5 Perbedaan Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah, Menengah, dan Tinggi

Teknologi.id – Bahasa pemrograman dapat dibagi menjadi tiga kategori besar. Ketiganya adalah bahasa Tingkat Tinggi, Tingkat Menengah, dan Tingkat Rendah. Ketiga jenis bahasa ini berbeda berdasarkan berbagai karakteristik.

Tingkat tinggi mengacu pada bahasa pemrograman yang ditulis dengan cara yang dapat dipahami oleh manusia. Mereka independen dan programmer tidak perlu tahu di mana program akan digunakan. Contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi adalah C ++ dan Python.

Bahasa tingkat menengah berfungsi sebagai jembatan antara perangkat keras dan lapisan pemrograman komputer. Mereka beroperasi dalam lapisan abstraksi komputer. Di sisi lain, bahasa tingkat rendah dibuat untuk memenuhi kebutuhan arsitektur komputer dan persyaratan perangkat keras tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan menyoroti perbedaan utama antara bahasa pemrograman tingkat tinggi, menengah, dan tingkat rendah.

1. Kecepatan

Dalam hal kecepatan, program yang dibuat dalam bahasa tingkat rendah lebih cepat daripada bahasa tingkat menengah dan tinggi. Ini karena program-program ini tidak perlu ditafsirkan atau dikompilasi. Mereka berinteraksi langsung dengan registry dan memori.

Di sisi lain, program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi relatif lebih lambat. Alasan utamanya adalah karena ditulis dalam bahasa manusia. Ini berarti komputer dipaksa menerjemahkan dan menafsirkannya ke bahasa manusia sebelum mengeksekusinya. Semua proses ini memakan waktu.

Kecepatan bahasa tingkat menengah ada di antara bahasa tingkat tinggi dan tingkat rendah. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

2. Konsumsi Memori

Bahasa tingkat rendah sangat efisien dalam hal memori. Mereka mengkonsumsi lebih sedikit memori. Ini sangat berbeda dengan bahasa tingkat tinggi yang dikenal sebagai pelahap memori. Mereka mengkonsumsi banyak memori karena faktanya bahasa-bahasa ini masih berjalan pada lingkungan runtime yang spesifik. Konsumsi memori bahasa pemrograman tingkat menengah tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan bahasa tingkat tinggi.

3. Kemudahan Penggunaan

Bahasa tingkat rendah bersahabat dengan mesin tetapi untuk programmer manusia. Sebagai programmer, cukup sulit untuk berurusan dengan binari dan mnemonik. Kenyataan bahwa setiap instruksi dirancang untuk arsitektur komputer tertentu membuat bahasanya menjadi lebih teknis. Singkatnya, bahasa tingkat rendah sulit dipelajari.

Di sisi lain, bahasa tingkat tinggi mudah untuk programmer. Mereka terdiri dari pernyataan bahasa Inggris yang dapat dipelajari dan dihafalkan dengan mudah. Cukup menjelaskan mengapa akhirnya menjadi jenis bahasa pemrograman yang paling populer.

4. Portabilitas

Dalam konteks ini, istilah portabilitas mengacu pada kemampuan bahasa yang akan digunakan di komputer yang berbeda. Bahasa pemrograman tingkat rendah kurang portabel. Ini karena instruksinya independen, yang berarti bahwa setiap instruksi ditulis untuk mesin tertentu. Kode untuk mesin tertentu tidak dapat berjalan di arsitektur komputer lain.

Sedangkan bahasa tingkat tinggi sangat portabel. Satu kode dapat digunakan pada mesin yang berbeda dan bahkan pada arsitektur yang berbeda tanpa kesulitan. Kita dapat mentransfer program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi dari satu komputer ke komputer lain dan tetap berfungsi.

5. Abstraksi

Disini abstraksi mengacu pada hubungan antara bahasa dengan perangkat keras komputer. Antara bahasa tingkat rendah dengan perangkat keras komputer memiliki abstraksi minimal atau bahkan nol. Bahasa-bahasa ini berinteraksi dengan lancar dengan memori komputer dan registry.

Kesenjangan antara bahasa tingkat menengah dan perangkat keras cukup signifikan. Menyebabkannya lebih besar daripada bahasa tingkat rendah tetapi lebih kecil dari bahasa tingkat tinggi.

Seperti yang diharapkan, bahasa tingkat tinggi memiliki tingkat abstraksi maksimum. Ini karena mereka beroperasi dari tingkat paling atas komputer di mana ada interaksi minimal dengan perangkat keras.

Seperti yang terlihat, ada perbedaan yang jelas antara bahasa pemrograman tingkat tinggi, tingkat menengah, dan tingkat rendah. Ini menunjukkan bahwa setiap jenis bahasa pemrograman dirancang untuk melncapai tujuan tertentu. Untuk alasan inilah, satu jenis pemrograman tidak bisa direkomendasikan di atas yang lain.

(DWK)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *