Facebook: Pertumbuhan Pendapatan di Iklan Online

Technology.ie

Awal tahun ini, facebook ramai menjadi bahan perbincangan akibat dari kasus penggunaan data secara ilegal yang dilakukan oleh perusahaan jasa konsultasi politik, Cambridge Analytica. Menanggapi kasus tersebut, Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook, memuat iklan penuh di surat kabar terkemuka di Amerika Serikat dan Inggris. Untuk surat kabar Amerika Serikat, iklan tersebut dimuat di The New York Times, The Washington Post dan The Wall Street pada Senin, 26 Maret 2018 dan di surat kabar Inggris The Sunday Times pada satu hari sebelumnya.

Menurut surat kabar The Hill, Senin (26/3), sang CEO menyesali tidak mengambil langkah banyak ketika sebuah aplikasi kuis yang dibangun oleh peneliti universitas yang membocorkan data Facebook pada tahun 2014 dan kini pada tahun 2018 saat kejadian yang sama terulang kembali dan ia kembali memastikan bahwa ini tidak akan terjadi lagi.

Peneliti universitas tersebut merupakan representasi dari sosok profesor Universitas Aleksandr Kogan, yang berdasarkan informasi dari Facebook telah melakukan pelanggaran kebijakan privasinya dengan memberikan data pengguna ke Cambridge Analytica tanpa izin.

Namun kejadian ini memancing komentar lain bahwa mengumpulkan data pengguna dan menggunakan informasi untuk menargetkan iklan merupakan model bisnis Facebook. Kutipan dari salah seorang di The Atlantic, Ethan Zuckerman, “Penyalahgunaan data adalah fitur, bukan bug”, dalam kasus ini tidak digunakan untuk menjual sepatu yang tepat kepada orang lain tetapi untuk keperluan politik.

Berdasarkan data yang digambarkan bagan di bawah ini, iklan personalisasi Facebook merupakan model bisnis yang sukses menyumbang 20% persen pasar iklan online global kedua setelah Google. Dalam kurun waktu tujuh tahun yaitu dari mulai tahun 2010 hingga 2017 yang semula hanya menyumbang 3%, kini telah dapat menyaingi Google di pasar iklan online. Kasus yang masih menjadi perdebatan ini, tentu saja membuat para pemegang saham khawatir karena hingga Senin, 26 Maret 2018 saham Facebook telah turun hingga 20%. Berdasarkan kasus ini, kita akan lihat apakah pada tahun 2018, bisnis iklan online Facebook akan menurun.

Baca Juga: Saham Facebook Turun 8%, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 81 Triliun

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *