Alasan Mengapa Manusia di Bumi Sangat Terobsesi oleh Mars

Muhammad Iqbal Mawardi . February 24, 2021

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Apakah kamu pernah menonton film The Martian? Film yang mengisahkan seorang astronot bernama Mark Watney yang tinggal bersama krunya di Mars. Tampaknya, hal ini tidak akan hanya menjadi cerita di film belaka. Pasalnya, banyak negara yang saat ini berlomba-lomba untuk segera mendaratkan krunya di Mars.

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar FULL STACK DEVELOPER, FRONT END REACT, FLUTTER MOBILE DEVELOPMENT, BACK END PYTHON, dan DATA SCIENCE bersama tech expert dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Akhirnya, negara-negara maju saling berlomba untuk dapat mengirim pesawatnya ke planet merah tersebut. Melansir dari Narasi Newsroom, Amerika Serikat sudah lebih dari setengah abad ini menjalankan Mars Exploration yang merupakan program dari NASA. Salah satu pesawat mereka pun baru saja mendarat di Mars pada 18 Februari lalu. 

Sedangkan Spacecraft Hope Probe milik Uni Emirat Arab juga baru saja tiba di orbit yang berada di sekitar Mars pada 9 Februari lalu. Disusul dengan Tianwen-1 milik China sehari setelahnya.

Misi serupa juga rencananya akan dilakukan oleh program gabungan Eropa-Rusia, ExoMars. ExoMars akan meluncurkan robot penjelajah Mars, Rosalind Franklin pada tahun 2022 nanti.

Dari semua kegiatan luar angkasa tersebut, kita dapat sama-sama menarik sebuah pertanyaan. Sebenarnya, apa yang membuat manusia di Bumi begitu terobsesi dengan Mars?

Baca juga: Cuma Disuruh Tidur Dibayar Rp28 Juta, Mau?

Pada 1877, Giovani Schiaparelli, astronom asal Italia memiliki sebuah pemikiran ketika melihat garis-garis di Mars. Ia menyebutnya Canali atau Channels. Namun, Percival Lowell, astronom sekaligus pengusaha asal AS salah menafsirkannya sebagai kanal yang dibuat Martian alias penghuni Mars. Kesalahan ini menggiring Lowell untuk menyelidiki lebih jauh terkait planet Mars.

Pada 1894, Lowell membuat observatorium untuk melanjutkan penyelidikannya. Sejak saat itulah buku, film, dan lagu yang berkaitan dengan planet Mars mulai marak muncul.

Asisten Profesor Klasik di USC Dornsife College of Letters Art and Science, Brandon Bourgeois mengatakan bahwa Mars saat ini sudah merasuk dalam matriks budaya alam bawah sadar manusia. Ia mengatakan Mars sudah turut hadir dalam berbagai problematika yang saat ini kita rasakan seperti cara kita mengonseptualisasikan gender dan peran, masalah terkait militerisme, hingga masuk ke dalam budaya populer.

Salah satu teori yang paling populer mengapa Mars sangat digilai oleh manusia di Bumi adalah kemiripan Mars dengan Bumi yang cukup tinggi. Mars memiliki musim, rotasi, dan jumlah paparan sinar matahari yang sama dengan Bumi. Hal itulah yang membuat informasi terkait Mars terus digali dan terciptanya ratusan bahkan ribuan penelitian terkait planet Mars.

Dari waktu ke waktu, pemahaman manusia di Bumi terkait Mars semakin tajam. Hal inilah yang memacu semangat para peneliti untuk membuktikan apakah planet Mars dapat menjadi sebuah hunian bagi manusia di masa depan? Sangat menarik untuk dinantikan.

(MIM)


teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler