Bukan Cuma Pena! OpenAI & Jony Ive Garap Perangkat Audio AI Baru

Yasmin Najla Alfarisi . January 05, 2026

Foto: Teknologi.id/ Yasmin Najla Alfarisi

Teknologi.id -  Dunia teknologi bergeser dari layar ke suara. OpenAI dilaporkan sedang membuat pertaruhan besar dalam teknologi yang berpusat pada audio, lebih dari sekedar mempertajam suara ChatGPT. Menurut beberapa laporan terkini dari The Information, perusahaan ini melaksanakan beberapa bulan belakangan untuk memadukan tim teknisiproduk, dan riset guna mengurus model audionya. Reorganisasi ini merupakan bagian dari rencana rahasia untuk meluncurkan perangkat personal "audio-first" di kisaran tahun depan.

Evolusi ke Percakapan Natural

Fondasi teknis untuk perangkat keras baru ini akan menjadi model audio next-generation yang dijadwalkan untuk rilis pada awal 2026. Model ini diharapkan akan terdengar lebih natural dan emosional dibandingkan versi terkininya. Salah satu fitur hebatnya adalah kemampuannya untuk menghadapi interupsi real-time. Tidak seperti model yang sudah ada yang mengharuskan pengguna untuk menunggu balasan, arsitektur baru ini mengizinkan AI untuk berbicara secara bersamaan saat pengguna berbicara, menciptakan alur percakapan layaknya sungguhan.

Dengan membuat dialog lebih lancar dan tidak terlalu teknis, OpenAI bertujuan untuk merancang sebuah AI yang tidak begitu terasa seperti alat digital dan lebih seperti rekan bicara. Lonjakan teknis ini penting untuk sebuah perangkat yang bergantung seluruhnya pada interaksi suara daripada layar tradisional atau keyboard.

Baca juga: Pena AI: Hardware Pertama OpenAI Garapan Jony Ive Segera Hadir, Ini Bocorannya!

Visi Perangkat Keras OpenAI: Pengaruh Jony Ive

Perangkat yang akan datang ini bukan hanya sebuah proyek sampingan, melainkan awal dari seluruh rangkaian hardware. Ide internal di OpenAI termasuk smart speaker tanpa layar dan smart glasses yang ditenagai AI. Produk-produk ini sedang dikembangkan dengan bantuan mantan kepala desain Apple yang legendaris, Jony Ive

Di bulan Mei, OpenAI telah mengakuisisi perusahaan Jony Ive, io, senilai $6,5 miliar (sekitar Rp108,8 triliun). Ive, yang dikenal dalam hasilnya di iPhone dan iMac, dilaporkan berfokus pada "membenarkan kesalahan" di gadget konsumen sebelumnya. Prioritasnya adalah untuk mengurangi ketergantugan perangkat dengan menciptakan desain "audio-first". Tujannya untuk menjauhkan diri dari layar yang mengganggu dan membuat pendamping yang dapat berintegrasi secara mulus ke kehidupan sehari-hari tanpa mengharuskan pengguna untuk memandang layar.

Tren Baru dalam Ekosistem Audio

Foto: Meta

OpenAI tidaklah sendiri dalam perlombaan ini. Seluruh industri teknologi sedang bergerak menuju masa depan di mana audio akan mengambil panggung utama:

  • Meta: Baru-baru ini memperkenalkan kacamata cerdas Ray-Ban dengan lima mikrofon yang tersusun yang dapat membantu pengguna untuk mendengar percakapan dalam ruangan ramai.
  • Google: Saat ini sedang bereksperimen dengan "Audio Overviews" yang mengubah hasil pencarian jadi rangkuman lisan.
  • Tesla: Sedang mengintegrasikan chatbot xAI, Grok, ke dalam kendaraannya untuk mengatur navigasi dan kendali cuaca melalui dialog natural.
  • Startup: Perusahaan-perusahaan seperti Sandbar dan mereka yang dipimpin oleh pendiri Pebble, Eric Migicovsky sedang mengembangkan cincin AI di tahun 2026 yang mengizinkan pengguna untuk "bicara ke tangan mereka".

Di sisi lain, beberapa percobaan seperti Humane AI Pin, kesulitan untuk berhasil, konsensus industri ini tetap sama: setiap ruang, dari mobil ke wajah Anda, perlahan menjadi lingkungan audio interaktif.

Baca juga: Karyawan Apple Ramai-Ramai Pindah ke OpenAI, Dukung Proyek Baru Jony Ive

Tantangan dan Harapan ke Depannya

Terlepas dari kegemparan, merancang parangkat yang sepenuhnya berbasis audio merupakan langkah berani dan berisiko. Banyak pengguna masih memilih interaksi berbasis teks untuk privasi dan keleluasaan di ruang publik. Audio tidak selalu menjadi solusi terbaik di setiap situasi, dan OpenAI akan harus membuktikan kalau perangkat kerasnya cukup berguna untuk menggantikan atau melengkapi smartphone.

Meskipun begitu, kekuatan gabungan dari visi Sam Altman dan keahlian desain Jony Ive, membuat ekspektasinya begitu tinggi. OpenAI bertaruh kalau langkah besar selanjutnya di AI akan terdengar, bukan terlihat. Dengan menyiapkan rilis di 2026 untuk model intinya dan rilis 2027 untuk perangkatnya, OpenAI memposisikan perusahaannya untuk memimpin era pasca smartphone.

Fitur-fitur Terkenal dari Model Audio Baru OpenAI:

  • Ucapan Alami: Respon yang lebih emosional dan akurat.
  • Bicara Bersamaan: Kemampuannya untuk berbicara dan mendengar di saat bersamaan.
  • Interupsi Cerdas: Mengahadapi sela percakapan layaknya manusia.
  • Mengutamakan Privasi: Dirancang untuk dapt digunakan sebagai pendamping rumah tangga tanpa layar yang mengganggu.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(yna/sa)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar