OpenAI Rilis ChatGPT Plus, Harganya Rp 300.000-an per Bulan

Teknologi.id . February 02, 2023

ChatGPT . Foto: iPadizate

Teknologi.id - OpenAI resmi meluncurkan versi berbayar dari chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) ChatGPT yang diberi nama ChatGPT Plus.

“Kami meluncurkan paket langganan untuk ChatGPT, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang bisa bertukar pesan dengan Anda, menjawab sejumlah pertanyaan, hingga membuktikan asumsi yang salah,” tulis OpenAI, Rabu (1/2/2023).

Sebelumnya paket berlangganan ini dikabarkan akan dipatok seharga 42 dollar AS atau sekitar Rp 624.000 per bulan. Namun setelah dirilis ChatGPT Plus hanya akan dihargai 20 dollar AS atau sekitar Rp 300.000 per bulan (kurs Rp 14.872)

Dengan harga tersebut, pelanggan ChatGPT Plus bakal mendapatkan sejumlah keuntungan. Salah satunya adalah pengguna akan mendapat akses prioritas terhadap layanan ChatGPT.

Pengguna akan bisa tetap lebih mudah mengakses ChatGPT meski saat jam-jam sibuk (peak times). Selain itu pengguna juga akan mendapatkan respons yang lebih cepat dan dapat akan lebih dulu kebagian fitur baru.

Baca juga: Gak Cuma Bisa "Joki" Tugas Sekolah, Kamu Bisa Pakai ChatGPT untuk Hal Ini Juga!

Perlu diketahui, saat ini ChatGPT Plus baru hadir untuk pengguna di Amerika Serikat (AS) yang sudah mengisi waiting list sejak beberapa pekan lalu.

Meski demikian, perusahaan mengungkapkan akan segera memperluas paket berlangganan ChatGPT Plus ke negara lain.

“Kami berencana untuk memperluas aksees ini dan mendukung (paket berlangganan ChatGPT Plus) ke negara dan wilayah lain segera,” tulis OpenAI.

 

Dilansir dari laman Tech Crunch, Kamis (2/1/2023), OpenAI juga tampaknya bakal memperkenalkan paket langganan lain dalam waktu dekat. Sebab, OpenAI menyebut pihaknya tengah mempertimbangan opsi paket langganan dengan biaya lebih rendah, paket bisnis, paket khusus API, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Cara Mengoptimalkan SEO Website dengan ChatGPT

Bagaimana ChatGPT dibentuk?

ChatGPT adalah teknologi yang baru diluncurkan pada November 2022 dari OpenAI yang menggabungkan kekuatan kecerdasan buatan dan pre-training generatif. OpenAI sendiri merupakan perusahaan teknologi yang didirikan oleh beberapa tokoh terkenal seperti Elon Musk, Sam Altman, Ilya Sutskever, Greg Brockman, dan Wojciech Zaremba pada Desember 2015 di California. Fokus utama dari OpenAI adalah pengembangan teknologi Artificial Intelligence yang bersifat open source, artinya dapat diakses dan digunakan oleh publik.

Meskipun terbilang belum lama dirilis, sebenarnya sebagian besar dasar teknologi ChatGPT sudah digagas sejak lama. ChatGPT dibangun di atas GPT-3 (atau lebih tepatnya GPT-3.5), yang merupakan iterasi ketiga dari lini model GPT. Sebelumnya sudah ada GPT-2 dan GPT. Namun GPT-3 lebih kuat dan dapakan lebih banyak hal dibandingkan dengan versi sebelumnya.

GPT sendiri adalah singkatan dari "Generative Pre-trained Transformer 3". "Generative" berarti bahwa GPT mampu menghasilkan teks dengan bahasa manusia yang natural dan tidak kaku. "Pre-trained" berarti bahwa kemampuan model ini dilatih berdasarkan data yang ada di internet. sedangkan "Transformer" adalah arsitektur pembelajaran mesin yang digunakan dalam GPT.

Jadi, secara keseluruhan GPT (Generative Pre-Trained Transformer 3) adalah model bahasa yang telah dilatih dengan data internet dan dapat menghasilkan teks bahasa manusia saat disajikan dengan prompt. Dari sini muncullah pertanyaan baru, bagaimana cara melatih mesih ChatGPT? Simak penjelasannya di sini.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar