
Foto: World ID
Teknologi.id – CEO OpenAI, Sam Altman, memperkenalkan World ID sebagai sistem verifikasi untuk membedakan manusia dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Berdiri sejak tahun 2019, sistem ini dilaporkan berkembang pesat dan kini berfokus pada penguatan keamanan interaksi digital secara global.
Integrasi pada Zoom dan Tinder

Foto: World ID
Langkah terbaru World ID mencakup kemitraan dengan platform komunikasi video, Zoom. Melalui kerja sama ini, World menghadirkan fitur bernama World ID Deep Face. Teknologi ini berfungsi memverifikasi identitas peserta rapat secara langsung, dengan tujuan memperkuat kepercayaan pengguna saat berkomunikasi secara live.
Di sektor aplikasi kencan, Match Group selaku perusahaan induk Tinder mulai melakukan uji coba sistem World ID di Jepang. Dalam penerapannya, Tinder akan menyematkan tanda verifikasi khusus pada profil pengguna yang telah lolos uji dan terbukti sebagai manusia asli.
Penyaringan Tiket Hiburan
Selain platform komunikasi, sistem verifikasi ini juga merambah sektor hiburan melalui alat yang disebut Concert Kit. Alat ini dirancang untuk membantu musisi menjual tiket hanya kepada penonton manusia. Langkah ini secara efektif digunakan untuk memberantas praktik manipulasi pembelian tiket yang kerap dilakukan oleh bot.
Baca juga: Sam Altman Ungkap Ancaman Super AI, dari Dunia Kerja hingga Keamanan Siber
Adopsi Perusahaan Teknologi
Sejumlah perusahaan besar kini mulai mengadopsi teknologi World ID untuk keamanan sistem mereka. Penggunaan teknologi ini ditujukan untuk menjaga integritas layanan dari gangguan penggunaan AI secara ilegal.
Daftar perusahaan mitra yang telah menggunakan sistem verifikasi ini meliputi:
Razer
Shopify
DocuSign
Coinbase
Cara Kerja Pemindai Biometrik Orb
Dalam menjalankan sistem verifikasinya, World ID menggunakan perangkat keras utama yang diberi nama Orb. Perangkat berbentuk bola ini berfungsi sebagai kamera identitas yang bertugas memindai data biometrik pengguna.
Tujuan utama penggunaan Orb adalah untuk memastikan bahwa seseorang merupakan individu yang unik. Proses pemindaian biometrik ini dilakukan tanpa mengharuskan pengguna membongkar detail privasi mereka yang lain.
Baca juga: Bos OpenAI Sam Altman: AGI Sudah Dekat, Kecerdasan Level "Dewa" (ASI) Segera Menyusul
Ketersediaan dan Kebijakan Data
Saat ini, perangkat Orb berbasis sumber terbuka (open-source) dan penggunaannya sudah tersedia melalui sistem prapemesanan (pre-order) secara global. Terkait pengelolaan data, pihak World mengeklaim bahwa sistem mereka tidak menyimpan informasi pribadi pengguna yang tidak perlu.
Kehadiran World ID di berbagai platform digital ini disebut menandai era baru dalam perlindungan data. Dengan keterlibatan tokoh seperti Sam Altman, standar verifikasi manusia diperkirakan akan terus berevolusi di tengah dominasi algoritma AI yang semakin masif.
Baca berita dan artikel lainnya di Google News
(WN/ZA)

Tinggalkan Komentar