Bukan Lagi Mobil Listrik! Kini Teknologi Self Driving Jadi Bintang Utama CES 2026

Algis Akbar . January 08, 2026

Foto: serbaid.com

Teknologi.id – Gelaran pameran teknologi tahunan Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas secara resmi memperlihatkan pergeseran arah industri otomotif global yang sangat kontras dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada edisi-edisi lalu kendaraan listrik (EV) selalu menjadi pusat perhatian utama, panggung tahun ini justru didominasi oleh kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) dan teknologi berkendara otonom. Fenomena ini terjadi seiring dengan langkah strategis para produsen mobil dunia yang mulai mengevaluasi kembali ambisi mereka di pasar mobil listrik dan memilih untuk memfokuskan investasi pada sistem kemudi otomatis yang lebih cerdas.

Fokus Baru Industri dari EV ke AI

Foto: reuters.com

Berdasarkan laporan Reuters pada Januari 2026, banyak perusahaan otomotif global mulai menyesuaikan target produksi mobil listrik mereka. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari permintaan pasar yang melambat, tingginya biaya produksi, hingga perubahan kebijakan pemerintah di beberapa negara besar. Sebagai gantinya, panggung CES 2026 justru dipenuhi oleh demonstrasi teknologi mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa perlu disetir oleh manusia.

Kepercayaan diri industri terhadap teknologi otonom ini kembali bangkit setelah melihat kesuksesan operasional taksi tanpa sopir (robotaxi) milik Waymo dan Tesla di beberapa kota besar. Para ahli melihat bahwa konsumen kini tidak hanya mencari mobil yang ramah lingkungan, tetapi juga mobil yang bisa memberikan kenyamanan dan keamanan otomatis.

Baca juga: Nuro Segera Operasikan Mobil Self-Driving di Kalifornia

C.J. Finn, pemimpin industri otomotif AS di PwC, menegaskan perubahan besar ini di tengah pameran. “Tahun ini Anda akan melihat semakin banyak fokus pada AI dan otonom. Konektivitas pada otonom itu, saya rasa akan menjadi fokus utama,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Banyak produsen EV yang tadinya sibuk mengejar kapasitas baterai, kini beralih dalam pengembangan asisten Self Driving. Rivian, misalnya, dikabarkan tengah menyiapkan fitur yang memungkinkan pengemudi melepaskan pandangan dari jalanan secara aman karena sistem mobil sudah mampu mengenali lingkungan sekitarnya dengan sangat akurat. Strategi ini dianggap lebih efektif secara biaya di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi industri otomotif saat ini.

Dominasi AI dalam Ekosistem Kendaraan Masa Depan

Kemajuan teknologi AI di CES 2026 juga terlihat dari cara produsen otomotif mengatasi tantangan teknis yang sebelumnya dianggap mustahil. Dengan pemrosesan data yang lebih cepat dan penggunaan sensor LiDAR generasi terbaru, kendaraan otonom yang dipamerkan tahun ini diklaim memiliki kemampuan adaptasi yang jauh lebih baik terhadap situasi darurat di jalanan kota yang kompleks.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada kemudi, tetapi juga pada transformasi kabin mobil menjadi ruang kerja atau ruang santai yang cerdas, yang dimungkinkan karena peran manusia sebagai pengemudi mulai dikurangi secara bertahap.

Selain fokus pada kemudi otomatis, para pabrikan otomotif di CES 2026 juga mulai memamerkan bagaimana AI dapat membantu efisiensi operasional perusahaan. Di tengah ancaman kompetisi harga dari produsen mobil asal China, perusahaan-perusahaan Barat mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat proses desain dan produksi kendaraan.

Baca juga: Samsung dan Xiaomi Mau Kolaborasi Bikin Mobil Listri

Dengan fokus pada pengembangan perangkat lunak (software-defined vehicles), pabrikan kini dapat memberikan pembaruan fitur secara instan kepada pengguna tanpa harus mengganti komponen fisik kendaraan. Hal ini menjadi kunci baru dalam mempertahankan loyalitas pelanggan di era transisi teknologi yang bergerak sangat cepat.

Tren ini juga menunjukkan bahwa industri sedang berupaya mencari titik keseimbangan baru antara inovasi dan profitabilitas. Penurunan fokus pada EV bukan berarti teknologi hijau ditinggalkan, namun produsen kini menyadari bahwa konsumen lebih menghargai fitur kenyamanan dan keamanan otomatis yang ditawarkan oleh teknologi self-driving.

Perubahan ini menciptakan standar baru di mana kecerdasan sebuah kendaraan menjadi tolak ukur utama kesuksesan di pasar, menggeser paradigma lama yang hanya terpaku pada performa mesin atau kapasitas baterai semata.

Era Baru Dunia Otomotif

CES 2026 menjadi saksi bergesernya mahkota "bintang utama" dari mobil listrik ke teknologi kecerdasan buatan. Keputusan para pabrikan untuk lebih memprioritaskan fitur self-driving membuktikan bahwa masa depan transportasi tidak lagi sekadar soal jarak tempuh baterai, melainkan seberapa pintar kendaraan tersebut melindungi dan melayani penumpangnya. Era di mana mobil menjadi asisten pribadi yang serba bisa secara otomatis kini sudah benar-benar ada di depan mata.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar