Simak! Fawwaz Siswa dengan Deretan Prestasi Luar Biasa!

Muhammad Iqbal Mawardi . April 15, 2022


Foto: Dok.


Teknologi.id x Harisenincom - Akhir - akhir ini nama Muhammad Fawwaz Farhan Farabi sering disebut di lini masa. Siswa asal Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong ini baru saja menorehkan sederet prestasi. Ia telah diterima di lima universitas di  Asia, Eropa dan Australia.


Kali ini Harisenin berkolaborasi dengan Teknologi.id akan mengupas tuntas tentang Fawwaz bagaimana bisa menoreh prestasi begitu banyak. Yuk disimak


Profile Fawwaz

 



Pemuda kelahiran Jakarta tahun 2004 ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakak perempuannya adalah Farah Layli Azka, yang saat ini duduk di semester enam di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Ayah Fawaz adalah seorang dokter. Suwendi, M.Ag berasal dari kawasan pesisir Desa Chunkling di Kecamatan Cantigi Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan merupakan lulusan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin di Cirebon dan Pondok Pesantren Rufus Safir Salaam di Ciputat. 


Pendidikan dari S1 hingga S3 diselesaikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan fokus pendidikan Islam. Saat ini bekerja sebagai ASN (Perlengkapan Kewarganegaraan Nasional) di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca Juga : Apa Itu Mental Health? Definisi, Jenis Gangguan, dan Cara Mengobatinya

Meskipun nama ibunya adalah Dokter. Mesraini, SH. , M.Ag. Lulus dari pesantren di Desa Thawalib Sumatera Parabek, Bukittinggi. Saat ini menjadi dosen dan ketua Program Studi Hukum Keluarga  Fakultas Hukum Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

 Jenjang Pendidikan & Prestasi Fawwaz


Pendidikan agama Fawaz pertama kali diterima dari orang tuanya. Saat masuk Taman Kanak-Kanak (TK)  tahun 2009, Fawaz hanya bersekolah satu hari di kelas. 

Pada tahun kedua, ia menyelesaikan tahun berikutnya, 2010, di Taman Kanak-Kanak Islam Aslama di Kampung Utan.

 

Di jenjang pendidikan dasar, pria pecinta sepak bola ini bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Universitas Pengembangan Islam Negeri (MI)  Syarif Hidayatullah, Jakarta dari tahun 2010 hingga 2016. Kelas 1 hingga  6 MI Pembangunan UIN Jakarta,  ia selalu meraih juara umum hingga menjadi juara umum. dinobatkan sebagai mahasiswa bintang dan juga lulusan terbaik pertama. Dengan prestasi tersebut, ia berhasil meraih Piala Attanmiyah dari Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Maka sejak kuliah di MI, Fawwaz mendapat beasiswa dan dibebaskan dari segala pendanaan dari Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. 


Di tingkat MI, pria ini mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di klub futsal, klub bahasa Inggris, klub sains dan manga (menggambar manga Jepang)  juga memenangkan berbagai kompetisi. 


Di antara mereka adalah orang-orang muda dan Bali terbaik yang dipegang oleh Tazkia Inpatient International Java (2016); Tempat 3 di Padicil diadakan pada hari peringatan ESQ 165 (2014); Juara No. 1 untuk tingkat dasar yang dimiliki oleh Al Ikhlas Muslim Jakarta High School (2015); Pemenang pertama dari kontes suara diadakan oleh SMP BAKTI MULYA 400 JAKARTA (2015); Qishash Qishash I naik dalam kontes "Sigma" kontes seni Islam dan keterampilan agama (2014); Juara budaya pertama dalam kompetisi budaya Ramadhan (2014); Champion I Olimpiade IPA (2015); Bahasa juara I  dalam peringatan bulan bahasa (2015);  Bintang kompetisi nasional Muslim, Matematika dan Sains (BPNC IMS), Jakarta (2014); Peserta dan peringkat 5 pada tingkat Ocean Olimpiade MIPA 2014 primer / MI yang diselenggarakan oleh Pendidikan Laut Indonesia (2014); "Siswa terbaik" tentang sukacita dengan program bahasa Inggris yang diadakan oleh Flash English Communication segera (2014); Juara I Sirah Nabawiyah dan juara Tahfidz ke-2 dalam peringatan bulan bahasa (2016).


Baca Juga : Agile vs Scrum: Perbedaan dan Cara Memilih Metodologi yang Tepat

Dengan Piala Attanmiyah, hadiah tertinggi untuk evaluasi terbaik pencapaian yang dikembangkan oleh Madrasah, Fawwaz terus mendidik pengembangan Madrasah Tsanawiyah (MTS) dari Syarif Hidayatullah UIN dalam program pembayaran. Sebagai pengalaman rata-rata, FAWWAZ dalam 3 (tiga) tahun berturut-turut selalu memenangkan juara umum paralel dan dihargai sebagai bintang mahasiswa dan menerima beasiswa dan dibebaskan dari semua bentuk pendidikan.


Pada tingkat MTS ini, FawwaZ telah secara aktif memonitor program KIR tambahan (pekerjaan sains remaja) dan robot. Selain itu, Fawwaz juga mengikuti kursus bahasa Inggris  di Ciputat (Program Bahasa Internasional) dari Sesi 4  hingga  8 m. 


Masuk ke 8 tahun, Fawwaz diangkat sebagai Presiden Dewan Mahasiswa Pembangunan UIN Jakarta. Selain kegiatannya sebagai orang nomor satu di OSIS, Fawwaz juga pernah mengikuti berbagai lomba, antara lain Lomba Sains Madrasah (KSM), mulai tingkat kota Jakarta Selatan, tingkat provinsi DKI Jakarta, hingga tingkat nasional. Di masa kejayaannya, Fawwaz mampu meraih medali emas dalam kompetisi KSM Biologi Nasional  yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (2018).

 

Dalam prosesi diplomasi TM, Fawwaz dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pertama dan meraih Piala Attanmiyah dari Sekolah Islam Negeri IS Syarif Hidayatullah, Jakarta (2019).



Sebagai juara pertama KSM tingkat nasional, Fawwaz mendapat tiket emas dan masuk tanpa ujian di antara ribuan pendaftar yang ingin masuk  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong. MAN Insan Cendekia Serpong, oleh Almarhum Prof. Dr.Eng. BJ. Habibie adalah madrasah yang didambakan Fawwaz sejak ia duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah. 

 

Fawwaz awalnya ditempatkan di program ilmu alam, karena prestasinya melalui KSM  di bidang biologi. Namun, Fawwaz sudah memiliki keinginan dan pandangan bahwa kelak ia akan menjadi guru besar  hukum. Maka, atas pertimbangan  dan restu  orang tuanya, Fawwaz akhirnya beralih ke program IPS.


Selama studinya di MAN Insan Cendekia Serpong, Fawwaz meraih kesuksesan akademik di nomor satu. Selama menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong, ia menikmati masa-masa jauh dari pandemi COVID-19. Namun, ia tetap sepenuh hati menekuni kegiatan dan studinya. Bahkan, ia telah berjasa meraih berbagai prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. 


Baca Juga : Manfaat Chatbot Untuk Bisnis Yang Lebih Maju



Di antara prestasinya adalah juara 2 se-provinsi Banten dalam lomba penelitian kepemudaan yang diselenggarakan oleh Center of Young Scientists (2020); Peringkat 10 Wilayah Jawa  Bali pada Pesta Olahraga Anggaran Nasional  yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2020); Juara 3 kompetisi perpajakan nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan PKN STAN Jakarta (tahun 2021); Duta Moderasi Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia (2021). 


Pengalaman Fawwaz yang Lain


Di bidang organisasi, Fawwaz menjadi ketua divisi komunitas OSIS MAN Insan Cendekia Serpong (2021); Anggota Humas Asosiasi OSIS  Insan Cendekia di Indonesia (2021); Pemimpin proyek layanan sosial nasional “I Care” Cendekia (2021); dan Presiden Mahasiswa Angkatan 25 di MAN Insan Cendekia Serpong (2022).

 

Kemudian, Fawwaz  diterima di 5 universitas besar yang tersebar di benua Australia, Eropa dan Asia. Di Australia, Fawwaz diterima di Monash University (peringkat 57 universitas terbaik di dunia oleh Times Higher Education, 2022), University of Adelaide (108 universitas terbaik di dunia menurut QS World University Rankings dan peringkat di Australia). Higher Education, 2022 ), dan RMIT atau Royal Melbourne Institute of Technology (206 universitas terbaik di dunia menurut QS World University Rankings, 2022).


Baca Juga : Kominfo Himbau Masyarakat Ganti SIM Card yang Dukung 4G


Di daratan Eropa, Fawwaz juga telah diterima di Wageningen University & Research, Belanda, yang menempati peringkat 123 di antara universitas terbaik di dunia menurut QS World University Rankings  2022. Terakhir, di Asia, melalui layanan SNMPTN, Fawwaz diterima . di Universitas Indonesia, universitas terbaik, pertama di Indonesia, 10 terbaik di Asia Tenggara dan 56 terbaik di Asia, dan 290 di antara universitas di dunia menurut QS World University Rankings, 2022.

 

Fawwaz mengajak mahasiswa untuk tidak takut bermimpi. “Mimpilah setinggi langit. Karena jika kita jatuh, kita akan jatuh bersama bintang-bintang. Namun harus ditegaskan, jangan hanya bermimpi, Anda harus memiliki tujuan yang jelas dan langkah yang konkrit. Lakukan dengan perlahan. Mulailah meneliti, temukan potensi diri Anda dan latih kemampuan Anda, terutama kemampuan bahasa asing. Dan ingat, uang bukanlah alasan  untuk berhenti meraih impian kita. Ada jalan bagi mereka yang mencoba. Juga tidak lupa mohon doa dan restu dari kedua orang tua,” kata Fawwaz.

(MIM)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar