Samsung Kembangkan Sensor Otak di Wearable untuk Deteksi Dini Gejala Demensia

Algis Akbar . January 05, 2026

Foto: WebProNews

Teknologi.id – Di awal 2026, Samsung kembali melakukan terobosan besar yang melampaui fungsi perangkat elektronik biasa. Kali ini, fokus perusahaan bergeser ke ranah kesehatan saraf dengan mengembangkan teknologi sensor otak yang tertanam pada perangkat wearable. Inovasi ini dirancang khusus untuk mendeteksi gejala awal demensia secara dini, sebuah langkah yang diharapkan dapat mengubah cara masyarakat memantau kesehatan mental dan fungsi kognitif mereka sehari-hari. Melalui integrasi sensor canggih, perangkat ini tidak lagi sekadar menjadi alat penunjang gaya hidup, tetapi bertransformasi menjadi asisten kesehatan pribadi.

Pengembangan Fitur Brain Health dalam Ekosistem Galaxy

Foto: qoo10.co.id

Langkah Samsung dalam menghadirkan fitur Brain Health ini terungkap melalui laporan terbaru dari Qoo10 dan Liputan6, yang menyebutkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan sistem pemantauan kesehatan otak berbasis data biometrik. Teknologi ini bekerja dengan memantau aktivitas listrik di otak atau sinyal saraf tertentu yang memberikan indikasi mengenai penurunan fungsi saraf. Dalam pengembangannya, Samsung memanfaatkan basis data kesehatan yang luas serta algoritma pemrosesan sinyal yang mampu mengenali pola aneh pada aktivitas otak, yang sering kali menjadi tanda awal dari kondisi demensia sebelum gejala fisik muncul.

Secara teknis, fitur ini dikabarkan akan diluncurkan ke dalam ekosistem Galaxy, khususnya melalui perangkat jam tangan pintar dan cincin pintar terbaru. Perangkat ini dibekali dengan sensor khusus yang bersentuhan langsung dengan kulit untuk menangkap sinyal tubuh secara akurat. Pengguna nantinya dapat melihat skor kesehatan otak mereka secara berkala melalui aplikasi Samsung Health. Informasi yang disajikan mencakup tingkat konsentrasi, pola tidur yang berhubungan dengan kesehatan saraf, hingga deteksi dini terhadap degradasi sel saraf. Langkah ini diambil karena penanganan demensia terbukti jauh lebih efektif jika terdeteksi sejak fase paling awal.

Baca juga: Bukan Speaker Biasa! Samsung Music Studio Padukan Desain Artistik dan Teknologi AI

Proyek ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Samsung untuk memperluas kegunaan teknologi perangkat pakainya. Selama ini, jam tangan pintar lebih banyak digunakan untuk memantau detak jantung atau aktivitas olahraga. Namun, dengan tambahan sensor kesehatan otak, Samsung ingin memposisikan diri sebagai pemimpin dalam teknologi kesehatan preventif. Keunggulan dari sistem ini terletak pada kemudahannya, di mana pengguna tidak perlu menjalani prosedur medis yang rumit hanya untuk pemeriksaan rutin. Cukup dengan mengenakan perangkat tersebut secara konsisten, data kesehatan otak akan terkumpul secara otomatis dan real-time.

Optimalisasi kesehatan Mental Dalam Genggaman

Pengembangan fitur Brain Health ini tidak lepas dari peran besar kecerdasan buatan atau AI yang ditanamkan dalam sistem operasional perangkat Samsung. AI berperan dalam memfilter gangguan sinyal dari luar dan memastikan bahwa data yang ditangkap oleh sensor benar-benar mencerminkan kondisi saraf pengguna. Bagaimana cara sistem ini bekerja sangat bergantung pada konsistensi pemantauan jangka panjang. AI akan mempelajari "pola normal" dari otak pengguna dan memberikan peringatan otomatis jika ditemukan penyimpangan yang signifikan. Hal ini sangat krusial mengingat gejala demensia sering kali berkembang secara perlahan dan tidak disadari oleh penderitanya.

Selain memantau sinyal saraf, Samsung juga mengintegrasikan fitur ini dengan pemantauan aktivitas harian seperti kualitas tidur dan tingkat stres. Berbagai penelitian medis telah membuktikan bahwa kualitas tidur yang buruk secara kronis berkaitan erat dengan risiko demensia di masa depan. Oleh karena itu, fitur Brain Health pada perangkat Samsung akan memberikan analisis yang lebih komprehensif, menghubungkan antara pola istirahat dengan kesehatan kognitif secara keseluruhan. Dengan demikian, teknologi ini memberikan gambaran kesehatan yang jauh lebih utuh dibandingkan alat pemantau kalori biasa.

Baca juga: Samsung Perkenalkan Exynos 2600, Chipset Flagship 2nm Setara Snapdragon 8 Elite Gen 5

Hadirnya inovasi ini menandai babak baru dalam industri wearable secara global. Samsung tampaknya menyadari bahwa masa depan teknologi tidak hanya terletak pada kecepatan prosesor, melainkan pada sejauh mana teknologi tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan menghadirkan deteksi dini demensia, Samsung memberikan akses kesehatan yang lebih demokratis, di mana teknologi medis tingkat tinggi kini dapat diakses dengan mudah melalui pergelangan tangan. Perkembangan ini diharapkan mendorong industri teknologi lainnya untuk lebih serius mengembangkan fitur-fitur yang mendukung kesehatan jangka panjang bagi populasi dunia.

Inovasi Kesehatan untuk Investasi Masa Depan

Sebagai kesimpulan, inovasi Samsung dalam mengembangkan teknologi sensor kesehatan otak melalui fitur Brain Health menunjukkan pergeseran besar dalam fungsi perangkat wearable modern. Teknologi ini hadir sebagai solusi preventif yang sangat berharga untuk mendeteksi gejala awal demensia secara praktis dan akurat di luar lingkungan rumah sakit. Dengan memanfaatkan integrasi sensor biometrik dan kecerdasan buatan, Samsung tidak hanya menawarkan gadget pintar, tetapi juga alat kesehatan penting yang dapat membantu penggunanya menjaga fungsi kognitif lebih lama. Kehadiran fitur ini diharapkan mampu memberikan kesadaran lebih awal bagi masyarakat mengenai pentingnya memantau kesehatan saraf demi masa depan yang lebih sehat.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.

(AA/ZA)


author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar