Muhamad Nanda Putra, Founder dan CEO Tanijoy: Cintai Apapun yang Kita Kerjakan

Halo Sobat Teknologi!

Pada segment #SosokTeknologi di #SelasaMoodBooter kali ini, Teknologi.id mewawancarai Muhamad Nanda Putra selaku Founder dan CEO dari Tanijoy.  Tanijoy adalah sebuah startup di bidang agrikultur yang bertujuan untuk membantu petani kecil agar terlepas dari jerat kemiskinan. Tanijoy membantu petani kecil untuk mendapatkan kesempatan bertani di banyaknya lahan yang layak namun belum diberdayakan dengan baik sehingga dapat mensejahterakan kehidupan para petani tersebut.

Isi dari wawancara ini adalah ulasan dari bagaimana proses Nanda dan tim mendirikan Tanijoy,  ide serta motivasi pendirian bisnis, validasi pasar, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya. Yuk langsung saja kita simak hasil wawancara Teknologi.id dengan Muhamad Nanda Putra khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!

Halo Nanda, bisa ceritakan bagaimana awal mula ide mendirikan bisnis Tanijoy?

Menurut BPS tenaga kerja terbanyak di Indonesia berasal dari petani, tapi sayangnya lebih dari separuhnya tergolong sebagai masyarakat yang kurang mampu. Berawal dari permasalahan yang kami temukan ketika berinteraksi dengan para petani kecil khususnya di desa Sukawangi kabupaten Bogor, pendapatan mereka selalu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dan seringkali kesulitan dalam mencari permodalan. Pilihan mereka hanyalah meminjam ke tetangga atau ke tengkulak dengan bunga dan syarat yang memberatkan seperti harus menjual hasilnya dengan harga yg ditentukan tengkulak dan biasanya sangat murah. Tanijoy memiliki tujuan untuk menjadi solusi end to end bagi petani namun saat ini kami memulainya dengan mencoba membantu petani melalui akses permodalan yang dibantu oleh project investor kami yg berasal dr masyarakat mengah keatas dan tertarik untuk berinvestasi di pertanian. Selain itu kami memiliki field manager sebagai pendamping petani dan mencatat setiap kegiatannya untuk dijadikan laporan rutin yang di simpan di website kami.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founders memvalidasi ide ke dalam kondisi real di pasar/industri Indonesia?

Founder Tanijoy ada 3 yaitu Muhamad Nanda Putra sebagai CEO yang memiliki 6 tahun pengalaman di bidang agrikultur, Kukuh Budi Santoso sebagai COO yang memiliki 4 tahun pengalaman Marketing dan pernah mendirikan startup sosial yang bernama escape.id, dan Febrian Imanda Effendi sebagai CTO yang memiliki pengalaman 5 tahun di bidang IT dan pernah membangun startup di bidang edutech yang bernama Hoobla.

Dari kiri ke kanan, Febrian-Nanda-Kukuh.

Awalnya kami terjun langsung ke petani dan berpartisipasi dalam setiap kegiatannya. Di sela-sela kegiatan biasanya kami mengobrol, mencatat dan berdiskusi terkait kehidupan lokal di sana dan permasalahan apa saja yang biasanya mereka hadapi. Mulai dari masalah permodalan,  kurangnya edukasi dimana sebagian besar dari mereka tidak lulus SD, dan akses pasar yang sulit terjangkau sehingga mereka hanya bisa menjual ke tengkulak atau pengepul dengan harga yang sangat murah. Setelah mengetahui permasalahannya kami mencoba menelusuri rantai bisnis dari industri pertanian ini, karena salah satu founder yaitu Nanda memiliki pengalaman di bidang pemasaran hasil tani ini, kami awalnya mencoba untuk membuat bisnis direct selling yaitu dengan menjual hasil tani dari petani langsung ke konsumen secara online. Ternyata dalam perjalanannya kami menghadapi banyak kendala seperti supply dan demand yang tidak seimbang, pembayaran dari retail yang terlambat, belum terbiasa belanja sayur online, dll. Dari sini kami mencoba merubah fokus kami yaitu menguatkan sisi “Hulu”nya dari industri ini terlebih dahulu yaitu terkait permodalan dan manajemen lahan pertanian yang baik, yang selanjutnya kami kembangkan menjadi platform investasi daring dan farming management system.

Apakah tujuan, visi dan misi dari di bangunnya Tanijoy?

Visi kami adalah ‘Bring the Happiness of life through Agriculture” . Setiap manusia membutuhkan makanan dan makanan yang cukup nutrisinya akan membuat kita lebih sehat dan bahagia, namun saat ini justru yang banyak kekurangan nutrisi adalah para petani nya yang notabene adalah produsen dari produk pangan. Jadi kami ingin mensejahterakan para petani kecil dan kami percaya masyarakat lainnya juga akan merasakan hal yang sama.

Untuk mencapai tujuan itu misi kami ada 5 yaitu:

  • Apply Technology for better Agriculture
  • Empower Local Community
  • Increase Economic and Livelihood
  • Create Agripreneur in rural area
  • Collaborate People to Build a Better Agriculture.

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan Tanijoy?

Kami merupakan perusahaan yang masih sangat baru dan minim pengalaman. Seringkali kami menemukan hal-hal yang tidak terduga di dalam proses bisnisnya, salah satunya terkait integritas dari petaninya sendiri. Dulu pernah kami memberikan pinjaman dalam bentuk uang, dan seringkali dipakai untuk hal yang lain bukannya untuk aktivitas bertaninya.

Bagaimana cara Nanda dan Tim melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun bisnis Tanijoy?

Menyambung pertanyaan No. 4 hal tersebut yang membuat kami percaya bahwa monitoring langsung itu sangatlah penting dan karenanya kami mendelegasikan field manager sebagai pendamping sekaligus pengawas untuk para petani mitra kami dan kami tidak memberikan fresh money melainkan dalam bentuk barang.

Kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh Nanda untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

Always put love in everything that we do. Dengan mencintai hal-hal yang kita kerjakan kita akan memberikan kemampuan terbaik kita, memberikan waktu lebih, dan effort yang lebih.


Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Muhamad Nanda Putra, Founder dan CEO dari Tanijoy. Dari wawancara ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa untuk membangun sebuah bisnis dan sukses di dalamnya, kita perlu mencintai apa yang kita kerjakan karena dengan mencintai pekerjaan kita maka kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik, waktu lebih, dan effort yang lebih maksimal. (nks)

Baca juga: Carlo Ratti dan Masa Depan Pemetaan Digital.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *