.jpg)
Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi
Teknologi.id - Menemukan informasi yang benar-benar akurat melalui Google Search kini tidak lagi sesederhana beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya tantangan utama pengguna internet adalah menghindari artikel berkualitas rendah yang dipenuhi keyword jebakan SEO, situasinya saat ini jauh lebih kompleks. Lonjakan konten hasil generasi AI (kecerdasan buatan) yang tidak selalu tersaring dengan baik atau sering disebut "AI Slop", ditambah derasnya informasi yang kurang terverifikasi, membuat pengalaman menjelajah search engine menjadi semakin menantang.
Meski demikian, Google masih tetap menjadi alat pencarian yang sangat andal. Kuncinya terletak pada pemahaman dan pemanfaatan teknik pencarian lanjutan (advanced search) yang memungkinkan pengguna untuk menyaring hasil secara lebih tepat dan relevan.
Menyingkirkan Konten AI dan Mengembalikan Tampilan Klasik
Salah satu elemen yang kerap dianggap mengganggu efisiensi pencarian adalah kemunculan ringkasan otomatis berbasis AI (AI Overview) di bagian teratas hasil pencarian. Bagi pengguna yang ingin berfokus pada sumber manusia, riset asli, atau data primer, terdapat cara sederhana untuk meminimalisir gangguan tersebut. Menambahkan -ai di akhir kata kunci pencarian dapat membantu mengurangi hasil yang berkaitan langsung dengan konten AI.
Selain itu, bagi mereka yang merindukan tampilan klasik Google berupa daftar “10 link biru”, filter pencarian “Web” dapat dimanfaatkan. Setelah memasukkan kata kunci, pengguna dapat menekan tombol “More” atau “Lainnya” di bawah kolom pencarian, lalu memilih opsi “Web”. Langkah ini akan menghilangkan berbagai elemen tambahan seperti widget belanja, rekomendasi, serta ringkasan AI, sehingga hasil pencarian kembali menampilkan daftar situs web secara organik dan lebih bersih.
Baca juga: Awas Penipuan di Google Maps! Ribuan Profil Bisnis "Hantu" Dihapus, Ini Modusnya
Membatasi Hasil Pencarian pada Sumber Tertentu
Foto: Tangkapan Layar Google
Akurasi informasi sering kali sangat bergantung pada kredibilitas sumbernya. Google menyediakan operator pencarian yang mengizinkan pengguna untuk membatasi hasil hanya pada domain tertentu. Untuk mencari data resmi dari lembaga pemerintah, misalnya, pengguna dapat menambahkan site:.gov pada pencarian. Sementara itu, untuk keperluan akademik atau riset ilmiah, domain seperti site:.edu atau site:.ac.id kerap menjadi rujukan yang lebih dapat dipercaya.
Tidak hanya itu, Google juga memungkinkan pencarian difokuskan pada satu situs web tertentu. Dengan menambahkan perintah seperti site:teknologi.id, mesin pencari hanya akan menampilkan hasil yang berasal dari situs tersebut. Metode ini sering dinilai lebih efektif dibandingkan fitur pencarian internal pada sebuah situs, yang terkadang tidak mengindeks seluruh konten secara optimal.
Mencari Berdasarkan Format Berkas dan Rentang Waktu
Informasi teknis dan mendalam tidak selalu tersedia dalam bentuk artikel online. Banyak data penting justru terdapat dalam dokumen formal seperti laporan tahunan, jurnal ilmiah, atau panduan teknis. Untuk menemukan jenis konten tersebut, pengguna dapat memanfaatkan operator filetype:pdf guna menampilkan hasil berupa dokumen PDF. Operator ini juga dapat disesuaikan dengan format lain, seperti filetype:docx atau filetype:xlsx, tergantung kebutuhan.
Selain itu, fitur “Tools” atau “Alat” yang tersedia di bawah kolom pencarian memungkinkan filter hasil berdasarkan rentang waktu tertentu. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang mencari informasi terbaru maupun data dari periode spesifik. Opsi pencarian dengan kecocokan kata persis (exact match) juga dapat digunakan agar hasil yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan kalimat yang dimasukkan.
Baca juga: Google Photos Rilis Fitur "Me Meme", AI yang Bisa Ubah Wajah Kamu Jadi Meme Viral!
Verifikasi Visual dan Personalisasi Sumber
Di tengah maraknya manipulasi visual, pencarian gambar terbalik (reverse image search) menjadi alat penting untuk verifikasi. Dengan mengunggah gambar melalui ikon kamera atau tombol “+” di kolom pencarian, pengguna dapat melacak sumber asli sebuah gambar atau mengetahui konteks penggunaan sebelumnya, sehingga membantu mendeteksi potensi misinformasi.
Untuk pengalaman pencarian yang lebih bersih, pengguna dapat memanfaatkan extension pemblokir konten seperti uBlock Origin Alat ini dapat menyaring iklan dan hasil bersponsor yang kerap menutupi informasi utama di halaman pencarian.
Terakhir, Google mulai memperluas fitur “Preferred Sources” secara global sejak 2025. Melalui fitur ini, pengguna dapat menandai situs-situs tepercaya sebagai sumber pilihan. Google kemudian akan memberikan prioritas dan sorotan lebih pada sumber tersebut, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi berkualitas secara konsisten di tengah banjir konten digital.
Dengan memahami dan menerapkan teknik-teknik ini, pengguna dapat kembali menjadikan Google sebagai alat navigasi informasi yang efektif, akurat, dan relevan di tengah semakin padatnya lanskap digital saat ini.
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
(yna/sa)


Tinggalkan Komentar