1,4 Miliar Karyawan Harus Menguasai AI dalam 3 Tahun ke Depan

Ardi Aryaguna . August 24, 2023

Sumber: cottonbro studio

Teknologi.id - Kamu pasti pernah mendengar isu bagaimana kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan manusia. Apakah ini benar? Izinkan saya berbagi soal fakta menarik terbaru dari industri. 

Berdasarkan survei terbaru dari IBM yang melibatkan 3.000 posisi eksekutif, sebanyak 87% dari mereka meyakini bahwa AI generatif akan meningkatkan kinerja manusia daripada menggantikannya. Ini berarti AI hadir bukan untuk menggantikan kita, melainkan untuk memberdayakan para pekerja.

Namun, ada hal yang menarik di sini: para eksekutif ini juga memperkirakan sekitar 40% dari tenaga kerja beragam yang mereka pekerjakan, yang jumlahnya sekitar 1,4 miliar di seluruh dunia, perlu melakukan reskilling dalam tiga tahun mendatang. 

Mengapa? Karena merangkul dan menguasai AI menjadi syarat untuk sukes dalam dunia yang terus berubah saat ini.

Baca Juga: Hasil Tes Mengungkap AI Lebih Kreatif dari Manusia

Menariknya, laporan tersebut menyoroti bahwa perusahaan yang berhasil melakukan reskilling terhadap pekerjanya mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan, yakni sebesar 15% dibandingkan dengan perusahaan yang menolaknya. 

Hal ini menegaskan pentingnya berinvestasi dalam pengembangan dan peningkatan skill karyawan agar perusahaan tetap bisa bersaing. Dan jika itu belum cukup meyakinkan, perusahaan-perusahaan yang memberi prioritas pada AI dan memanfaatkan potensinya mengalami pertumbuhan pendapatan yang mencolok, yaitu sekitar 36% lebih tinggi dibandingkan pesaing-pesaing mereka. 

Baca Juga:Cara Menghasilkan Uang Pakai ChatGPT, Dijamin Mudah!

Ini menekankan potensi kekuatan dari AI dan kemampuannya untuk mendorong inovasi, produktivitas, dan pada akhirnya, kesuksesan semua bisnis.

Namun, yang benar-benar menarik adalah bagaimana para pengusaha sedang mempertimbangkan ulang kriteria perekrutan mereka di pasar kerja yang terus berkembang ini. 

AI mengurangi preferensi perekrutan untuk keterampilan teknis. Sumber: IBM

Tidak hanya tentang keterampilan teknis lagi; namun juga menilai seseorang dari “softskill-nya.” Kemampuan manajemen waktu yang efektif dan kemampuan komunikasi semakin penting. Perubahan ini terjadi karena munculnya alat-alat AI seperti ChatGPT, yang mengurangi kebutuhan untuk keahlian teknis. Perubahan ini tidak hanya memperluas potensi skill yang bisa dipakai, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mudah beradaptasi.

Cek juga berita dan artikel lainnya di Google News!

(AA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar