Maia 100 dan Cobalt 100, 2 Chip AI Buatan Microsoft yang Baru Saja Diumumkan

Teknologi.id . November 16, 2023
ai microsoft
Foto: Wccftech


Teknologi.id - Di era teknologi yang semakin maju, kecerdasan buatan atau AI menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai industri. Perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft pun terus berinovasi dengan menciptakan chip AI mereka sendiri. Kabar terbaru datang dari Microsoft yang baru saja merilis dua chip AI mereka, yaitu Azure Maia 100 dan Azure Cobalt 100, pada acara Microsoft Ignite 2023.

Kedua chip ini dirancang khusus untuk mendukung kinerja AI di pusat data yang menggunakan layanan cloud dan AI Microsoft Azure. Azure Maia 100, menggunakan teknologi 5 nanometer dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), memiliki sekitar 105 miliar transistor.

Fungsinya adalah untuk mempercepat berbagai operasi AI di layanan Azure, termasuk penggunaan teknologi chatbot seperti ChatGPT milik OpenAI.

Sementara itu, Azure Cobalt 100 merupakan prosesor AI berarsitektur ARM dengan 128 inti (128-core). CPU AI ini dirancang untuk menangani beragam beban kerja AI di server dan pusat data, mulai dari melatih model pembelajaran AI hingga memproses permintaan pengguna dengan cepat dan akurat.

Kedua Chip Tidak Dijual Terpisah

Menariknya, kedua chip ini tidak akan dijual kepada konsumen secara terpisah. Microsoft berencana untuk menyatukannya dengan layanan software cloud dan AI yang mereka tawarkan melalui bisnis Azure pada tahun 2024. Scott Guthrie, Executive Vice President Microsoft Cloud and AI, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjadi fondasi utama dalam operasional AI di Microsoft ke depan serta sebagai solusi alternatif.

Keputusan Microsoft membuat chip AI sendiri juga didorong oleh beberapa faktor, termasuk mengurangi ketergantungan pada pemasok chip AI terbesar saat ini, Nvidia, serta menghemat biaya.

Baca juga: Geger, Microsoft Rilis Alat Pembuat Deepfake?

Harga chip AI saat ini bisa mencapai angka yang sangat tinggi, seperti Nvidia H100 yang dibanderol sekitar 622 juta rupiah per unitnya. Keterbatasan pasokan chip AI dari Nvidia juga mendorong Microsoft untuk menciptakan solusi AI yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.

Langkah ini juga menjadi respons atas kompetitor Microsoft Azure, Amazon Web Services, yang menggunakan chip Graviton buatan sendiri dalam menopang beban kerja AI mereka. Dengan demikian, kehadiran Azure Maia 100 dan Cobalt 100 bukan hanya mengembangkan layanan AI Microsoft, tapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi persaingan di pasar teknologi saat ini.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar