The Euthanasia Coaster: Roller Coaster untuk Bunuh Diri

Lusita Amelia . August 22, 2022

foto: PurpleCat/tangkapan layar pribadi

Teknologi.id - Bagi sebagian orang, menjalani kehidupan terkadang sangat sulit sehingga beberapa orang memilih untuk mengakhiri penderitaan dan hidupnya dengan bunuh diri. Ada istilah untuk dorongan ini, yaitu euthanasia. Euthanasia, menurut AloDokter, merupakan tindakan untuk mengakhiri hidup seseorang dengan cara sengaja untuk menghilangkan penderitaan yang dialami. Dalam dunia medis sendiri, euthanasia terkadang dianggap lumrah apabila seseorang memiliki riwayat penyakit mematikan yang sudah tidak dapat disembuhkan oleh pengobatan medis. Dalam hal ini, euthanasia bersifat sukarela karena seseorang tersebut sudah tidak dapat menanggung rasa sakit dari penyakitnya. Di Indonesia sendiri, tindakan eutahanasia ini masih tergolong ilegal yang sudah diatur dalam undang-undang. Dalam dunia media Indonesia sendiri pun berlaku hal yang sama. Namun, ada juga yang sengaja melakukan euthanasia tanpa tujuan medis dan tindakan ini diwadahi oleh inovasi dari seorang mahasiswa dari Inggris. 

Julijonas Urbonas, seorang mahasiswa PhD di Royal College of Art London, menggagas sebuah inovasi yang cukup kontroversi dengan mewadahi seseorang untuk melakukan euthanasia. Ide yang dibawa oleh mahasisa tersebut adalah dengan konsep taman hiburan menaiki roller coaster dengan sistem dan konsep yang berbeda. Dalam video yang diunggah melalui akun YouTube bernama PurpleCat, dijelaskan konsep dari The Euthanasia Coaster secara langsung. 

Urbonas, yang merupakan seorang mantan pegawai taman hiburan, mengusung ide dengan roller coaster karena tekanan yang diberikan oleh coaster sangat tinggi dan lebih cepat untuk bunuh diri. Dengan melewati lintasan coaster khusus yang dibuat, seseorang yang berada di atasnya akan mengalami serangkaian gerak intensif yang akhirnya akan memberikan sensasi melayang, pengilhatan gelap, kehilangan kesadaran, hingga kematian. Gaya sentrifugal menjadi dasar dari dorongan yang akan mendorong kereta ke atas sehingga penumpang akan terjepit ke kursi. 

Sebelum roller coaster dijalankan, penumpang akan ditanyakan kembali apakah mereka sudah yakin untuk bunuh diri dengan menggunakan euthanasia coaster. Dalam akun YouTube tersebut dijelaskan ada dua fitur yang menjadi komponen utama untuk yang menjadi gaya pendorong coaster. Pertama, terdapat fitur menara putaran yang berada di bagian atas. Kedua, putaran yang berada di bawah. Dari ketinggian menara pertama, penumpang akan terjun sejauh 500 meter menuju putaran yang berada di bawah. Darah seseorang akan mengalami tekanan yang ekstrim menyebabkan kurangnya darah dalam otak. Bagian dalam otak akan mengalami kelemahan hingga mati yang menyebabkan seseorang akan tidak fokus hingga tidak sadarkan diri. 

Konsep ini sama juga diterapkan pada para pilot dan astronaut yang mengalami hal serupa apabila jatuh dari ketinggian yang tinggi secara cepat. Otak yang kekurangan oksigen akan mengalami malfungsi sehingga penumpang hanya akan mengikuti alur lintasan coaster karena sudah tidak sadarkan diri. Inovasi ini menuai berbagai pro dan kontra dari masyarakat karena dianggap mendukung bunuh diri. Hal yang umum dijadikan permasalahan adalah pernyataan yang diucapkan dalam video bahwa inovasi ini dapat dijadikan solusi untuk mengurangi kepadatan penduduk. 

Baca juga: 347 GB Data dari Perusahaan di Indonesia Diduga Bocor

Dalam komentar yang terdapat dalam video tersebut, banyak pengguna yang mengomentari bahwa apakah inovasi euthanasia coaster ini sangat diperlukan tanpa mengutamakan rasa kemanusiaan. Banyak yang merasa bahwa inovasi ini tidaklah manusiawi dan konsep ke depannya akan cukup berantakan. Walaupun demikian, konsep eutahanasia sudah diterapkan dan diakui secara legal oleh beberapa negara, seperti Belanda dan Belgia. Hak kemanusiaan yang digunakan menjadi dasar tercetusnya inovasi ini. Manusia dianggap memiliki hak sepenuhnya atas dirinya sehingga keinginan untuk bunuh diri merupakan hal yang lumrah dan dapat dibuat wadah yang mudah untuk membantu mengakhiri kehidupan. 

Bagaimana menurutmu terkait konsep ini? The Euthanasia Coaster yang menjadi inovasi bunuh diri ini kiranya dapat dikaji ulang dengan mempertimbangkan berbagai konsep secara keilmuwan ataupun kemanusiaan. Berkembangnya ilmu pengetahuan dengan berbagai keunikannya dapat dijadikan tempat untuk saling memperbaiki dan memberikan masukan. Inovasi yang terbilang "gila" ini akan terus menuai kritikan dan kontroversi. Dengan demikian, perlu bagi kita sebagai masyarakat umum dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan pendapat terkait suatu inovasi. 

(LA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar