FTC Diminta Hentikan Rilis Komersial GPT-4 dari OpenAI, Ini Alasannya!

Adnan Algifari . March 31, 2023

Foto: CNBC

Teknologi.id - Kelompok etika teknologi Center for Artificial Intelligence and Digital Policy (CAIDP) meminta Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat untuk menghentikan OpenAI mengeluarkan produk baru GPT-4, yang telah memukau beberapa pengguna karena tanggapannya yang responsif dan lebih manusiawi.

Kamis (30/03/2023) Center for Artificial Intelligence and Digital Policy di situs webnya menyimpan surat pengaduannya dalam bentuk pdf dan menampilkan latar belakang kenapa melaporkan OpenAI kepada FTC.

Kelompok Center for Artificial Intelligence and Digital Policy melayangkan tuduhan yang cukup memukul dengan mengatakan bahwa GPT-4 produk dari OpenAI itu bias, menipu, dan berisiko terhadap privasi dan keamanan publik.

"OpenAI, Inc., sebuah perusahaan yang berbasis di California, telah merilis produk GPT-4 untuk pasar konsumen yang bias, menipu, dan berisiko terhadap privasi dan keamanan publik. Itu output tidak dapat dibuktikan atau direplikasi. Tidak ada penilaian independen yang dilakukan sebelumnya penyebaran. OpenAI telah mengakui bahaya spesifik dari “Disinformasi dan pengaruh operasi”, “Proliferasi senjata konvensional dan nonkonvensional”, dan “Keamanan siber”, tulisnya.

Baca juga: GPT-5 Sebentar Lagi Rilis, Apakah Akan Jadi AGI?

OpenAI, yang berbasis di California dan didukung oleh Microsoft Corp., meluncurkan iterasi keempat dari program AI GPT (Generative Pre-trained Transformer) pada awal Maret, yang membuat pengguna bersemangat dengan karena chatbot ini makin mirip seperti manusia dari mulai percakapan, membuat artikel hingga pembuatan video hanya dari perintah berupa teks.

Keluhan resmi ke FTC ini selaras juga dengan surat terbuka yang hingga 1.000 lebih pemohon dari kalangan pakar AI, teknolog hingga pemimpin bisnis. Surat terbuka tersebut diterbitkan pada hari Rabu (29/03/2023) oleh Future of Life Institute atau FLI sebagai sebuah organisasi nirlaba untuk mengurangi risiko teknologi transformatif.

Daftar penandatangan ini diisi oleh beberapa nama besar dunia seperti Steve Wozniak sebagai Co-Founder Apple , Elon Musk sebagai CEO SpaceX, Tesla, dan Twitter , Emad Mostaque sebagai CEO dan Stability AI, Yoshua Bengio sebagai Founder and Scientific Director at Mila, Turing Prize winner and professor at University of Montreal.

CAIDP dalam keluhannya mengatakan ChatGPT-4 OpenAI gagal memenuhi standar FTC untuk menjadi transparan, dapat dijelaskan, adil, dan sehat secara empiris sambil mendorong akuntabilitas.

Baca juga: 6 Hal Mengerikan Terkait Penggunaan ChatGPT

"Komisi Perdagangan Federal telah menyatakan bahwa penggunaan AI seharusnya “transparan, dapat dijelaskan, adil, dan sehat secara empiris sambil mendorong akuntabilitas.” OpenAI, produk dari GPT-4 tidak memenuhi persyaratan ini. Sudah waktunya bagi FTC untuk bertindak. Seharusnya ada pengawasan independen dan evaluasi produk AI komersial yang ditawarkan di Amerika Serikat," lanjutnya.

Kelompok ini memberikan contoh dari ketidakamanannya menggunakan GPT-4, misalnya, OpenAI mengungkap riwayat obrolan pribadi kepada pengguna lain, dan seorang peneliti AI menemukan bahwa kemungkinan tersebut sangat mungkin terjadi.

"mengambil alih akun seseorang, melihat riwayat obrolan mereka, dan mengakses informasi tagihan mereka tanpa mereka pernah menyadarinya," tulis dalam laporannya.

Beberapa alasan yang menjadi latar belakang kenapa surat keluhan tersebut dibuat, antara lain karena sedikit demi sedikit perusahaan yang mengembangkan AI bukan lagi berpusat pada manusia dan kemanusiaan.

"Pada tahun 2019, banyak negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, berkomitmen untuk mengembangkan AI yang berpusat pada manusia dan dapat dipercaya. Namun kurang dari beberapa tahun kemudian, kami tampaknya mendekati titik kritis dengan dirilisnya teknik AI Generatif, yang tidak berpusat pada manusia atau tidak dapat dipercaya," tulisnya.

Bahkan dalam keterangannya juga mengatakan bahwa GPT-4 menghasilkan hal yang kekanak-kanakan dan utopis.

Baca juga: Sukses Bikin Buku Cerita Anak dari AI ChatGPT, Pria Ini Malah Dituduh Pencuri

"Sistem ini menghasilkan hasil yang tidak dapat ditiru atau dibuktikan. Mereka mengarang dan berhalusinasi. Mereka menjelaskan cara melakukan aksi teroris, cara membunuh pemimpin politik, dan cara menyembunyikan pelecehan anak. GPT-4 memiliki kemampuan untuk melakukan pengawasan massal dalam skala besar, menggabungkan kemampuan untuk mencerna gambar, menautkan ke identitas, dan mengembangkan profil yang komprehensif," lanjutnya.

Dan pada akhirnya, CAIDP mendesak FTC untuk membuka penyelidikan terhadap OpenAI, memerintahkan penghentian pelatihan AI lebih lanjut dari GPT-4 dan memastikan pembentukan pagar pembatas yang diperlukan untuk melindungi konsumen, bisnis, dan pasar komersial."

CAIDP mendesak FTC untuk membuka penyelidikan terhadap OpenAI, memerintahkan rilis komersial lebih lanjut GPT-4, dan memastikan pembentukan pagar pembatas yang diperlukan untuk melindungi konsumen, bisnis, dan pasar komersial," pungkasnya.

(aa)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar