Bank pembangunan daerah (BPD) selama ini identik dengan kekuatan di wilayahnya masing-masing. Di Bank Jatim, cara pandang itu mulai bergeser: teknologi tidak lagi dibangun sendiri-sendiri, tetapi dirancang agar bisa dipakai bersama. Di tengah pergeseran tersebut berdiri Dodit Wiweko Probojakti, Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi, yang memegang tanggung jawab atas ekosistem JConnect dan arah kolaborasi teknologi antarbank daerah.
Membawa Pengalaman dari Bank Jateng
Dodit, yang bernama lengkap Wiweko Probojakti, bergabung ke Bank Jatim melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Mei 2025 di Surabaya. Rapat itu menunjuk Winardi Legowo sebagai Direktur Utama dan merombak jajaran direksi serta komisaris. Dari seluruh direksi, hanya Dodit yang berasal dari luar bank. Sebelumnya ia menjabat Direktur IT, Konsumer, dan Jaringan Bank Jateng untuk periode 2022 hingga 2025.
Pengalaman di bank daerah lain itu relevan. Dari Bank Jateng, Dodit membawa pemahaman bahwa digitalisasi di bank daerah dibutuhkan untuk mendukung program pemerintah daerahnya. Ia juga pernah menandatangani kerja sama dengan bank lain, seperti BNI, atas nama Bank Jateng, sehingga pola pikir membuka kolaborasi bukan hal baru baginya.
Fondasi Bisnis yang Kuat
Dodit memegang bidang teknologi di bank dengan fondasi bisnis yang kuat. Pada tahun buku 2024, Bank Jatim mencatat laba bersih audited Rp1,28 triliun, yang disebut tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia. Total aset naik 13,76 persen menjadi Rp118,1 triliun, dan kredit yang disalurkan mencapai Rp75,35 triliun. Dalam acara penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, Dodit juga menyampaikan target besar bank untuk menjadi BPD nomor satu di Indonesia, sementara dari sisi aset saat ini Bank Jatim berada di peringkat kedua di antara 27 BPD.
JConnect: Ekosistem Digital yang Terus Tumbuh
JConnect adalah layanan transformasi digital terintegrasi Bank Jatim yang mencakup mobile banking, internet banking, dan SMS banking. Sepanjang 2025, bank mencatat transaksi digital Rp65,77 triliun dengan pengguna JConnect mendekati 1 juta orang. Transaksi QRIS tumbuh 60,76 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada 22 Mei 2026, Bank Jatim meraih Digital Innovation Awards 2026 dari iNews Media Group untuk kategori Digital Innovation in Business Transformation, berkat layanan JConnect Mobile yang membuka akses kredit bagi pelaku UMKM. Dodit menjelaskan bahwa JConnect Mobile dikembangkan untuk mendorong ekonomi Jawa Timur melalui UMKM, dan bank berperan sebagai katalisator yang menghimpun dana masyarakat lalu menyalurkannya sebagai kredit kepada segmen tersebut. Penghargaan lain datang dari JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 yang digelar pada 30 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Dodit menilai penghargaan itu mempertegas komitmen untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memenuhi, bahkan melampaui, ekspektasi nasabah.
Kolaborasi IT Antar-BPD lewat KUB
Babak yang paling menarik ada pada kolaborasi antarbank daerah. Bank Jatim kini menjadi bank induk dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) yang beranggotakan lima BPD: Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra. Sejak awal, Bank Jatim menyebut transfer teknologi di bidang IT sebagai salah satu manfaat yang bisa diberikan kepada anggota KUB.
Wujud nyatanya adalah Jconnect PartnerPay, platform pembayaran digital Bank Jatim yang kini digunakan Bank Banten. Direktur Utama Winardi Legowo menyebut kolaborasi ini membuat layanan keuangan lebih efisien tanpa setiap bank harus membangun seluruh infrastruktur digitalnya sendiri. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, PartnerPay mencatat sekitar 21.095 transaksi. Bank Jatim juga tengah menjajaki penggunaan JConnect bagi anggota KUB untuk menjembatani mahalnya investasi mobile banking.
Dari sisi teknologi, Dodit menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan standar bersama, meningkatkan keandalan infrastruktur, dan memperluas kemampuan inovasi antarbank anggota KUB. Ia juga menekankan adanya beberapa lapisan kolaborasi yang perlu terus diperkuat. Logikanya sederhana: investasi mobile banking yang mahal bisa dibagi, sementara standar yang sama memudahkan integrasi dan menekan risiko.
Tantangan ke Depan
Membawa satu platform ke banyak bank berarti menambah beban keandalan dan keamanan. Setiap anggota KUB punya karakter nasabah dan kesiapan sistem yang berbeda, sehingga integrasi harus menjaga kualitas layanan tanpa mengganggu operasional masing-masing. Di saat yang sama, risiko siber yang menyertai pertumbuhan transaksi digital menuntut investasi berkelanjutan pada keamanan. Di sinilah ukuran keberhasilan strategi Dodit akan diuji.
Tantangan Berikutnya: Engineering Capacity
Tim internal bank tetap penting untuk memegang architecture, security, governance, dan strategic direction. Namun ketika roadmap digital bertambah, bank membutuhkan kapasitas tambahan agar berbagai initiative dapat berjalan paralel tanpa harus terus menambah permanent headcount.
Sagara Tech Outsourcing dapat bekerja sebagai extension dari tim teknologi Bank Jatim untuk kebutuhan seperti: Backend & API Engineering, Mobile & Web Development, System Integration, Data Engineering, DevOps/SRE, dan QA Automation.
Modelnya sederhana:
● Bank Jatim memegang direction.
● Sagara menambah execution capacity.
Dengan begitu, pengembangan digital dapat bergerak lebih cepat sambil tetap mengikuti standar, repositori, dan tata kelola bank.
Sagara Tech Outsourcing
Fast response technology service, bersama talenta digital Indonesia.
WhatsApp: +62-856-55555-308
For smart tech leaders, Sagara Tech Outsourcing.
#BankDaerah #BankJatim #KUB #JConnect #PerbankanDigital #TransformasiDigital #TechOutsourcing #SagaraTechOutsourcing

Tinggalkan Komentar