Pentagon Ciptakan Serangga Pembawa Virus, untuk Pertanian atau Senjata Biologi?

Kutu daun

Teknologi.id – Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) sedang gencar mengembangkan “Insect Allies” atau Pasukan Serangga.

Didanai oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), proyek ini melibatkan penggunaan teknik pengeditan gen. Menggunakan CRISPR untuk menginfeksi serangga dengan virus yang dimodifikasi, bertujuan agar pertanian di AS lebih tangguh.

Misalnya, ketika ladang jagung dilanda kekeringan tak terduga atau tiba-tiba terkena patogen, Insect Allies bisa mengerahkan pasukan kutu daun yang membawa virus hasil rekayasa genetika untuk memperlambat laju pertumbuhan tanaman jagung tersebut.

Menurut situs DARPA, terapi bertarget tersebut bisa berlangsung dalam satu musim tanam. Proyek tersebut diklaim berpotensi melindungi sistem pertanian di AS dari ancaman keamanan pangan seperti penyakit, banjir, musim dingin yang bikin tumbuhan beku. “Bahkan, ancaman yang dihadirkan oleh negara atau aktor non-negara,” demikian pernyataan DARPA.

Proyek yang digagas Pentagon itu disebut kontroversial. Sejumlah orang mempertanyakan apakah pasukan serangga yang membawa virus yang telah dimodifikasi secara genetik memang dimaksudkan untuk menyelamatkan pertanian AS atau sejatinya adalah senjata biologis (bioweapon) ?

Markas Departemen Pertahanan AS atau Pentagon

Sejumlah anggota komunitas ilmiah juga skeptis. Dalam surat yang dipublikasikan pada Jumat, 5 Oktober 2018 di jurnal Science, tim yang terdiri atas lima ilmuwan mengkhawatirkan proyek itu bisa saja dieksploitasi sebagai senjata biologis.

“Menurut pandangan kami, justifikasi yang diajukan tidak cukup jelas. Misalnya, mengapa mereka memakai serangga? Padahal, bisa saja menggunakan sistem penyemprotan,” kata Silja Voeneky, salah satu penulis surat sekaligus dosen University of Freiburg di Jerman.

“Menggunakan serangga sebagai vektor untuk menyebarkan penyakit mirip senjata biologis klasik,” kata dia.

(DWK)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *