto unit nya juga tidak jelas, dan informasi nya terkesan ditutup-tutupi oleh agen yang memasarkannya. Oleh sebab itu di Jendela360 kita menganut transparansi sebagai core value kami, Anda bisa lihat di web Jendela360, semua informasi unit terpajang dengan lengkap mulai dari lantai, view, foto-foto yang representative, bahkan 360 virtual tour yang bisa membuat calon penyewa mengakses bahkan yang terdetil sekalipun seperti kondisi plafon, lantai dan lain sebagainya. Intinya tidak ada yang kita tutup-tutupi karena kita percaya waktu customer adalah berharga dan kami tidak mau membuang-buang waktu mereka untuk unit yang pada dasarnya mereka tidak cocok. Dan juga Jendela360 menjawab kebutuhan para teman-teman milenial dengan fasilitas cicilan 12x. Jadi daripada membayar sewa apartemen selama setahun di depan misalnya 60jt. Penyewa bisa mengubahnya menjadi cicilan 5jt/bulan selama 12x. Nyaman kan 🙂

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder memvalidasi ide ke dalam kondisi real di pasar/industri Indonesia?

Foundernya adalah saya sendiri, Kiki Guzali dan Ade Indra. By the way ini adalah pertanyaan menarik karena belakangan saya sering lihat banyak bisnis startup yang kurang di tahap validasi ini. Di Jendela360 kami melakukan validasi kami dengan mewancara sendiri sejumlah orang yang masuk sebagai kriteria owner dan customer. Dan ingat minta mereka untuk bicara sejujurnya apa pendapat mereka tentang ide produk kamu (dan tentunya hipotesis kamu yang membuat kamu sampai mau mengerjakan proyek ini). In our case our hypothesis are:

1. Owner memiliki trust issue untuk menitipkan unitnya ke pihak ketiga yang bentuknya individual

2. Owner akan sangat kerepotan menunjukkan unit ke calon penyewa di waktu/jam yang tidak sesuai dengan jadwal owner.

3. Customer butuh solusi yang lebih transparan untuk mencari apartemen untuk ditinggali

4. Customer butuh solusi untuk membayar sewa apartemen secara bulanan. Hasil validasi kami saat itu cukup positif, sehingga kami lebih percaya diri untuk mengeksekusi project ini 🙂

Apakah tujuan, visi dan misi dari di bangunnya Jendela360?

Visi: Proper housing for millennials

Penjelasannya sederhana saja. Kami tahu bahwa kaum millenials adalah kaum yang dinamis dan aktif, mereka tidak memiliki saving yang terlalu banyak, namun umumnya memiliki penghasilan cukup baik yang umumnya diterima secara bulanan. Nah disini Jendela360 hadir menjembatani supaya kaum millennials ini tetap dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan fasilitas yang lengkap namun tidak terlalu membebani di masalah payment.

Misi: Become no.1 platform for apartment in Indonesia

Ini juga sederhana saja. Kami mau brand Jendela360 melekat erat dan menjadi solusi no.1 setiap kali orang bicara soal apartemen, sama seperti waktu orang bicara warung kopi dan Starbucks 🙂

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan Jendela360?

Rintangan dan tangannya berat. Dan jauh tidak semanis seperti kelihatannya sekarang haha. Di awal-awal kita megap-megap juga karena ibaratnya masih dungu, dan masih mencoba ini itu untuk melihat formula mana yang works and doesnt work. Untungnya semakin kesini kita sudah semakin knowledgeable on ‘how to’ everything nya. Bisa dilihat juga bisnis kita yang berkembang cukup pesat dalam 1 tahun terakhir ini.

Bagaimana cara Daniel dan rekan-rekan melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun bisnis Jendela360 hingga sekarang?

No. 1 Faith, No.2 Common Sense. Memang dari awal harus punya iman yang kuat untuk ‘menggerakkan gunung’ karena doing startup business itu ngerjain sesuatu yang biasanya nyeleneh kan bawah solusi baru dari permasalahan yang ada. Dan sering kali juga tidak berhasil karena berbagai macam hal.

Ini ada video referensi yang bagus:

No.2 Common Sense saja. Misalnya di Jendela360 saya sebagai owner juga mengalami ‘gap’ masalah di dunia sewa-menyewa apartemen ini, kemudia kita validasi berarti supply nya ada. Nah hasil dari validasi di sisi customer juga marketnya jelas ada. And then you know the song ‘when there is a gap there is a startup’ haha, sisanya tinggal gocek-gocek nya aja yang penuh liku dan challenge in the process, but at least we know that this is the problem we need to solve, and it is solvable through our product.

Kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh Daniel untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

I’m a true believer that passion, paired with a humble heart, will eventually beat talent!


Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Daniel Rannu, Founder dan CEO dari Jendela360. Dari wawancara ini kita bisa ambil pelajaran bahwa jika ingin mendirikan bisnis atau startup, tentunya kita harus peka terhadap permasalahan sekitar dan terus belajar dan melakukan riset untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Serta, seperti yang dikatakan Daniel sebelumnya, passion paired with a humble heart, will eventually beat talent! (nks)

Baca juga: Ahmad Farhan Ghifari, Perwakilan Indonesia dalam Microsoft Student Partner APAC Summit 2018.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *