Hindari Burnout! CEO Instagram Ungkap Rahasia Jadwal Posting Terbaik

Yasmin Najla Alfarisi . February 04, 2026

Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Teknologi.id -  Tekanan untuk terus mengunggah konten setiap hari di media sosial sering kali menjadi beban mental bagi para kreator maupun pelaku bisnis. Banyak yang merasa harus mengejar frekuensi tinggi demi memenangkan algoritma, namun justru berakhir dengan kelelahan fisik dan mental atau burnout. Menanggapi fenomena ini, Head of Instagram, Adam Mosseri, memberikan nasihat terbuka yang cukup mengejutkan bagi banyak pihak melalui akun broadcast channel pribadinya. Mosseri menekankan bahwa jadwal posting yang "optimal" bukanlah tentang kuantitas, melainkan tentang ketahanan jangka panjang.

Menurut Mosseri, kesehatan mental dan keberlanjutan kreativitas seorang kreator jauh lebih berharga daripada angka statistik harian yang fluktuatif. Ia mengingatkan para pengguna Instagram untuk tidak terjebak pada tuntutan jadwal posting yang dianggap ideal oleh pihak luar, tetapi justru sulit dipertahankan dalam kehidupan nyata.

Prioritaskan Konsistensi, Bukan Intensitas

Dalam unggahannya, Mosseri memberikan perspektif baru mengenai definisi jadwal posting yang sempurna. Ia menyatakan bahwa jadwal terbaik adalah jadwal yang benar-benar dapat dipertahankan oleh seseorang tanpa merasa stres. Mosseri secara tegas menyarankan para kreator untuk berhenti memaksakan diri mengunggah konten setiap hari jika hal itu dirasa membebani.

"Saya lebih suka Anda posting dua kali seminggu selama dua tahun, daripada setiap hari selama dua bulan lalu berhenti," tulis Mosseri.

Pernyataan ini menegaskan bahwa algoritma Instagram sebenarnya lebih menghargai konsistensi yang stabil dalam rentang waktu lama dibandingkan ledakan aktivitas tinggi yang kemudian menghilang secara tiba-tiba karena kreator kehilangan motivasi. Dengan menjaga ritme yang realistis, seorang kreator dapat membangun komunitas yang lebih kuat dan loyal.

Baca juga : Like dan Comment di Instagram Terlalu Banyak Bisa Berisiko, Begini Penjelasannya!

Menemukan Titik Temu Kreativitas

Selain soal frekuensi, Mosseri juga mendorong para kreator untuk lebih selektif dalam memilih jenis konten. Ia menyarankan agar setiap individu menemukan "titik temu" antara dua hal utama: apa yang benar-benar mereka sukai (minat pribadi) dan format apa yang terbukti memberikan hasil atau performa baik di platform.

Menemukan keseimbangan ini dianggap sebagai kunci utama agar aktivitas di Instagram tetap terasa menyenangkan dan tidak menjadi beban pekerjaan yang membosankan.

"Temukan titik temu antara apa yang Anda sukai dan apa yang berhasil (meraih hasil bagus), dan terus lakukan itu," tambahnya.

Dengan cara ini, kreator tidak hanya mengejar tren demi engagement, tetapi tetap mempertahankan identitas serta kepuasan batin saat berkarya.

Standar Frekuensi yang Dinilai Efektif

Meskipun Mosseri menekankan kenyamanan pribadi, beberapa riset pasar seperti yang dirangkum dari Hopperhq memberikan gambaran mengenai angka yang dianggap aman agar tetap relevan di mata audiens. Untuk unggahan feed, frekuensi 1–2 kali per hari dianggap sebagai titik maksimal untuk menjaga jangkauan tanpa membuat pengikut merasa terganggu atau menganggap konten tersebut sebagai spam.

Sementara itu, untuk format video pendek atau Reels, frekuensi yang dianggap efektif berada di angka 3–5 kali per minggu. Sedangkan untuk fitur Instagram Stories, frekuensi 3–7 unggahan per hari dinilai ideal untuk menjaga interaksi harian tetap aktif tanpa memicu audiens untuk melakukan skip. Angka-angka ini bisa dijadikan acuan, namun tetap harus disesuaikan dengan kapasitas individu sesuai saran Mosseri.

Baca juga: Instagram Reels Jadi Mesin Uang Baru, Sumbang 50% Iklan dan Geser Dominasi TikTok

Fitur Baru untuk Mendukung Manajemen Konten

Foto: Tangkapan layar akun Threads @mosseri

Menyadari pentingnya kemudahan bagi pengguna dalam mengelola kehadiran digital mereka, Mosseri juga membagikan kabar terbaru melalui platform Threads. Saat ini, pengguna sudah mulai dapat menggunakan fitur penjadwalan postingan (scheduling) secara langsung. Selain itu, metrik untuk postingan individu kini mulai digulirkan dalam fitur Insights untuk membantu pengguna memantau performa dengan lebih mendalam.

Fitur lain yang ditambahkan adalah kemampuan untuk melakukan "markup" pada postingan yang dibagikan ulang (reshare). Fitur ini memungkinkan pengguna menambahkan sentuhan kreatif mereka sendiri sebelum membagikan konten orang lain ke timeline mereka. Semua pembaruan ini dirancang untuk membantu pengguna mengelola akun mereka dengan lebih efisien, sehingga risiko kelelahan akibat manajemen manual yang repetitif dapat dikurangi secara signifikan.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(yna/sa)


author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar